Ramuan Makanan Yang Bikin Kenyang Lebih lama


Ramuan ditambahkan ke dalam minuman seperti milkshake.

Inilah impian para wanita yang sedang melakukan program diet: makanan yang membuat mereka merasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengatasi masalah obesitas. Impian ini tampaknya akan segera tercapai.
Para ilmuwan di Inggris telah mengembangkan adonan berbahan dasar minyak zaitun, yang jika ditambahkan ke milkshakes, akan mengurangi selera makan secara drastis. Adonan yang dikembangkan para peneliti di Institute of Food Research (IFR) di Norwich ini menggunakan minyak zaitun, air, dan stabilisator yang digunakan dalam industri roti. Stabilisator ini digunakan untuk memastikan agar beberapa adonan dapat mempertahankan kandungannya. Hasil tes menunjukkan, satu campuran makanan dengan adonan ini akan membuat responden yang menjalani tes merasa lebih kenyang selama 12 jam setelah makan.
Proyek tiga tahun ini mendapati bahwa emulsi dari minyak zaitun dan air -prinsip yang juga diterapkan pada salad dressing- dapat menjadi alternatif dalam memengaruhi reaksi mereka dalam lingkungan asam pada lambung. Para peneliti mengembangkan dua jenis emulsi, yang distabilisasikan dengan senyawa berbeda yang biasa digunakan dalam industri makanan, yaitu Tween 60 dan Span 80. Tween menjaga agar minyak dan air stabil di dalam perut, sedangkan Span memungkinkannya untuk memecah lapisan air dan lapisan minyak.
Adonan ini diberi rasa kopi, dan diberikan sebagai minuman ala milkshake kepada 11 relawan. Perut mereka di-scan setiap jam untuk melihat bagaimana bahan tersebut tetap tinggal. Setelah satu jam, volume di dalam perut menjadi dua kali lipat, dari yang mengonsumsi adonan yang dibuat dari Tween, dimana air dan minyak tidak dipisahkan. Hal ini dikarenakan ketika air memisah, air meninggalkan lambung lebih cepat. Namun air yang dicampur dengan minyak akan bertahan di sana lebih lama, membuat responden merasa lebih kenyang dan mengurangi keinginan makan.
Para ahli meyakini bahwa lebih dari setengah populasi dewasa di Inggris akan mengalami obesitas pada tahun 2050 jika mereka tidak mengubah pola makan atau lebih sering berolahraga. Kegagalan mengubah gaya hidup ini akan menyebabkan peningkatan jumlah penderita penyakit jantung, stroke, dan kanker. Namun Martin Wickham, dari IFR, mengatakan bahwa rata-rata suplemen diet yang berisi ramuan ini akan membutuhkan sekitar lima tahun untuk bisa masuk ke supermarket.
"Menjaga berat badan tidak bertambah itu penting, dan (ramuan) ini merupakan cara yang lebih dapat diterima daripada membatasi asupan makanan pada diet," jelasnya.
Tim IFR kini tengah merencanakan untuk menambahkan emulsi ini pada makanan olahan seperti burger, hot dog, dan kentang goreng, untuk melihat apakah ada pengaruh yang sama.

Sumber :
The Daily Mail / kompas.com

Tidak ada komentar: