Mengapa Ada Orang Yang Mendengkur Ketika Tidur?



Dengkur terjadi bila saluran pernapasan menyempit. Penyebab dari penyempitan tersebut banyak. Orang yang tertidur ketika sedang duduk kehilangan kontrol atas otot-otot rahang bawah dan langit-langit mulutnya. Otot-otot tersebut mengendur, akibat jalan napas menjadi sempit.
Orang yang tidur terlentang juga dapat mendengkur karena rahang bawah turun dan otot pada langit-langit mulutnya mengendur. Demikian pula bila kita tidur pada posisi miring dengan kepala tengadah. Dengkur dapat juga disebabkan oleh halangan pada saluran pernapasan, misalnya pada penderita amandel. Orang yang hidungnya tersumbat, juga dapat mendengkur karena mulutnya harus dibuka untuk bernapas dan rahangnya mengendur.
Pembengkakan selaput lendir yang melapisi saluran pernapasan juga dapat menghalangi pernapasan, seperti yang terjadi pada penyakit pilek atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya. Selama masa kehamilan dan menjelang haid, terjadi pembengkakan dan jaringan yang mempengaruhi selaput pada saluran pernapasan. Demikian juga pada penderita alergi.
Suasana tempat kita tidur juga dapat menyebabkan kita mendengkur, misalnya terlalu kering dan panas, atau terlalu lembab.
Pada sementara orang cuping hidungnya cenderung mengempis ketika mereka tidur, sehingga menimbulkan dengkuran. Kemungkinan mendengkur bagi orang gemuk lebih besar daripada orang kurus, karena saluran pernapasannya terhambat oleh lapisan lemak. Inilah salah satu penyebab yang dianggap paling nyata. Sebab, orang gemuk yang kemudian menjadi kurus bila sedang tidur dengkurannya juga akan berkurang. ***

Tidak ada komentar: