Stroke, Mengancam Usia Muda



Dulu, stroke adalah penyakit yang identik dengan masa tua. Namun hal itu tampaknya sudah tidak berlaku lagi. Menurut peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), stroke banyak ditemukan di kalangan remaja dan orang muda dewasa. Laporan ini diterbitkan dalam Annals of Neurology.
Data di AS menunjukkan, jumlah pasien berusia 15-44 tahun yang menjalani perawatan dirumah sakit khusus stroke melonjak lebih dari sepertiga antara tahun 1995 dan 2008. Peningkatan ini diduga karena meningkatnya sebagian jumlah orang muda yang memiliki penyakit seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2 - penyakit yang sebenarnya berhubungan dengan orang dewasa yang lebih tua.
Peneliti mencatat, tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, obesitas dan kolesterol tinggi adalah faktor risiko pencetus terjadinya stroke.
Dr Mary George, petugas medis di CDC, Divisi Pencegahan Penyakit Jantung dan Stroke menemukan, dalam 14 tahun periode yang sama telah terjadi peningkatan penderita stroke di kalangan pemuda. Mereka menemukan bahwa diabetes, kolesterol dan penggunaan tembakau, sebagai pemicu utama meningkatnya para remaja dan dewasa muda yang mengalami stroke.
"Saya terkejut melihat sejauh mana faktor risiko kardiovaskular pada populasi muda. Karena fokus pada pengendalian risiko ini biasanya ada pada kalangan orang tua," kata George.
"Kami benar-benar perlu mendorong orang untuk menjalani gaya hidup sehat sejak mereka masih sangat muda. Stroke dapat dicegah dengan makan makanan yang sehat, olahraga teratur, dan menghindari penyalahgunaan alkohol serta tembakau," tambahnya.
Menurut American Heart Association, stroke adalah penyebab utama kematian ketiga di AS. Delapan puluh tujuh persen dari pasien stroke mengalami stroke iskemik, di mana terdapat gumpalan atau plak sehingga menyumbat aliran darah ke otak.
Dr. Larry B. Goldstein, Direktur Duke University Stroke Center, berkomentar bahwa, "data yang disajikan dalam penelitian ini adalah sebuah alarm (peringatan)."
Menurut Goldstein, secara tradisional, faktor risiko penyebab stroke pada orang muda biasanya tidak sama dengan orang tua. "Usia tua adalah faktor utama terjadinya stroke, dengan risiko dua kali lipat pada usia diatas 55 tahun. Sekitar sepertiga dari stroke terjadi pada orang di bawah usia 65 tahun, namun untuk remaja dan dewasa muda cenderung sangat rendah," katanya.
Tapi, ia memperingatkan, penelitian ini menunjukkan bahwa  ada peningkatan faktor risiko stroke seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, lipid, penggunaan tembakau dan penyalahgunaan alkohol di usia muda yang menyebabkan pada meningkatnya penderita stroke.
Pakar lain, Dr Michael Katsnelson, asisten profesor neurologi klinis di University of Miami Miller School of Medicine, mengatakan perlu adanya kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat untuk mencegah terjadinya stroke.
"Prevalensi faktor risiko untuk stroke tampaknya akan meningkat pada populasi yang lebih muda. Itu masuk akal dengan perkembangan epidemi obesitas," katanya.

sumber;healthdaynews

Kenari, Berkhasiat Cegah Kanker Payudara



Konsumsi walnuts atau biasa disebut biji kenari ternyata memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Bahkan, khasiat yang hadir dalam biji kenari disinyalir mampu menurunkan risiko kanker payudara secara signifikan.
Temuan ini berdasarkan hasil penelitian yang dihimpun oleh para peneliti dari Marshall University, yang dilaporkan dalam Journal Nutrition and Cancer.
Dalam penelitiannya, peneliti melakukan pengujian pada seekor tikus untuk melihat manfaat dari konsumsi kenari. Hasil menunjukkan, risiko kanker payudara turun secara signifikan pada tikus yang mengonsumsi kenari setiap harinya dengan jumlah sedang.
Penelitian yang dipimpin oleh Elaine Hardman, dari Marshall Joan C. Edwards School of Medicine, juga membandingkan efek dari konsumsi makanan tertentu dengan pola makan yang mengandung kenari. Jumlah konsumsi kenari dalam pengujian setara dengan sekitar 2 ons per hari bagi manusia.
Hardman mengatakan bahwa selama periode penelitian, kelompok yang makan kenari sampai tahap kedua mengalami setengah penurunan kanker payudara dibandingkan dengan kelompok yang diet tanpa kenari. Bahkan, jumlah tumor dan ukuran kanker payudara secara signifikan jauh lebih kecil pada mereka yang mengonsumsi kenari.
"Makanan adalah obat yang penting dalam diet kita. Apa yang kita masukkan ke dalam tubuh akan membuat perbedaan besar. Makanan menentukan bagaimana tubuh berfungsi dan bereaksi terhadap penyakit dan kesehatan," katanya
Hardman mengatakan, penelitian lain secara jelas telah menunjukkan bahwa beberapa senyawa yang terkandung dalam kenari mampu mengurangi risiko kanker atau memperlambat pertumbuhan kanker.
"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kenari dapat menjadi bagian dari diet sehat dan mengurangi risiko kanker di generasi mendatang," tandasnya.


sumber: EurekAlert

10 Mobil Berbahan Bakar Listrik Tercepat Di Dunia



Di masa mendatang mobil bertenaga listrik bakal diprediksi menjadi sektor paling menggiurkan untuk dikendarai dengan alasan ramah lingkungan.

Karenanya banyak produsen mobil global mengembangkan mobil listrik dengan tujuan menawarkan kelebihan ketika berada di balik kemudi mobil listrik. 

Tetapi tidak banyak mobil listrik yang dibangun oleh pabrikan mobil dengan alasan biaya apalagi dalam sport car listrik. Hanya sebagian kecil produsen mobil mengembangkan sport car listrik.

Nah, dari banyaknya mobil konsep bertenaga listrik ternyata ada yang paling menawarkan kelebihan dengan rasa kecepatannya. Apa saja itu? Simak mobil listrik cepat yang disusun oleh automotto.



1. Koenigsegg Quant


Di balik bodinya yang aduhai, terdapat mesin yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 512 hp dengan torsi 715 Nm. Hebatnya bergerak dari 0–100 km/jam hanya membutuhkan 5.2 detik dengan kecepatan maksimal 275 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi rem regeneratif yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.



2. Shelby Aero Ev


Mobil ini pernah dijuluki sebagai mobil listrik tercepat di dunia. Di balik bonnetnya tersimpan mesin yang mampu menyemburkan tenaga sebasar 1.000 Hp yang mampu membawa 0-100 km/jam dalam hitungan waktu 2,5 detik saja. Mobil tersebut bisa mencapai kecepatan maksimal 334 km per jam. Baterainya tergolong canggih, dengan lama pengisian sekitar 10 menit sudah bisa membawa Anda sejauh 150 mil.



3. AC Propulsion TZero


AC Propulsion TZero dikembangkan oleh produsen mobil Amerika Serikat, AC Propulsion. Casis mobil ini terbuat dari fiberglass dan suspensi double wishbone dan rack-pinion. Mesinnya sanggup melontarkan tenaga sebesar 200 hp dengan torsi 240 Nm. Mobil ini memiliki bobot 1.000 kg sehingga 0-100 km/jam hanya 4,07 detik dengan kecepatan maksimal 250 km per jam. AC Propulsion TZero diproduksi mulai pada 1997, namun produksi dihentikan pada 2003.



4. Jaguar C-X75 


Mobil ini salah satu mobil hybrid terfenomenal dengan emisi karbondioksida 99 gram/km, sedangkan bisa berlari dari 0–100 km/jam dalam 3 detik dengan kecepatan maksimal 320 km/jam. Jaguar C-X75 rencananya bakal dibanderol 700.000 pounsterling (atau hampir Rp 10 miliar).



5. Peugeot EX1


Peugeot EX1 adalah mobil bertenaga listrik 100 persen. Energi yang disimpan pada baterai lithium-ion yang diteruskan ke dua buah motor listrik yang dipasang pada setiap as roda. Tiap motor mampu menghasilkan tenaga 170 Ps (total 340 Ps) plus torsi 240 Nm setiap roda. 



6. Li-ion Inizio


Li-ion Inizio adalah mobil listrik paling bergaya karena menggabungkan style, sport, unik ke dalam satu mobil. Baterainya yang bisa menyimpan tenaga besar menawarkan kecepatan maksimal 273 km per jam. Sementara dari 0-100 km/jam dengan hitungan 3,4 detik. Interiornya terinspirasi dari sport car Dodge Viper dan bagian luarnya Ferrari. Mobil hanya diproduksi sebanyak 2,500 unit per tahun dengan harga US$ 139,000 atau sekitar 1,2 miliar.



7. Wrightspeed X1


Modelnya mirip dengan Ariel Atom. Wrightspeed X1 salah satu sport car listrik yang bakal membuat penggunanya tercengang. Karena dari 0-100 km/jam dalam hitungan 3 detik. Sedankan kecepatan maksimumnya bisa mencapai 167 km per jam.



8. Tesla Roadster



Tesla Roadster salah satu mobl teramah lingkungan yang menggabungkan style. Sport car listrik ini sudah menjadi andalan masyarakat AS yang suka kebut namun tetap menjaga kelestarian lingkungan. Mesinnya bisa menyemburkan tenaga sebesar 288 Hp dengan 295 Nm. Mobil tersebut bisa bergerak dari 0-100 km/jam 3,7 detik dan kecepatan maksimal 201 km per jam. 



9. Fastest Electric F1 Car


Mobil ini dijuluki sebagai mobil Formula 1 yang paling ramah lingkungan. Tidak hanya ramah juga salah satu mobil F1 yang mengusung mesin listrik. Bergerak dari 0-100 km/jam hanya butuh waktu 3 detik dengan kecepatan maksimal 250 km/jam.



10. Ellica


Eliica adalah mobil listrik buatan produsen asal Jepang yang mengakomodir masyarakat kota. Karenanya bodinya agak sedikit tambun. Namun kemampuan motor listriknya cukup baik yakni 0-100 km/jam dalam hitungan waltu 4 detik. Motor listriknya sanggup melesatkan Ellica hingga batas kecepatan 370 km per jam. Ellica adalah mobil listrik hasil pengembangan Universitas Keio di Japan.


sumber:detikoto

Keberhasilan Esther Turunkan Bobot Tubuh 22 Kg Dalam 3 Bulan


Esther pemenang kompetisi Bye Bye Big (BBB)


Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebihan sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan membahayakan kesehatan. Problem kegemukan sebenarnya dapat diatasi dengan melakukan diet sehat dan seimbang, di samping motivasi dan keinginan yang kuat dari diri seseorang untuk mau hidup sehat.

Hal ini pula yang menjadi kekuatan bagi Esther Kimiwati (35) yang sukses menurunkan bobot tubuhnya sebanyak 22 kilogram dalam waktu tiga bulan. Keberhasilan itu sekaligus mengantarnya sebagai juara kompetisi program penurunan berat badan Bye Bye Big (BBB) yang diselenggarakan Roche di Jakarta, belum lama ini.

Dengan profesi sebagai  regional sales manager, problem obesitas diakui Esther membuatnya cukup sulit melakukan pekerjaan yang menuntutnya selalu mobile dan bertemu banyak klien. Apalagi, saat itu berat badannya sempat mencapai 95 kg.

Namun, sejak mengikuti program BBB, banyak perubahan yang ia dapatkan, di antaranya mengatur pola makan, olahraga, dan menerapkan gaya hidup sehat.  Khusus soal makanan, ia mengaku membatasi asupan karbohidrat secara bertahap dan menghindari beberapa jenis makanan, seperti makanan manis dan berminyak (goreng-gorengan).

"Program yang dikasih dokter, saya cuma makan dua sendok nasi merah. Dan, untuk paginya, saya makan roti gandum tanpa isi. Itu untuk mengurangi karbohidrat. Setelah bulan-bulan terakhir karbohidratnya dihilangkan sama sekali," katanya, Selasa, (23/8/2011).

Perubahan pola makan tersebut, menurut Esther, cukup sulit dijalani, terutama pada minggu-minggu pertama. Namun, berkat dukungan dan motivasi yang kuat dari dalam diri serta dokter pendamping, ia mulai terbiasa dengan program tersebut.

"Ketika kita ingin menurunkan berat badan, yang utama adalah kita harus konsisten dalam menjaga makan. Kedua, kita harus berolahraga secara teratur sesuai anjuran untuk menurunkan berat badan," katanya.

Di tengah-tengah kesibukannya, Esther masih menyempatkan diri untuk berolahraga minimal 5-6 kali dalam seminggu.  Treadmill adalah jenis olahraga yang paling sering ia lakukan. Dalam sehari, biasanya dia menghabiskan waktu dua jam untuk berolahraga (75 menit treadmill dikombinasikan dengan angkat beban ringan).

"Saat ini, tubuh saya jauh lebih sehat, lebih fit dan bugar, dan otomatis penampilan jauh lebih menarik," ujarnya.

Obat sebatas penunjang

Untuk menunjang program penurunan berat badannya, wanita yang mengaku hobi olahraga  diving ini ternyata juga mengonsumsi obat tertentu. Obat tersebut berfungsi mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh hingga 30 persen.

Menurut Esther, obat tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap penurunan nafsu makan dan tidak menimbulkan efek samping karena tidak bekerja melalui sistem saraf, seperti halnya obat pelangsing yang beredar di pasaran.

"Obat itu hanya sebagai penunjang, dan saya tidak bergantung dengan obat itu. Tetap yang lebih utama adalah bagaimana mengatur kebiasaan dan pola makan yang sehat," ucapnya.

Dengan sukses menurunkan berat badan dari 95 kg menjadi 73 kg, Esther kini berhasil membuang 18,1 kg lemak yang selama ini tersimpan di tubuhnya. Perubahan ini membuatnya merasa menjadi manusia baru yang lebih sehat, percaya diri, dan berenergi.

Padahal, dulu, ia mengaku sering merasa cepat lelah dan capek walaupun tidak menderita penyakit apa pun. Esther berharap perubahan yang terjadi pada dirinya dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat Indonesia yang mengalami masalah kelebihan berat badan dan obesitas untuk menurunkan berat badan dengan cara sehat.

"Pesan saya, jangan terlambat melakukan penurunan berat badan sebelum hal itu membahayakan diri Anda. Jangan tunda lagi melakukan sesuatu yang lebih baik dan sehat buat diri sendiri. Anda pasti bisa seperti saya," ungkapnya.

Motivasi dan niat

Dr Samuel Oetoro, ahli gizi dari Rumah Sakit MRCC Siloam Semangi, yang mendampingi Esther selama menjalani program, mengatakan, pada dasarnya setiap orang bisa menurunkan berat badan asal mempunyai niat dan motivasi yang tinggi.

Menurut dia, keberhasilan Esther dalam menurunkan berat badan tidak lepas dari niat dan motivasinya yang kuat untuk hidup lebih sehat. "Intinya motivasi dan niat. Kalau dia sudah punya niat, beres. Di awal, berat Esther sangat berlebihan, sekitar 95 kg. Tapi, karena motivasi dia kuat, dia bisa menurunkan 22 kg," ucapnya.

Selama masa pendampingan, Samuel selalu menekankan kepada Esther dan peserta program BBB lain untuk mengonsumsi makanan rendah kalori. Setiap hari, jumlah asupan kalori dibatasi hanya 1.000 kalori, yang disebut  low calorie diet, dengan komposisi seimbang.

Arti seimbang di sini adalah mencakup karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk karbohidrat, dipilih karbohidrat yang kompleks atau tinggi serat.

"Misalnya untuk nasi, saya suruh beras merah. Kalau mereka mau makan roti, saya suruh roti gandum, dan makan kentang bersama dengan kulitnya supaya ada serat sehingga penyerapan karbohidrat lebih lambat," katanya.

Samuel menambahkan, dalam menjalani program diet, hal terpenting adalah bagaimana seseorang dapat membentuk kebiasaan. Kebiasaan yang dimaksud adalah pintar memilih makanan sehat dan rutin berolahraga. Jika kebiasaan tersebut sudah terbentuk, dengan sendirinya berat tubuh akan normal dan jauh dari masalah obesitas.

Terkait dengan aman tidaknya penggunaan obat dalam penurunan berat badan, menurut Samuel, itu bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Pasalnya, obat yang digunakan oleh peserta program sudah dijamin keamanannya dan sama sekali tidak menimbulkan efek samping. Obat tersebut, kata Samuel, hanya bekerja lokal di saluran cerna dan tidak diserap.

"Jadi, obat itu tidak masuk ke aliran darah dan tidak memengaruhi organ tubuh yang lain. Obat itu hanya membantu. Kalau Anda bisa mengatur makan, olahraga, dan punya motivasi besar, lakukan hanya itu (tanpa obat). Tapi, kalau motivasinya tanggung, harus dikombinasi dengan dibantu obat," tuturnya.


sumber:kompas.com

Antibiotik Tak Rasional, Menimbulkan Ancaman Pandemi



Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik mendorong terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik di dunia. Masalah ini menimbulkan ancaman pandemi.
Hal itu mengemuka dalam seminar Antimicrobial Resistance-Containment and Prevention di Jakarta, Kamis (7/4), dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Sedunia. Dalam kesempatan yang sama diluncurkan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Kementerian Kesehatan.
Kepala Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia Khanchit Limpakarnjanarat menyatakan, di dunia lebih dari 50 persen antibiotik tidak layak diresepkan dan sekitar 50 persen pasien tidak mengonsumsi obat secara tepat. Akibatnya, terjadi resistensi bakteri terhadap antibiotik.
Dia mencontohkan, di dunia ada sekitar 180.000 kasus tuberkulosis resisten obat (MDR-TB) per tahun. Selain itu, ada kuman penyebab kolera yang resisten terhadap kotrimoksazol dan tetrasiklin. Di Thailand, 69 persen Streptococcus pneumoniae penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) resisten terhadap penisilin.
”Resistensi obat dapat mengakibatkan ledakan kasus dan ancaman pandemi. Kuman yang resisten menyebar melintasi batas-batas negara,” kata dia.
Di Indonesia, kesadaran akan penggunaan antibiotik secara rasional minim. Guru Besar Farmakologi dari Universitas Gadjah Mada Iwan Dwiprahasto mengatakan, penggunaan antibiotik tidak rasional dalam kasus ISPA mencapai 94 persen dan diare 87 persen. Sebaliknya, untuk penyakit yang membutuhkan antibiotik justru hanya 20 persen yang mendapatkan antibiotik.
Data tersebut hasil riset yang diselenggarakan di lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat oleh Universitas Gadjah Mada tahun 2004. Iwan menduga, sampai kini tidak banyak perubahan. Hasil penelitian lain yang dilakukan di 56 puskesmas di 3 distrik di Aceh tahun 2010 menunjukkan, 60 persen anak yang tidak membutuhkan diresepkan antibiotik.
Menurut Iwan, ada penggunaan antibiotik lewat pakan untuk unggas sekitar 20-25 persen. Antibiotik itu tersisa dalam telur dan daging sehingga manusia tanpa sadar mengonsumsi.
Untuk mencegah pandemi, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengimbau kerja sama berbagai pihak mulai pengelola fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Dokter diharapkan rasional dalam meresepkan obat. ”Kalau ada dokter yang melanggar pedoman pemberian antibiotik atau obat keras lain akan diberikan sanksi mulai dari peringatan, sanksi administrasi, hingga pembekuan izin praktik,” kata Endang. Apotek juga diminta tidak sembarangan memberikan antibiotik.(INE)

sumber:kompashealth

Khasiat Teh Hijau, Cegah Kerontokkan Rambut



Penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung banyak bahan kimia bisa menyebabkan rambut menjadi kering, kusam, dan gampang patah. Untuk mengatasinya, sesekali manjakan rambut Anda dengan perawatan alami yang dibuat sendiri, salah satunya dengan teh hijau.
Selama ini manfaat teh hijau hanya diketahui untuk tubuh. Padahal, kandungan antioksidan dalam minuman ini juga baik untuk kesehatan rambut. Para ahli bahkan percaya teh hijau bisa mencegah kerontokan rambut. Apa saja manfaat dan zat berkhasiat dari teh hijau?


1. Melawan "Dihydrotestosterone" ( DHT )

Dihydrotestosterone adalah testosteron alami yang ditemukan pada pria dan wanita. Saat ini para ahli mengetahui bahwa penyebab rambut rontok adalah DHT. Kebotakan khas pria juga diduga disebabkan karena folikel rambut yang sensitif pada DHT. Karena itu, salah satu strategi mencegah kerontokan adalah menghadang DHT.
Teh hijau merupakan herbal pelawan DHT yang andal. Teh hijau diketahui akan meningkatkan kadar hormon seks pengikat globulin (SBGH) yang berinteraksi dengan testosteron sehingga mencegah pembentukan DHT.


2. Meningkatkan sirkulasi darah ke folikel rambut

Teh hijau mengandung polifenol katekin. Cukup banyak penelitian yang mengungkapkan molekul ini memiliki efek antikarsinogenik dan fungsi antibiotik. Penelitian pada tikus juga menunjukkan, katekin menyebabkan pembuluh darah berkontraksi lebih baik sehingga aliran darah ke sistem kardiovaskular dan pembuluh darah kecil menjadi lancar, termasuk ke bagian folikel rambut.


3. Merangsang pertumbuhan rambut

Komponen yang disebut epigallocatechin-3-gallate ( EGCG) adalah antioksidan yang paling kuat. Riset yang dilakuakan di Jepang dan Korea menunjukkan EGCH memiliki efek positif pada pertumbuhan rambut. Kabar gembiranya, teh hijau mengandung 10 persen EGCH sehingga sangat dianjurkan untuk merangsang pertumbuhan rambut.


4. Menghilangkan ketombe dan psoriasis

Berbagai penelitian menunjukkan, teh hijau efektif untuk menghilangkan ketombe dan penyakit kulit psoriasis dengan cara mengatasi iritasi di kulit kepala. Sampo yang berbahan dasar teh hijau sangat disarankan untuk rambut berketombe. Cara lain, setelah memakai shampo, bilaslah rambut dengan air teh hijau.


5. Menguatkan dan melembabkan

Manfaat lain dari teh hijau adalah menguatkan akar rambut karena teh hijau mengandung panthenol, vitamin C dan E. Vitamin E akan mengembalikan kemudaan rambut yang kering atau rusak. Sementara vitamin C membantu melindungi rambut dari bahaya sinar matahari. Pantenol dan provitamin akan membuat rambut lebih lembut dan mencegah patah.


sumber:kompashealth

10 Khasiat Besar Teh Hijau



Ada beragam alasan mengapa teh hijau dijadikan sebagai salah satu minuman kesehatan oleh produsen minum ringan. Berikut 10 manfaat nyata dari teh hijau yang telah diteliti oleh para ahli, sehingga Anda patut untuk mengganti minuman bersoda dari daftar kesukaan Anda.

1. Teh hijau dapat membantu perlindungan terhadap kanker. Menurut U.S. National Cancer Institute, kandungan katekin dalam polifenol yang terdapat pada teh hijau memiliki peranan penting dalam pencegahan kanker.

Penelitian selanjutnya menyimpulkan bahwa oksidan tak aktif polifenol, mengurangi jumlah dan ukuran tumor, serta menghalangi pertumbuhan sel kanker. Penelitian serupa secara khusus juga telah dilakukan terhadap kanker kandung kemih, payudara, ovarium, esofagus (bagian dari alat pencernaan berupa saluran yang membawa makanan dari kerongkongan ke perut), paru-paru, pankreas, prostat, kulit dan perut.

2. Teh hijau dapat membantu mencegah aterosklerosis. Antioksidan dalam teh hijau juga dipercaya untuk mencegah penumpukkan lemak di dalam pembuluh darah dengan menekan proses oksidasi LDL (kolesterol jahat). Antioksidan ini juga mengurangi kemungkinan penggumpalan darah dan membantu arteri (pembuluh darah) menjadi rileks sehinga dapat melancarkan aliran darah.

3. Teh hijau dapat membantu menjaga kadar kolesterol baik. Penelitian menyatakan bahwa teh hijau menurunkan kolesterol secara keseluruhan dan meningkatkan HDL (kolesterol baik) pada hewan dan manusia. Polifenol dalam teh hijau membantu menghadang proses penyerapan usus dan melancarkan pengeluarannya dari dalam tubuh.

4. Teh hijau dapat membantu mengendalikan diabetes. Teh hijau telah digunakan secara tradisional untuk mengendalikan gula darah dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu pengaturan glukosa dalam tubuh.

5. Teh hijau dapat membantu melawan penyakit pada hati. Teh hijau sepertinya melindungi hati dari efek buruk senyawa beracun seperti alkohol.

6. Penurunan berat badan. Ekstrak teh hijau mampu meningkatkan metabolisme dan membantu membakar lemak. Beberapa peneliti menduga polifenol, khususnya katekin yang bertanggung jawab dalam proses pembakaran lemak.

7. Rileksasi. Minum secangkir teh hijau hangat dapat membantu menghasilkan perasaan rileks dan meningkatkan daya ingat karena kandungan asam amino L-teanin di dalamnya.

8. Teh hijau dapat membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Penelitian yang dilakukan The Brigham and Women’s Hospital menyebutkan bahwa kandungan teanin dalam teh hijau meningkatkan kapasitas sel Gamma Delta T untuk melawan penyakit dan membantu tubuh melawan infeksi.

9. Teh hijau membantu memperkuat sistem pencernaan dan pernafasan karena kandungan bioflavonoid.

10. Teh hijau merupakan anti bakterial dan membantu mencegah lubang di gigi.

Minum dua hingga tiga cangkir teh hijau sehari (mengandung 240 hingga 320 mg polifenol) sangat dianjurkan. Inilah cara terbaik mendapatkan antioksidan teh hijau dari bentuk alaminya.



sumber:www.preventionindonesia.com