Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan

Manusia Akhir Zaman



Nats: II Timotius 3:1-5

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, Paulus menuliskan kepada Timotius mengenai ciri-ciri manusia akhir zaman. Mengapakah ada daftar yang sedemikian buruk mengenai manusia akhir zaman? Jikalau kita membaca perikop ini, saya dapat meraba apa yang Paulus maksudkan. Apakah penyebab utama sehingga manusia sedemikian rusaknya? Sebenarnya ada dua penyebab utama yang mengakibatkan mereka demikian. Penyebab yang paling dasar sekali adalah mereka tidak peduli pada hal-hal rohani. Mereka lebih memperhatikan dan menghargai hal-hal jasmani karena bagi mereka itu adalah segala-galanya.

Memang uang memegang peranan penting, tetapi jikalau kita menempatkan uang di atas hal rohani, maka kita sudah melakukan suatu kesalahan di hadapan Allah. Siapakah di muka bumi ini yang tidak memerlukan uang? Tidak ada seorang pun yang dapat lepas darinya. Siapakah orang di muka bumi ini yang berani berkata bahwa dia tidak memerlukan materi? Kita semua memerlukan pakaian, sepatu, dan berbagai materi lainnya. Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang tidak memerlukan materi. Tetapi persoalannya adalah ketika dua hal di hadapkan pada kita, pilihan kita akan mencerminkan isi hati kita.

Di akhir ayat kedua dikatakan bahwa manusia akhir zaman tidak mempedulikan masalah agama. Mereka tidak peduli mati masuk surga atau neraka. Padahal tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah tidak mendengar ada orang yang meninggal atau tidak menyadari bahwa meninggal adalah sesuatu yang pasti. Kita satu kali pasti mati hanya kita tidak tahu kapan waktunya kita mati. Sementara itu Paulus kataka bahwa manusia akhir zaman tidak peduli sama sekali akan hal itu. Karena tidak peduli akan hal itu segala macam kejahatan mereka lakukan. Anggota jemaat kita, Saudara Fendi, ditabrak mobil, namun mobil tersebut pergi begitu saja. Fendi kemudian mengejarnya dengan tangan yang berlumuran darah. Namun apa yang terjadi? Ternyata yang di dalam mobil itu ada dua orang Kopasus. Yang aneh adalah bukannya mereka meminta maaf tetapi mereka meminta ganti rugi karena Fendi adalah Chinese. Sungguh bejat sekali. Tetapi Fendi mempunyai falsafah kekristenan yang baik sekali, ia berkata, “Tidak apa-apa karena uang itu akan mereka bawa masuk ke neraka.”

Manusia di muka bumi ini, jikalau ia tidak merenungkan masalah surga dan neraka, mereka bisa berpikir apa saja serta melakukan apapun. Seorang paman berusia 27 tahun membunuh keponakannya karena ibunya lebih memperhatikan keponakannya yang masih kecil itu dari pada dirinya. Itulah gambaran kehidupan mereka yang menyepelekan masalah rohani. Mereka mempunyai prinsip hidup buatlah apa yang disukai dan akibatnya tidak perlu dipikirkan. Merampok, memperkosa, mencuri lakukan saja. Paman yang membunuh keponakannya tidak menyesal dan berkata bahwa dia paling akan dihukum tujuh tahun penjara saja. Dari jawabannya dia mempunyai pemahaman bahwa membunuh keponakannya bukanlah sebuah kerugian besar karena hanya dihukum tujuh tahun saja.

Tersangka yang membunuh Teo Eloway, dituntut oleh jaksa tiga setengah tahun. Mungkin hakim bisa saja memutuskan dua tahunan saja dengan pertimbangan belum pernah dihukum dan punya anak istri dan lain sebagainya. Jikalau manusia itu tahu resikonya ringan dia berani berbuat apa saja. Tetapi mengapakah ada orang yang tidak berbuat kejahatan sedikitpun, sekalipun tidak mendapat ancaman di muka bumi ini? Karena dia tahu kebenaran firman Tuhan. Dia tahu jika dia berbuat jahat akan menghadap penghakiman. Saudaraku, kadang-kadang kita melihat kejahatan di kanan kiri kita, tetapi satu hal yang menghiburkan adalah karena Tuhan menyiapkan suatu penghakiman yang adil untuk kita. Karena dia adalah hakim yang adil.

Mengapakah orang Kristen dilarang untuk membalas kejahatan? Karena sikap kita yang tidak membalas kejahatan adalah sikap kita yang percaya kepada Tuhan. Mengapa rakyat Indonesia jika diperlakukan jahat langsung membalasnya tanpa melapor kepada polisi? Hal itu terjadi karena rakyat Indonesia tidak percaya dengan kinerja pemerintah mengadili dengan adil. Sama halnya prinsip itu diterapkan dalam kehidupan kita. Sehingga setiap perbuatan jahat maupun ketidakadilan yang menimpa kita, kita dapat berkata bahwa hal itu tidak mungkin akan luput dari penghakiman Tuhan. sebab walaupun pemerintah tutup mata, pendilan bisu dan tuli, pemuka agama acuh tak acuh, tokoh masyarakat apatis, kita masih mempunyai Tuhan yang adil. Seberapapun kita ditindas dan dianiaya, kita tetap bersandar kepadaNya karena kita tahu bahwa ada suatu penghakiman yang adil dari Tuhan.

Sejarah mencatat bagaimana gereja Katolik sudah membunuh annabaptis tak terhitung jumlahnya. Mereka dibakar, disalibkan, dikuliti, bahkan pernah di suatu masa, ada satu kampung yang disinyalir ada orang annabaptis di dalamnya, gereja Katolik memperintahkan untuk membunuh semua orang yang ada di kampung itu termasuk yang bukan annabaptis juga dengan suatu pandangan yang dicetuskan oleh uskupnya, “Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya!” Sehingga satu kampung dibantai semuanya. Mengapakah annabaptis tidak melawan? Mereka tidak melawan karena mereka percaya ada Allah yang adil. Mereka percaya ada pemerintahan yang kekal yang memiliki kekuatan tak terbatas yang pasti suatu hari akan menghakimi dengan seadil-adilnya. Percaya pada itu maka kita tidak melawan. Jikalau kita membalas, sebenarnya kita tidak percaya kepada Tuhan.

Jemaatku yang terkasih di dalam Tuhan, membaca list ini, manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Apakah yang dimaksud dengan orang yang beribadah secara simbolik atau lahiriah namun tidak menghayati kekuatan yang dijanjikan itu? Artinya, jikalau kita sungguh-sungguh mengerti bahwa Tuhan memberikan upah yang besar bagi yang sungguh-sungguh setia sampai mati, maka janji itu baginya tentu selalu terngian-ngiang terus. Hal ini tidak ubahnya dengan orang yang dijanjikan uang seratus juta rupiah untuk menjaga rumahnya selama satu bulan saja. Dia diperintahkan untuk mengatur dan membersihkan rumah itu serta menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Tentu di dalam dia melakukan tugas itu, dia selalu teringat akan janji itu sehingga timbul suatu kerinduan yang sangat akan janji itu. Janji itu benar-benar dihayati olehnya maka dia akan menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Di dalam Alkitab terdapat banyak janji, himbauan, dan dorongan dari Tuhan. Tetapi sungguhkah kita sedemikian menyakini apa yang dijanjikan Tuhan di dalam firmanNya? Ataukah kita hanya membaca sambil lalu tanpa menghayatinya. Inilah yang disebut dengan mereka yang memungkiri kekuatannya.

Contoh sederhana mengenai hal ini dapat kita temukan dalam Matius 6:25-34. Dikatakan bahwa:
Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Pernahkah ketika kita membaca perikop ini kita meragukan janji Allah ini? Apakah janji itu dapat dipegang erat-erat? Tuhan mengatakan di bagian lain bahwa janji Tuhan itu seperti emas yang teruji yang dileburkan dalam tujuh kali dapur peleburan di tanah. Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya.

Memang benar bahwa hal-hal materi itu biasanya dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi yang ditekankan dalam bagian ini adalah dimanakah kita melabuhkan hati kita. Seandainya Anda disuruh untuk memilih antara masalah rohani dan jasmani dan Anda diharuskan memilih salah satu dari keduanya, apakah yang akan Anda pilih? Mungkin ketika hal ini ditanyakan di gereja semua akan menjawab bahwa mereka akan mengutamakan masalah rohani. Apalagi ketika baru selesai mendengarkan penguraian kebenaran firman Tuhan ini. Namun hal itu akan berbeda jika itu terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada saat itu manakah yang akan kita pilih?

Mengapakah kita lebih sering menggunakan hari Minggu sebagai saat untuk pindah rumah? Mengapakah banyak orang Kristen yang merasa adalah lebih baik pindah rumah pada hari Minggu dibandingkan dengan hari-hari lain? Mereka melakukan ini karena berpikir adalah sangat sulit untuk meminta izin dari pimpinan kantornya sedangkan Tuhan itu dapat dinomorduakan. Sehingga hari Minggu tidak kebaktian karena dia pindah rumah. Seolah-olah dia menganggap Tuhan itu lebih gampang. Tuhan disepelekan sama sekali. Jujur kata sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengutamakan masalah jasmani dari pada masalah rohani dalam hidup ini. Memang dalam gereja semua angkat tangan ketika ditanyakan masalah ini. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari hal itu sangat berbeda. Urusan rohani dinomorduakan dan dianggap sebagai hal “cingcay” saja.

Rasul Paulus mengatakan bahwa mereka itu beribadah namun memungkiri kekuatannya. Dalam arti kata mereka memang mempercayai Allah Mahakuasa, Allah adalah Pribadi tertinggi yang paling dihormatid dari segala-galanya, tetapi sebenarnya mereka memungkiri kekuatannya. Sesuatu yang sebenarnya sangat tidak mungkin.

Jemaatku, kadang-kadang kita perlu tenggelam dalam renungan, “Tuhan, sejak aku mengenalMu, sejak Engkau memperkenalkan kasih karuniaMu kepadaku, adakah aku makin hari makin mempercayaiMu? Adakah makin hari aku makin menghormati dan mengasihiMu? Tuhan, adakah kerohanian saya makin hari makin maju? Adakah keberanian bagiku untuk menjawab keinginanMu dalam hidupku. Adakah aku sungguh-sungguh untuk melayaniMu?”

Dulu saya mempunyai keinginan untuk menjadi orang kaya. Saya bekerja seperti orang gila saja. Anda dapat bayangkan, dari jam 7 pagi sampai jam 12 mengajar di SD Maranatha di Sintang. Setelah itu pulang ke rumah untuk makan kemudian buru-buru pergi kerja lagi di CV Pembangunan Jaya sampai jam 5 sore. Setelah itu pulang untuk makan malam dan mandi lalu pergi kerja lagi sebagai sales asuransi sampai jam 10 malam. Saat itu saya mulai berpikir bahwa Suhento pasti akan menjadi orang kaya. Saya mulai menabung supaya punya modal untuk membuka usaha sendiri. Saat itu saya sudah mempunyai modal yang lumayan besar. Saya bisa membeli Corolla DX seharga tujuh setengah juta karena saya mempunyai uang sembilan jutaan. Sampai suatu hari ada teman yang datang untuk meminjam uang dari saya dengan jaminan bunga yang cukup besar. Sebagai jaminan dia memberikan sertifikat rumahnya sebagai jaminan. Beberapa bulan kemudian ternyata dia kabur entah kemana namun itu tidak masalah karena saya memiliki serifikat rumahnya. Akhirnya kami pun pindah ke rumah tersebut. Belum lama kami tinggal di sana, tiba-tiba petugas bank datang untuk menyita rumah tersebut dan mereka juga mempunyai sertifikat atas rumah tersebut. Saat itu sangat sulit untuk menang perkara melawan bank akhirnya rumah itu pun disita oleh bank.

Hal itulah yang membuat kami duduk termenung berlinangan air mata. “Tuhan, sekarang Engkau mau kami berbuat apa?” Karena sebelumnya saya sudah sering berkotbah keliling dan akhirnya kamipun bertekad untuk menjadi hambaNya. Mulai saat itu saya mulai merenungkan hal ini. Saya mau mempercayai semua janji Tuhan. Bahwa janji Tuhan itu benar. Bukan masalah tidak perlu masalah materi, tetapi intinya mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya.

Dengan tanggungan dua orang anak saya memutuskan untuk sekolah teologi. Tanpa ada sponsor sama sekali dan tidak ada yang bisa dijadikan sandaran. Hanya bersandarkan pada janji Tuhan saja kami maju terus. Cobalah kita bertanya kepada diri kita sendiri, di dalam kita mengikut Tuhan, apakah makin hari kita makin maju. Pernahkah kita bertanya kepada Tuhan apakah yang diinginkannya di dalam kehidupan kita? Sebenarnya pengalaman saya bisa menjadi guru bagi Anda. Tidak perlu menunggu uang kita diambil orang barulah sadar. Ketika saya merenungkan hal ini, kadang-kadang saya tersenyum sendiri dan berkata, “Tuhan, kadang Engkau memimpin orang dengan membuatnya syok berat.”

Kasih karunia Tuhan begitu besar dalam hidup kita. Marilah kita semakin maju di hadapan Tuhan. Baik itu secara kerohanian kita, pemahaman kita, maupun kasih kita kepadaNya. Makin maju di dalam Tuhan ini dapat ditandai dengan makin mempercayai janji Tuhan dan memegang erat janjiNya. Semakin yakin jika kita berjalan bersama Tuhan pasti akan berjalan dengan baik. Tetapi itu bukan berarti kita lepas tangan. Paulus mengajarkan kepada kita melalui surat yang ia tuliskan kepada jemaat di Efesus, “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28) Jadilah orang Kristen yang mau bekerja dan mau menolong orang lain. Terapkan apa yang Tuhan Yesus katakan, lebih bahagia memberi dari pada menerima. Amin!

Oleh: Dr. Suhento Liauw

sumber: gbiasemarang.blogspot.com

10 Hal Mengenai Freemasonry



Freemasonry (bahasa Inggris) atau Vrijmetselarij (bahasa Belanda) adalah sebuah organisasi persaudaraan internasional. Freemasonry pada zaman modern dimulai dgn berdirinya Grand Lodge di London, Inggris pada tahun 1717. Sebagian peneliti Barat berkeyakinan bahwa Freemasonry sebenarnya sudah didirikan di Skotlandia pada abad ke-14, saat Ksatria Templar ditumpas oleh Raja Perancis Philipe le Bel dan Paus Klemens V.

Di Skotlandia, Templar ini menyusup ke dalam Serikat Tukang Batu (Mason) dan menguasai gilda-gilda serikat pekerjanya (Loji, Lodge). Mereka kemudian memproklamirkan diri sebagai Freemasonry.

Dari Eropa, Freemasonry yang terbagi dalam dua kelompok besar (Ritus Skotlandia dan Ritus York) menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Hindia Belanda (Indonesia).

Maskapai perdagangan Hindia Belanda, VOC, merupakan maskapai perdagangan terbesar dunia kala itu dan dimiliki oleh Freemasonry. Nona Helena Blavatsky dan Kolonel Henry Steel Olcott tercatat sebagai orang-orang yang membawa gerakan ini ke Nusantara.

Organisasi ini mengklaim di seluruh dunia mereka memiliki anggota sebanyak kira" 5 juta jiwa.
Berdasarkan sumber yg sudah melakukan penelitian terhadap sejumlah tulisan dan teks, mereka telah mendapatkan gambaran yang jelas dan tak dapat diragukan lagi sebagai berikut:

1. Freemasonry adalah organisasi rahasia yg terkadang merahasiakan operasinya dan terkadang menampakkannya sesuai dengan situasi dan kondisi, akan tetapi prinsip" kerjanya yg substansial adalah kerahasiaan dalam setiap kondisi, tidak dapat diketahui bahkan oleh para anggotanya sendiri kecuali oleh tim inti yang telah melewati tahapan eksperimen yang beragam dan mencapai karir tertinggi di dalamnya.

2. Freemasonry memiliki jaringan antar para anggotanya di seluruh penjuru dunia berdasarkan pilar lahiriah semata untuk mengecoh para anggota yang bodoh (tidak diandalkan), yaitu persaudaraan insani semu yang dijalin antar para anggota tanpa membeda bedakan keyakinan, sekte dan aliran yang beragam.

3. Freemasonry mengincar orang" penting untuk masuk ke dalam keanggotaannya dengan cara iming" kepentingan pribadi berdasarkan pilar bahwa setiap saudara sesama anggota freemasonry ditempa untuk membantu setiap anggota freemasonry lainnya di bumi manapun dia berada. Membantu hajat, tujuan dan problematikanya. Mendukung tujuan"nya bila dia termasuk orang" yg memiliki ambisi politik dan membantunya pula bila dia berada dalam suatu kesulitan, apapun dasar bantuan itu. Baik berada di pihak yg benar ataupun batil (salah), berbuat zalim atau dizalimi meskipun secara lahirnya ia menutup nutupi hal itu dimana sebenarnya ia menolongnya atas kebatilan. Ini merupakan iming" yg paling serius dalam mengincar orang" dari berbagai level sosial dan kemudian menarik sumbangan dana keanggotaan yg tidak sedikit dari mereka.

4. Keanggotaan dilakukan pada prosesi penobatan anggota baru di bawah acara resmi simbolik yg menyeramkan guna meneror si anggota bila berani melanggar peraturan"nya, sedangkan perintah" yg diberikan kepadanya diatur berdasarkan urutan tingkatannya.

5. Sesungguhnya para anggota yg bodoh dibiarkan bebas melakukan ritual keagamaannya. Organisasi hanya memanfaatkan mereka dalam batasan yg sesuai dengan kondisi mereka saja di mana (dalam keanggotaan) mereka ini akan tetap berada pada level bawah. Sedangkan para anggota yg atheis atau siap menjadi atheis, level mereka akan naik secara bertahap dgn melihat kepada pengalaman" dan ujian" yg gencar sesuai dgn kesiapan mental mereka dalam menjalankan program" kerja dan prinsip" organisasi yg amat berbahaya itu.

6. Organisasi ini memiliki target" politis dan memiliki andil dan campur tangan dalam mayoritas peristiwa penggulingan kekuasaan politik, militer dan perubahan" berbahaya lainnya baik secara terang"an maupun terselubung.

7. Secara prinsip kerja dan organisasi, ia lahir dari gerakan Yahudi dan secara administratif berada di bawah manajemen Yahudi internasional tingkat tinggi, serta secara operasional senyawa dgn gerakan zionis.

8. Tujuan"nya yg hakiki dan terselubung adalah anti semua agama guna menghancurkannya secara keseluruhan.

9. Organisasi ini sangat antusias memilih para anggotanya dari kalangan orang" yg memiliki jabatan tinggi, baik di bidang finansial, politik, sosial ataupun ilmiah. Atau kedudukan apa saja yg sekiranya dapat memanfaatkan orang" berpengaruh di masyarakat. Sedangkan afiliasi orang" yg tidak dapat dimanfaatkan kedudukannya, tidak begitu penting bagi organisasi ini, karenanya ia hanya antusias terhadap bergabungnya para kepala negara, menteri" dan para petinggi suatu negara serta orang" semisal itu.

10. Organisasi ini memiliki banyak cabang yg memakai nama" lainnya untuk mengecoh dan mengalihkan perhatian orang. Sehingga ia bisa melakukan aktivitas"nya di bawah nama" yg beragam tersebut serta mendapatkan penentangan jika memakai nama freemasonry pada kawasan tersebut. Cabang" terselubung dengan nama" beragam tersebut, diantaranya organisasi hitam, Rotary Club, Lion Club, dan prinsip" serta aktivitas" busuk lainnya.


sumber: putraunj.blogspot.com

2012, Ancaman Kekacauan Akan Meningkat



Tahun 2011 dilihat sebagai tahun serangan-serangan dengan target khusus. Ini terlihat dengan banyaknya sertifikat digital legal yang dibajak, munculnya Stuxnet, serta hadirnya ancaman ke perangkat mobile. Di 2012, Symantec melihat tiga tren ancaman yang akan tumbuh.
Tren pertama, ancaman-ancaman yang semakin canggih yang terus-menerus mengincar organisasi-organisasi yang berkaitan dengan kontrol industri.

Survei Critical Infrastructure Protection (CIP) terbaru dari Symantec menemukan bahwa pada umumnya, tidak banyak perusahaan-perusahaan menggunakan program-program CIP. Hanya 37 persen dari perusahaan yang dengan lengkap menggunakan program-program tersebut tahun ini, berbeda dengan 2010 yang mencapai 56 persen.

Jika digabungkan dengan penemuan terbaru mengenai ancaman Duqu, hasil-hasil survei tersebut sangat mengkhawatirkan, mengingat tujuan Duqu adalah mengumpulkan data intelijen, dokumen, desain, dan aset perusahaan-perusahaan. Diperkirakan, sangat mungkin pada 2011 merupakan fondasi bagi serangan Stuxnet berikutnya. 

"Tren keamanan, salah satunya di dunia industri, menjurus ke risiko pencurian data dan menciptakan kekacauan," kata Raymond Goh, Director System Engineering South Asia Symantec, di Jakarta, Kamis 15 Desember 2011.

Kedua, saat penggunaan perangkat bergerak mengalami meningkat pesat, risiko yang timbul juga bertumbuh yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. "Kami juga melihat dengan penggunaan mobile yang naik pesat, serangan bisa juga datang dari sistemwireless," katanya.
Perusahaan-perusahaan melihat adanya peningkatan produktivitas dan kegembiraan pada diri karyawan saat membawa tablet ke lingkungan kerja. Namun, pengadopsian tablet secara cepat bisa membuat perusahaan jadi rentan kehilangan data akibat pihak dalam, baik yang dilakukan dengan maksud jahat maupun tidak. 

Dengan adanya tablet, perhatian beralih ke orang dalam yang tidak terdeteksi radar IT dalam mengakses dan mengirim data penting, dan dalam kasus orang dalam yang memiliki maksud jahat, mencuri hak kekayaan intelektual yang sangat rahasia.

Tren ketiga yang diperkirakan akan marak pada 2012 adalah penyebaran kejahatan cyber dari penjahat bawah tanah ke arus utama bisnis. Ini ditandai dengan munculnya gelombang serangan-serangan dengan target khusus. 



sumber:vivanews.com

Saatnya Sudah Tiba Untuk Bangun



"Kamu mengetahui keadaan waktu sekarang yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita daripada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang." (Roma 13:11, 12)

Pertikaian besar sedang diambang kesudahan. Setiap laporan mengenai malapetaka di laut dan di darat merupakan satu kesaksian pada kenyataan bahwa akhir segala sesuatu sudah dekat. Perang dan berita-berita tentang perang turut menyatakannya. Adakah seorang Kristen yang nadinya bergetar cepat sementara mengharap peristiwa-peristiwa penting terbuka di hadapan kita? Tuhan datang. Kita mendengar bunyi jejak kaki seorang sedang menghampiri Allah.

Sekali-kali janganlah pengetahuan akan dekatnya kedatanga Kristus yang kedua kali ini dibiarkan berlalu begitu saja dan kita jadi lalai tidak mau memperhatikannya lalu kemudian menjadi tertidur, tidak siuman dan mengabaikan kenyataan-kenyataan. Jika kita tertidur maka kita sedang berada dalam dunia khayal dan tidak waspada terhadap hal-hal apa yang sedang terjadi di sekeliling kita.

Ada juga orang-orang yang memiliki sinar kebenaran yang bercahaya-cahaya menerangi sekeliling mereka namun tetap tidak memperhatikannya. Mereka terpikat oleh musuh , berada di bawah pesona kuasanya yang sangat menawan hati. Mereka tidak bersedia pada hari yang besar itu yang sudah dekat pada dunia kita ini. Tampaknya mereka sama sekali lalai terhadap kebenaran agama.

Tidak adakah beberapa anak muda yang sedang bangun? Mereka melihat bahwa malam itu sudah datang dan juga waktu pagi harus bekerja tanpa kenal lelah untuk membangunkan teman mereka yang lagi tidur. Tidakkah mereka dapat merasakan bahaya yang mengancam mereka, berdoa kepada mereka, dan menunjukkan kepada mereka dengan perantaraan hidup dan tabiat agar mereka percaya bahwa Kristus akan segera datang? Semakin lekasnya berkurang waktu diantara kita dan zaman yang kekal, semakin dalamlah hal itu memberi kesan kepada kita. Setiap hari yang berlalu hendaknya kita menyelesaikan pekerjaan kita untuk menyempurnakan tabiat kita.

Pada batas dunia yang kekal banyak orang yang tertidur lelap, banyak orang yang menghabiskan waktunya dalam kesia-siaan, akan tetapi orang-orang yang percaya haruslah waspada, haruslah berjaga, haruslah sungguh-sungguh dan rajin dan terus berdoa.

Orang-orang muda sudahkah kamu memasang lampumu dan menyalakannya?



sumber: www.akhirzaman.org

Materai Allah Dan Tanda Binatang



Aku harus menyimpan kesaksian ini dan memeteraikan pengajaran ini di antara murid-muridKu. Yesaya 8:16.

Orang-orang benar yang hidup akan menerima meterai Allah menjelang penutupan masa pencobaan.

Tanda atau meterai Allah dinyatakan dalam penyucian hari ketujuh yaitu Sabat, hari peringatan penciptaan Tuhan. Tanda binatang itu adalah lawan dari materai Allah ini yakni memelihara hari yang pertama dalam minggu.

Pemeliharaan hari minggu belum lagi merupakan tanda binatang  itu dan tidak akan menjadi tanda binatang sebelum keluar perintah mendesak manusia menyembah sabat yang palsu. Waktunya akan datang bilamana hari ini akan menjadi ujian akan tetapi waktunya belum tiba.

Sebelum seorang menerima tanda binatang itu. Waktunya ujian belum tiba. Ada orang-orang Kristen sejati dalam setiap gereja, tidak terkecuali dalam anggota gereja Roma Katholik.

Belum seorangpun yang sudah dihukumkan sebelum mereka mendapat terang dan melihat kewajiban pada hukum yang keempat. Akan tetapi bilamana perintah sudah keluar untuk memaksakan hari sabat palsu dan suara nyaring malaikat yang ketiga berkumandang mengamarkan manusia supaya menyembah pada binatang dan patungnya, maka garispun ditarik diantara yang palsu dan yang benar. Kemudian mereka yang terus menerus melanggar akan menerima tanda binatang itu.

Jika terang kebenaran itu telah disampaikan kepadamu menyatakan hari sabat, hukum keempat dan menunjukkan bahwa tidak ada dasar dalam firman Allah mengenai hari penyucian minggu, lalu engkau masih tetap berpaut pada hari sabat palsu dan tidak mau menyucikan hari sabat yang Allah katakan “ hari kudusKu” maka engkau menerima tanda binatang itu. Kapankah hari semacam itu akan terjadi? Bilamana engkau menurut perintah berhenti hari minggu dan  mulai menyembah Allah itu, sementara engkau tahu bahwa tidak terdapat sepatah katapun dalam Alkitab yang menunjukkan hari hari minggu menjadi lain dari hari biasa bekerja, engkau setuju menerima tanda binatang itu dan menolak meterai Allah.

Tidak lama lagi setiap anak Allah akan mendapatkan meteraiNya. Mungkin meterai itu akan diletakkan pada dahi mereka! Siapakah yang tahu sudah lewat waktunya bilamana malaikat itu keluar memeteraikan hamba-hamba Allah di dahi mereka.


sumber: www.akhirzaman.org

Akhir Zaman Sudah Dekat



1Pet 4:7.

Di seluruh dunia, tanda2 kedatangan Tuhan makin nyata, sebab itu umat Tuhan di mana2 bersiap2 menunggu kedatangan Tuhan. Mereka yang tidak bersedia tidak akan tahan dan akan gugur Mat 24:22 dan Tuhan sudah memperingati hal ini Mat 24:42.

Dalam negara2 yang maju, disiplin, taat peraturan, sopan beradab, intelek dll, itu bagus sekali, tetapi dosa2 dan kejahatan tetap tumbuh luar biasa. Tampak hal2 sadis makin banyak pindah dari layar entertainment ke dalam perbuatan nyata. Makin banyak perzinaan bahkan dengan bebas seperti Sodom Gomora, anak2 lahir di luar nikah jumlahnya 41% (tahun 2008 dari majalah…); jumlah keluarga dengan orangtua tunggal (single parent) bertambah banyak dll. Ingat angka2 statistik itu diambil dari dunia bebas, bukan dari Gereja atau orang2 yang takut akan Tuhan, yang ada di jalan sempit. Memang keadaan di jalan sempit sama sekali berbeda dengan jalan lebar, juga dari orang2 Kristen atau Gereja jalan lebar dan jalan sempit itu berbeda! (Ingat 4 Gereja akhir zaman itu Gereja jalan lebar Wah 2-3). Kita sering dibuat kacau dan hanyut dalam angka2 jalan lebar, padahal di jalan sempit angka2 itu tetap baik bahkan meningkat sebab yang suci bertambah suci dan yang najis bertambah najis Wah 22:11 dan statistik di jalan sempit hampir2 tidak ada atau sulit dilakukan (sulit membedakan orang2 Kristen jalan sempit dan jalan lebar). Dosa dan kejahatan meningkat di mana2 dan ini akan terus meningkat, sebab iblis terus menabur benih2 kejahatan lewat rekreasi (game, film, internet), cara hidup, pikiran modern, kesukaran2 hidup, dll. Kalau dalam hati sudah tertarik apalagi suka akan kekejaman, pembunuhan, zina, kemewahan atau cinta uang, foya2 dll maka itu adalah benih yang pasti pada satu saat akan lahir dalam perbuatan Yak 1:15.

Benih2 kejahatan ini banyak dan limpah di negeri2 maju dan juga menular ke seluruh dunia.

Kejahatan dalam kesucian nikah sangat meningkat di dunia dan itu juga menular diantara orang beriman, meniru kebebasan Sodom Gomora. Cara bergaul, ber-salam2an yang begitu akrab di muka umum dengan ber-cium2an dan ber-peluk2an (belum yang lain2, berenang ber-sama2, berekreasi, percakapan yang merangsang, dll seperti orang dunia) adalah sumber daribanyaknya perzinaan dan kejahatan. Sebab itu Paulus menasehati untuk tidak saling menjamah. 1Kor 7:1, ini sama dengan KJV, NKJ, KJM, Darby, Young, NAS, 21th Century Bible, Green dll (dalam terj. baru, terj. se-hari2, Living Bible dan beberapa terjemahan Inggris sudah dicocokkan dengan budayazaman ini, misalnya NIV: not to have sexual relation).

Tantangan dalam dunia akhir zaman ini berat sekali, sebab orang2 beriman yang se-hari2 hidup di jalan sempit (jumlah orangnya lebih sedikit) harus “bergaul” sepanjang hari dengan orang2 jalan lebar (yang jumlahnya besar). Ini besar pengaruhnya, lebih2 bagi orang Kristen Halaman dan yang bodoh, apalagi manusia itu lebih cocok pada kedagingan danyang gelap Yoh 3:19.

Sebab itu kita harus mempunyai:

Pendirian yang teguh di atas pengertian Firman Tuhan yang jelas dan lengkap 
Mat 3:24-28; 13:23. Firman Tuhan zaman sekarang begitu banyak diberitakan, buku2 Kristen sekarang jumlahnya luar biasa banyaknya untuk segala segi hidup dan aliran, termasuk juga jumlah buku2 dari Gereja2 jalan lebar (kita harus bisa membedakan buku2 yang sesuai Firman Tuhan dan buku2 kekristenan jalan lebar yang mungkin lebih banyak jumlahnya dan lebih menarik, sebab cocok dengan daging). Tetapi jumlah buku2 yang betul dan baik juga banyak danmeningkat luar biasa. Ini fasilitas yang dari Tuhan(yang bisa kita pakai) supaya umatNya pada “hari ke-6″ ini bisa makan manna rohani dua kali ganda Kel 16:22. Tanpa kelimpahanpengertian dan pendirian yang teguh (tidak ada di semua Gereja), dengan mudah orang beriman larut dalam budaya Sodom Gomora. Kalau Gereja2 tidak memberi manna 2 gomer, orang2 tidak akan bisa membedakan, atau tidak berdaya menolak yang manis untuk daging, sebab itu mereka akan mudah hanyut dalam dosa dan kejahatan akhir zaman (seperti Sodom Gomora) dan Gereja juga menjadi Gereja jalan lebar, menyesuaikan diri dengan orang2 Kristen yang duniawi supaya Gereja jangan menjadi kosong, apalagi kalau Gereja mencari jiwa seperti cara dunia dagang.

Bertekun berdoa dalam Roh dan kebenaran,
sehingga tetap kuat dan puas, sebab sungai air hidup mengalir terus Yoh 4:14. Kalau tidak berjalan dengan Tuhan seperti Nuh Kej 6:9, maka keluarga Nuh tidak akan tahan di tengah2 zaman Nuh yang keji dan jahat itu. Di dalam hadirat Tuhan ada sukacita dan kepuasan yang asli dan penuh Maz 16:11 dan ini menjadi kekuatan kita Neh 8:11. Orang2 Kristen duniawi dan orang dunia mudah hanyut dalam budaya Sodom Gomora yang tampaknya penuh rekreasi dan kesukaan, tetapi membuat orang yang minum daripadanya (air dari bawah Kej 1:7) menjadi makin haus Yoh 4:13. Mereka berteriak se-olah2 sukacita, tetapi kekosongan dan kematian itu di dalam rohnya Ams 14:12-13 dan itu tidak bisa hilang oleh jeritan dan tertawa ter-bahak2. Tekun berdoa seperti lima gadis bijaksana membuat kita bisa memelihara hidup kesucian kita (bujang dan yang menikah) sehingga bisa meneruskan berdoa dalam Roh dan kebenaran (berdoa dan hidup dosa itu sia2 dan dibenci Allah Yes 1:15, Ams 28:9).

Persekutuan tubuh Kristus.
Kita menjadi sangat kuat kalau bisa bersekutu dengan betul dalam tubuh Kristus 1Yoh 1:7. Kalau ada dosa, cara yang keliru atau cacat dalam persekutuan ini, harus lekas dibetulkan. Sebab dengan persekutuan yang betul kekuatan kita naik sampai 100 kali lipat Im 26:8, bahkan sampai 1000 kali Yus 23:10, sehingga kita bisa kuat, tangguh dalam tsunami dosa akhir zaman. Dengan bersekutu, maka di dalam segala hal kita bisa tolong menolong dengan tulus dalam pimpinan Roh Kudus, maka kekuatan kita akan naik ber-lipat2 kali ganda. Ke mana2 selalu berdua, itu banyak menolong Luk 10:1, istimewa suami-isteri seperti Priskila dan Aquila dan godaan serta serangan setan bisa dikalahkan. Suami isteri dan keluarga harus mempunyai persekutuan tubuh Kristus lebih dari persekutuan keluarga biasa sehingga menjadi unit Gereja terkecil dan Tuhan besertanya seperti keluarga Nuh yang menjadi kuat dalam zamannya.

Selalu terlibat dalam pelayanan
menjadi garam dan terang dunia Mat 5:13:16, ini adalah kehendak Allah bagi semua orang beriman. Pelita yang padam, garam yang tidak asin itu di-injak2, tidak masuk Surga Mat 7:23. Justru dalam pelayanan kita tumbuh 2Tim 2:20-21 sehingga rohani kita makin kuat. Orang yang sehat dan kuat tidak mudah sakit, begitu orang yang rohaninya terpelihara, kuat, terus berjalan dalam Roh, tidak akan mudah jatuh dalam dosa, sebab dengan Roh Kudus kita menjadi sangat kuat. Zak 4:6. Lebih lekas kita tumbuh, keadaan kita akan lebih stabil dan memang itu caranya. Daud jatuh dalam perzinaan sebab istirahat atau pensiun berperang (tidak pikul salib, tidak pelayanan, senang2 saja, lalu jatuh) dan celakanya berlaku sepanjang umur hidupnya. Kalau seorang pulang kembali kepada Bapa atau masuk dalam pengangkatan itulah perhentian perang yang indah dan semua yang kita perbuat mengikuti kita untuk kekal Wah 14:13. Sekarang adalah waktunya untuk berperang melawan daging dan dunia, pikul salib sepanjang umur hidup kita sehingga daging mati terus dan bisa taat akan Firman Tuhan. Dengan 4 hal ini kita hidup di dalam Kristus, sehingga bisa kuat menghadapi dunia akhir zaman, bahkan ikut dalam program akhir zaman Allah yang indah, mulia dan sempurna.

Ingat akhir zaman yang sesungguhnya (= pengangkatan) dan akhir zaman pribadi itu praktis sama, sebab:

Kita bertemu Tuhan dan waktu kita habis, semua orang tidak dicobai lebih dari kekuatannya 1Kor 10:13. Kekuatan dan tantangan2 yang diizinkan Tuhan itu seimbang. Dosa zaman lalu lebih rendah tingkatnya daripada dosa akhir zaman, tetapi kekuatan yang bisa diterima orang2 beriman juga terbatas, tetapi cukup untuk menghadapi dosa2 dalam dunianya saat itu, sehingga tanpa Tuhan tidak akan ada orang yang bisa bertahan dalam zaman apapun.

Dosa dan kejahatan akhir zaman harus diimbangi dengan manna 2 gomer, pengurapan Roh Kudus dua kali ganda, persekutuan tubuh Kristus yang kuat, pelayanan akhir zaman yang juga dua kali lipat dari Hujan-awal, yaitu Hujan-akhir. Sebab itu orang Kristen sekarang yang hidup dengan kekuatan zaman yang lalu, tidak akan tahan. Kita mutlak harus memakai segala perlengkapan akhir zaman yang memang disediakan Tuhan dengan limpah.

PIKIRAN KITA harus sempurna, dengan betul yaitu kalau kita memakai pikiran Kristus 1Kor 2:16. Bagaimana caranya? Diisi dengan Firman Tuhan yang limpah, 2 gomer dalam pengurapan Roh Kudus sehingga kita bisa mengerti dan tumbuh terus dalam pengertian Firman Tuhan yagn betul 2Pet 3:18. Seperti sudah diterangkan di atas, kita harus mempunyai perlengkapan rohani yang cukup, yaitu Firman Tuhan yang menjadi pikiran Kristus dalam pikiran kita, ini yang membuat pendirian yang betul, penuh dan dipimpin Roh seperti lima gadis bijaksana, bersekutu dan melayani dengan tulus dalam pimpinan Roh Kudus sehingga justru dalam dosa dan kejahatan yang berlimpah, kita menang dan juga tumbuh dengan cepat kepada kesempurnaan rencana Allah.

1Pet 4:8. Berkasih-Kasihan Satu Sama Lain
Ini tanda khas tubuh Kristus, ber-kasih2an satu sama lain dengan kasih yang suci, bukan kasih Sodom Gomora. Kasih itu menutup dosa yang banyak 1Pet 4:8.

Kita semua belum sempurna, sebab itu kita harus saling mengasihi. Kasih yang betul itu rela dan mau mengampuni 1Yoh 1:7 sebab kalau tidak maumengampuni, maka timbul kebencian dan dendam dan itu adalah pekerjaan iblis. Hasil pekerjaan Allah Allah adalah kasih, pekerjaan iblis adalah kebencian, dendam dan pembunuhan.

Begitu juga antara suami-isteri, kalau kasih dipelihara maka ada pengampunan yang limpah dan nikah itu bisa bertahan sampai mati seperti Firman Tuhan. Mat 19:5-6. Ini ditertawakan orang dunia. Dalam dunia, kesucian nikah tidak dipelihara, maka oleh perkara kecil mereka bercerai dan mereka bangga bisa bercerai dengan damai, bukan sebab kurang cocok tetapi sebab perzinaan sehingga cinta kepadayang lain dan tidak lagi cinta pada isteri/suami sendiri.

Perceraian bagi orang2 dunia (di negeri2 yang maju, disiplin, beradab) biasanya dianggap perkara kecil, wajar dan biasa (di USA dalam 5 tahun 20% pernikahan sudah bercerai, sebab mereka berzina begitu mudah, umum, peradaban yang “tinggi”. Di negeri yang maju dan beradab ini, orang bercerai itu dengan tertib, tidak berkelahi, masih sering2 bertemu (apalagi kalau sudah punya anak, rindu anaknya) tetapi pasangannya sudah ganti. Di hadapan Allah perceraian itu perkara yang sangat besar (ini budaya ilahi, budaya jalan sempit yang tidak berubah sebab Firman Tuhan tidak berubah Luk 21:33). Perceraian itu seperti pembunuhan, biadab, memotong kepala dari tubuh. Orang yang cerai itu cacat, sebab kepala diputus dari tubuh itu seperti mati. Memang kalau masih hidup dan orang2 itu mau bertobat, (paling ideal kalau kembali dipersatukan, sehingga anak2 mendapat bapak ibu yang orisinil dan cocok dengan rencana dan hukum Allah), tetapi kalau toh tidak bisa (seperti isteri Uria dan Uria, dll) mereka masih bisa selamat sebab Tuhan tidak ingin seorangpun binasa 2Pet 3:9, tetapi akibatnya dahsyat, itu seperti dua lembar kertas yang di lem mati menjadi satu, dilepas kembali, akan robek2 semua, ada banyak cacat, tetapi Tuhan tetap ingin mereka diselamatkan dan dipulihkan Mat 12:20, meskipun cacatnya besar. Pemulihan yang berat, meskipun dalam Hujan-akhir ada pemulihan yang luar biasa Yoel 2:25.

Orang beriman yang normal, yang tinggal di dalam Kristus di jalan sempit harus memelihara kesucian hidup nikah (itu tampak dari kasihnya yang makin bertambah Pil 1:9, Wah 2:4, 1Tes 4:10) dalam menunggu kedatanganNya. Kalau rohani meningkat, salah satu tanda penting adalah kasih suami-isteri juga meningkat. Biarpun orangnya tampak rohani, kalau kasih suami-isteri berkurang, itu berbahaya, jangan2 sudah tidak cinta lagi pada suami/ isteri, sebab cinta yang lain dan itu dosa (tetapi jangan prasangka).

1Pet 4:9. Bersambut-Sambutan
Dalam menunggu kedatangan Tuhan, kita harus ber-sambut2an. (Terj. Baru: memberi tumpangan; Inggris: Hospitality = menerima di rumahnya. Jadi ber-sambut2an itu berarti menerima saudara2 seiman dalam hati dan dalam rumahnya masing2).

Mengapa perlu? Kalau kita tidak bisa menerima saudara kita, itu berarti ada yang tidak beres, tidak suka, tidak senang hati (lihat TE no. 75), bahkan benci atau dendam. Ini jadi dosa. Memang tidak semua orang beriman (saudara2 seiman) itu tulus, ada yang tidak menyenang, suka bertandang menghabiskan waktubahkan merugikan, sebab itu kita harus hati2, cerdik seperti ular tetapi tetap tulus seperti burung merpati dan kasih sesuai dengan Firman Tuhan Luk 10:27. Kalau ia suka bertandang, ajaklah berdoa dan belajar Firman Tuhan bersama (masa teduh) sehingga waktu kita tidak habis dengan sia2. Kalau masih datang2 lagi, katakanlah dengan terus terang, supaya membuat perjanjian lebih dahulu kalau datang, untuk bisa mengatur waktu dengan baik. Tidak suka menerima saudara2 kita berarti kita ter-pecah2, kita tidak bisa bersekutu dengan baik; akibatnya bukan saja kekuatannya kurang, tetapi iblis dapat pintu masuk yang lebar, dalam persekutuan yang ter-pecah2 dan timbul dosa atau sudah ada dosa yang tumbuh. Ini menyebabkan kejatuhan dan masuk dalam perangkap iblis sehingga binasa. Sebab itu kita harus belajar memelihara hubungan baik, dan bisa saling ber-sambut2an dan bersekutu dengan manis dalam tubuh Kristus. Orang yang tidak bisa bersekutu, tidak bisa bersambut2an akan masuk jerat iblis bahkan bisa dipakai iblis untuk lebih memecah belah dan melakukan kehendak iblis lainnya. Tampaknya ini perkara kecil, tetapi kalau kita tidak bisa melakukannya, akibatnya besar, bisa2 binasa.kalau kita tidak bisa melakukannya, akibatnya besar, bisa2 binasa.

1Pet 4:10. Saling Melayani Dengan Karunia-Karunia Ilahi

Dalam menunggu kedatangan Tuhan kita harus saling melayani dengan karunia2 ilahi, bukan dengan cara2 kita sendiri, sebab cara2 sendiri itu seringkali juga tidak cocok dengan Firman Tuhan dan tidak benar. Kalau kita melayani dengan karunia2 rohani, Kita harus dipimpin Roh (bisa mengerti, mendengar dan taat akan suaraNya), maka kita harus hidup dalam kesucian dan dipimpin Roh. Pelayanan seperti ini indah sebab kita harus tetap dalam jalan Tuhan (dalam kesucian, dalam jalan sempit) dan terus taat dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan. (Dengan karunia2 Roh berarti harus cocok dengan Firman Tuhan, sebab Allah tidak pernah kusut 1Kor 14:33). Hasilnya kita bisa tumbuh dalam kesucian dan rencana Allah. Jangan hanya melayani sembarangan, tetapi harus dengan karunia2 Allah, dengan kuasa dan pimpinan Roh Kudus, maka hasilnya akan indah dan ber-buah2 lebat dan kita tumbuh di hadapan Tuhan. Ini membuat kita kuat dan bisa bertahan dalam dunia yang penuh tantangan2 dan dosa yang limpah. Orang2 beriman harus bisa saling melayani dalam persekutuan tubuh Kristus (limpah Firman Tuhan, doa, kesucian dan kasih), sehingga saling dikuatkan dan tumbuh dengan baik di dalam Kristus, sehingga selain kita bisa ikut dalam pengangkatan, juga akan menerima kemuliaan Allah sesuai dengan pertumbuhan rohani kita.
1Pet 4:11. Berkata-Kata Sesuai Dengan Firman Tuhan

Ber-kata2 itu juga harus diperhatikan dalam menunggu kedatangan Tuhan, sebab kata2 kita itu seperti kemudi hidup Yak 3:3-4. Orang yang ber-kata2 terlalu banyak, tanpa dijaga, tanpa menyangkal diri, ia akan makan sampai kenyangbuah2 yang pahit Ams 18:20. Orang yang memakai lidah sembarangan itu seperti kapal yang jalan ngawur, bisa menabrak ber-kali2 dan akhirnya karam. Sebab itu kita tidak boleh bicara sembarangan tetapi harus memakai lidah kita dengan baik untuk mengatakan kata2 dari Tuhan 1Kor 14:1,3. Ini harus dilatih dari kecil atau dari permulaan lahir baru, sebab meskipun tampaknya perkara kecil, tetapi ber-kata2 itu sulit; tidak ada orang yang tidak bersalah dalam ber-kata2, kecuali ia sudah sempurna, tetapi ini bukan berarti boleh terus bersalah atau sembarangan dalam ber-kata2, bisa karam! Banyak orang yang meringankan ber-kata2 (lihat buku “Lidah”), lalu bersalah dalam banyak perkara dan sebab itu tidak tumbuh rohaninya. Kalau kita tidak mau memperbaiki kata2 kita, hidup ini akan sering masuk dalam kesukaran dan rohani tidak bisa tumbuh, lalu akhirnya kapal hidupnya bisa hancur karena terus bertabrakan. Memelihara diri berarti memelihara mulut.

Dan melayani dengan kekuatan dari Tuhan
Jangan memakai kekuatan sendiri, kalau berhasil seringkali menjadi sombong, bukan nama Tuhan yang dipermuliakan, dan hasilnya hanya sementara. Tetapi kalau kita memakai kuasa Allah, kita harus bersandar pada Tuhan dan berkenan kepadaNya, maka hasilnya akan indah dan kekal. Jangan bersandar pada kekuatan sendiri, hasilnya terkutuk Yer 17:5. Sebab kekuatan kita terbatas, biasanya orang2 seperti ini akan menghalalkan segala cara untuk mencapai hasil, sehingga menjadi berdosa dan masuk dalam tangan iblis. Tetapi kalau kita mau bersandar pada kekuatan dari Tuhan, kita harus hidup di dalam Kristus, bertekun berdoa minta pimpinan dan kuasaNya, berkenan kepadaNya, sebab itu hasilnya akan indah, sebab bukan kita, tetapi Tuhan yang bekerja di dalam kita Gal 2:19-20. Dia adalah Allah yang maha kuasa, maha besar dan tidak pernah gagal. Selama kita berharap pada Tuhan, kita akan tetap (harus) tinggal dalam kesucian 1Yoh 3:2 dan itu membuat hidup kita menjadi indah dan mulia.

Kesimpulan

Hari kedatangan Tuhan sudah dekat, sebab itu kita harus bersedia baik2, sebab tanpa bersedia seperti nasehat Firman Tuhan, maka tidak ada seorangpun yang bisa tahan. Kita harus memakai perlengkapan yang sudah disediakan Tuhan, lebih2 untuk masa akhir zaman ini. Kita harus limpah Firman Tuhan sehingga punya pendirian yang teguh, bersekutu dengan betul, bertekun dalam doa seperti lima gadis bijaksana dan melayani dengan kuasa dan pimpinan Roh Kudus. Jangan takut menghadapi akhir zaman, Allah tidak pernah salah dan tidak pernah gagal dalam rencana dan kehendakNya Luk 1:37, Ay 42:2. Kalau kita bersedia sesuai dengan Firman Tuhan maka kita akan tahan dalam hari2 yang jahat, kita bisa ikut dalam rencana Allah yang indah dan mulia untuk kekal, bahkan bisa masuk dalam kesempurnaan rencanaNya.

Ditulis oleh Pdt. Jusuf B.S.

Disalin tanpa perubahan dari www.tulang-elisa.org pada tanggal 24-09-2011