Aneh, Wanita Taiwan Ini Menikahi Dirinya Sendiri



"Seorang wanita Taiwan merasa dia berada di bawah  tekanan untuk  menikah,  namun  belum  bertemu dengan seorang pria  dia ingin  menghabiskan sisa  hidupnya bersama,  sehingga ia memutuskan akan menikah dirinya. Chen Wei-Yih, 30 tahun pekerja kantor dari Taipei, telah berpose untuk foto dalam gaun putih,menyewa seorang perencana pernikahan dan menyewa sebuahruang perjamuan di mana ia akan merayakan dengan 30 teman dan anggota keluarga pada 6 November. 'Umur tiga puluh adalah masa utama bagi saya.  Pekerjaan saya  dan pengalaman  berada dalam kondisi baik,  tapi  saya belum menemukan  pasangan, jadi apa yang bisa saya lakukan 'The Telegraph  mengutip  Chen  mengatakan?.  "Ini  bukan  bahwa aku  anti-pernikahan. Saya  hanya  berharap  bahwa  saya  dapat mengekspresikan  ide  yang  berbeda  dalam batas-batas tradisi ".


sumber: uniquedaily.com

Unik, Monyet Francois, Ibu Dan Anak Berbeda Bulu


Lihat saja, pasti sang anak akan merasa lain soalnya lahir dengan warna bulu yang berbeda. Sang ibu bernama Lulu dari jenis monyet Francois memeluk anaknya bernama Tango di sebuah kebun binatang di London, Inggris.






sumber:forum.tribunnews.com

Kembar Siam Merayakan Ulang Tahun ke-50




Kembar siam dengan wajah saling menempel dari Pennsylvania, Amerika Serikat, Lori dan George Schappell, merayakan ulang tahun ke-50, 13 September 2011


Usia 50? Ya, mereka merupakan kembar siam yang paling lama bertahan hidup. Selamat ulang tahun



Lori dan George Schappell, sewaktu masih bayi


sumber:forum.tribunnews.com

Wow, Wanita Ini Ingin Beratnya Mencapai 1,15 Ton!



KEBANYAKAN wanita normal ingin mengurangi berat badannya agar bertubuh seksi. Tapi, wanita asal Arizona, Amerika Serikat, ini memang beda dari yang lain karena bercita-cita memiliki berat ideal 1,15 ton!

Susanne Eman (32) saat ini memiliki berat badan mencapai 520 kilogram. Dia harus mengonsumsi 22.000 kalori per hari agar berat badannya naik terus. Untuk mencapai berat itu, setidaknya dia memerlukan waktu 10 tahun,

Orang tua tunggal ini mengaku sehat dan baik-baik saja, meski badannya membengkak sebesar gajah. Dalam satu hari, Susanne makan 11 kali per hari dengan jumlah kalori harian rata-rata 22.000.

“Semakin besar saya, semakin nyaman rasanya. Saya mereka tambah percaya diri dan seksi. Saya akan mencari cara untuk mencapai (berat) satu ton. Rekor wanita tergemuk sebelumnya adalah 1,15 ton. Saya yang akan memegang predikat itu,” ungkap Susanne.

Susanne memprediksi mencapai berat 1,15 ton saat usianya mencapai 41 atau 42 tahun, mengingat saat ini dia sudah lebih dari separuh jalan mencapainya.

Saking gemuknya, perempuan yang memiliki dua anak, Gabriel (16) dan Brendin (12), itu tidak bisa bekerja layaknya perempuan normal lainnya. Perempuan yang pernah menjadi model obesitas ini mengaku, adiknya Cassie akan merawat dua anaknya jika dia sakit.

Dia pergi berbelanja sekali dalam sebulan ditemani dua buah hatinya. Setidaknya, Susanne menghabiskan waktu delapan jam dan enam troli belanjaan sekali berbelanja.

Susanna juga mengaku kerap berolahraga dan rajin mengecek kesehatannya ke dokter. Dokter pribadinya memperingatkan bahwa diet malah bisa membunuhnya.

“Dokter bilang, saya benar-benar bermain roulette Rusia dalam hidup saya,” aku Susanne.


sumber:forum.tribunnews.com

Perawat Ini Diperkosa Karena Menolak Pindah Agama



Pakistan, seolah menjadi negara yang tidak bersahabat untuk setiap pemeluk Kristen disana. Banyaknya tindak penganiayaan dan penindasan oleh berbagai macam kelompok yang mengatasnamakan agama kepada masyarakat pemeluk Kristen tetap tidak bisa membuat pemerintahnya turun tangan.
Kali ini tindak kekerasan dan penganiayaan terjadi pada seorang perawat Kristen Shaista Samuel, seorang perawat berumur 27 tahun yang bekerja di Institut Pelayanan Ilmu Kesehatan (SIMS) melaporkan diri ke kepolisian setempat bahwa dirinya telah diculik dan diperkosa.
Dilansir Compass Direct News, hal itu terjadi karena Shaista menolak ajakan temannya Ali Shadman Adnan seorang asisten petugas di rumah sakit untuk menikah. Penolakan itu karena Shaista tidak ingin diajak berpindah keyakinan. Keran itulah dirinya kemudian diculik Adnan dan dibawa ke sebuah rumah di Lahore untuk diperkosa. Parahnya adegan tidak manusiawi itu juga direkam oleh Adnan.
"Adnan memegang lenganku erat-erat dan memaksa membawaku ke sebuah mobil putih di tempat parkir. Dia mengatakan bahwa mereka akan menembak saya jika saya berteriak. Aku sangat terkejut, aku tidak bisa percaya ini terjadi padaku. Mereka membawa saya ke sebuah rumah di kota, tempat di mana Adnan memperkosa saya, sementara temannya memfilmkan seluruh peristiwa. Mereka menghancurkan hidupku sepenuhnya. " keluh Shaista.
Meskipun Shaista dan keluarganya telah mengajukan ke polisi, namun sampai saat ini dia belum mendapatkan keadilan.  Sedangkan untuk meminta bantuan pemerintah yang lebih tinggi rasanya mustahil. Shaista menduga Polisi sengaja mengulur-ulur waktu dengan membiarkan kedua tersangka tetap bebas berkeliaran.
"Ayahku dan saudara-saudara setiap hari pergi ke kantor polisi untuk meminta kejelasan kasusnya, tetapi petugas yang menyelidiki kasus ini selalu menunda-nunda,"  kata Shaista.  Namun demikian Shaista menyatakan jika dirinya tidak akan pernah berhenti dan tidak berkecil hati untuk tetap mencari keadilan.
Kita semua yakin bersama bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah melalui semua peristiwa untuk membentuk kita menjadi sebuah pribadi yang setia dan tangguh. Sama seperti Tuhan yang selalu setia menjaga kita dalam keadaan apapun. Memikul salib itulah tujuan kita dimuka bumi.



Source : Compass Direct News - dpt

Kristen Koptik Di Mesir Ditindas Secara Sistematis



Sulit memang menghentikan segala bentuk penindasan terhadap umat Kristen di dunia selain dengan kasih dan pengampunan. Bagaimana tidak, keadilan atas nama hukum saja prosesnya terlalu lama untuk mengusut tindak penindasan. Apalagi jika penindasan itu berlangsung secara sistematis dan terencana.
Penindasan terhadap umat Kristen, baru-baru ini kembali terjadi. Gereja St George, rumah ibadah Kristen Koptik diserbu dan dibakar Segerombolan orang dari desa Elmarinab di Edfu, provinsi Aswan Mesir. Gereja yang tengah direnovasi tersebut dihancurkan mulai dari kubah, dinding hingga ruangan ibadah.
Menurut Mary Abdelmassih dari Asyur International News Agency (AINA) masaa yang beringas itu secara bersamaan berkumpul usai mereka melakukan ibadah wajib di hari jumat. Entah mendapat perintah atau provokasi, mereka secara serentak mendatangi gereja itu dan mulai membakarnya. Api yang berkobar selama 2 jam, menghanguskan gereja.    
Bukan hanya gereja yang menjadi korban, mass itupun membakar sebuah toko yang menjual alat-alat listrik, milik seorang penganut Kristen Koptik, supermarket dan empat rumah jemaat Koptik. Regu pemadam kebakaran yang berusaha memasuki wilayah itu dihalang-halangi. Sedangkan aparat keamanan terlihat tidak berbuat apa-apa. "Mereka (aparat, red) hanya berdiri di sana menyaksikan," kata Mr.Michael Ramzy, seorang pekerja sosial di gereja.
Penindasan terhadap umat Kristen yang terus menggejala di beberapa negara memang sungguh menyakitkan. Namun hal ini adalah indikasi bahwa pengikut Kristus sedang bertambah. Banyak umat berpaling dari dosa dan bertobat. Bukti kuasa Tuhan yang sedang melakukan mukjizat luar biasa ditengah masyarakat dunia yang sedang terhilang.


Source : Christianpost - niel

Demi Anak-Anak Miskin India, Misionaris Ini Rela Berjalan 1000 Km



Keprihatinan terhadap anak-anak miskin di India sampai kepada Beverley Hughes seorang misionaris di Australia. Hudges berusaha untuk mengumpulkan uang dan kesadaran untuk anak-anak miskin di Dalit, satu daerah di India yang dihuni 250 juta orang. Untuk mewujudkan misinya itu, Hudges berjalan kaki lebih dari 1.000 km.
Sebelumnya Hudges pernah tinggal selama dua setengah tahun di India dan merasa prihatin dengan kehidupan penduduk Dalit yang sering sakit karena kurang air bersih, serta pendidikan yang kurang. Sekembalinya Hudges ke Australi, dia tergerak untuk menolong daerah tersebut. “Aku sedang berbaring di tempat tidur ketika berpikir untuk melakukan sesuatu yang berbeda dengan kehidupan saya dan membantu orang lain. Aku tidak mau menjadi puas hanya dengan rutinitas sehari-hari. ", tulisnya dalam posting blog pribadinya.
 Hughes tidak akan sendirian dalam perjalanannya nanti. Ada banyak pejalan kaki yang bergabung dengannya termasuk rekannya Joni Hoel, untuk mewujudkan misi ini. 
Setiap sen yang didapatkan dari hasil perjalanannya nanti, akan disumbangkan untuk pengembangan Dalit melalui Bridge of Hope, yayasan misi penginjilan Asia. Hudges dan Hoel akan memulai perjalanan yang diperkirakan memakan waktu 43 hari di Sydney Opera dan berakhir di Melbourne pada 13 November.
Bagaimana dengan kita? Bagaimana wujud kepedulian kita terhadap penderitaan orang lain? Semoga kisah Hudges ini menginspirasi kita untuk lebih peduli terhadap orang lain.


Source : christianpost/vn