Rainbow Roses, Bunga Tercantik Di Dunia


Belanda, sangat terkenal dengan berbagai jenis bunga indah dan menakjubkan. Berbagai warna dan ke khasan bunga Tulip sering kita saksikan baik secara langsung maupun melalui berita media televisi. 


Belanda memang sangat serius menekuni berbagai penelitian mengenai bunga, dan hasilnya memang tidak bisa dipungkiri, sangat indah dan luar biasa! namun kali ini yang kita soroti bukanlah bungan Tulip yang terkenal itu, melainkan Rainbow Roses atau disebut juga Mawar Pelangi. 


Bunga yang spektakuler ini, setelah melalui percobaan selama bertahun-tahun. Warna-warna indah yang dihasilkan di tiap kelopaknya, dibentuk secara natural melalui pewarnaan alami lewat batangnya selama masa pertumbuhan. Indah bukan?

7 Tips Mencegah Kepikunan



Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat.
Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.


Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.
Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.
Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.
ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.



7 TIPS MENGATASI KEPIKUNAN

1. Tidak mengonsumsi alkohol
Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.

2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.

3. Sering membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.

4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.

5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.

6. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.

7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.


sumber:kaskusforum

Sikap Egois



“Dan Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (Lukas 6:31)

Di sebuah seminar wiraniaga, seorang pendeta mengeluhkan usahanya yang selalu gagal. Ia mengaku pusing dengan keadaan tersebut dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Selepas sang pendeta mengeluarkan unek-uneknya, pembicara seminar itu pun akhirnya memberikan tanggapan. Namun, kali ini ia merespon dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan menceritakan mengenai hobinya:

“Saya memiliki hobi bermain catur. Setiap kali saya kalah dalam permainan, saya akan berdiri di belakang lawan serta melihat papan catur dari sisinya. Kemudian saya mulai menemukan langkah bodoh yang saya buat dan mengakibatkan kekalahan. Hal itu karena saya ingin melihat dari sudut pandangnya. Tantangan bagi wiraniaga adalah melihat dunia dari sudut pandang calon pembeli.”

Dalam kehidupan ini ada begitu banyak permasalahan yang terjadi hanya karena tidak mau memahami orang lain. Berbagai kasus dapat kita saksikan setiap hari: keluarga yang tidak harmonis, perpecahan dalam rumah tangga, usaha yang gagal, persahabatan yang retak, bahkan yang paling ekstrim sampai terjadi pertumpahan darah. Jika kita tidak egois, hubungan komunikasi dengan orang lain pasti berjalan dengan baik. Ketika hubungan komunikasi sudah baik, apa yang ingin kita sampaikan kepada orang lain akan lebih mudah diterima.

Yesus memberikan contoh bagaimana menjalin komunikasi dengan memahami kebutuhan orang lain. Dalam Lukas 6:31, Yesus memberikan kunci untuk mengatasi sikap egois kita yang cenderung muncul. Jika kita mencoba melihat segala sesuatu dari perspektif orang lain, maka kita akan tahu bagaimana harus bersikap benar dan tepat.

Dalam berbagai hal yang kita lakukan, mengabarkan kebenaran tentang Yesus pun, hal ini akan sangat menjadi salah satu kunci yang penting. Mengatasi sikap egois kita sendiri akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam hubungan pribadi, keluarga, dan kerja. Marilah kita kalahkan sikap egois dengan menganggap orang lain lebih utama. Bahkan, sesekali cobalah memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Keegoisan tidak akan pernah membawa kita pada keadaan dan situasi yang lebih baik.


(Christ is the answer)

Tergantung dari Wadah Yang Kita Miliki



Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang menghadapi masalah.

Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengar dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu mengambil segelas air.

Ditaburkanlah serbuk pahit itu ke dalam gelas & diaduk perlahan,”Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya?” Ujar pak tua. “Pahit sekali.....” Jawab pemuda itu

Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu untuk berjalan ke tepi danau di belakang rumahnya.

Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampailah mereka berdua ke tepi danau yang tenang itu. Sesampai disana, pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke danau itu dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya, “Coba ambir air dari danau itu & minumlah”

Saat si pemuda mereguk air itu, pak tua bertanya lag, “Bagaimana rasanya...?”
“Segar....” sahut si pemuda....

" Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" Tanya pak tua itu
" Tidak...." Sahut pemuda itu.

Pak tua itu tertawa sambil berkata "Anak muda..." Dengarkan baik2, pahitnya kehidupan sama esperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama dan memang akan tetap sama. Tapi "INGAT.." kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.

* Jadi saat kita merasakan kepahitan & kegagalan dlm hidup, hanya ada satu yang kita dapat lakukan:

“Luaskan & perbesar kapasitas hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu” Hati kita adalah wadah itu. Jangan jadikan hati kita seperti gelas, tapi buatlah hati kita seperti danau yang besar & mampu menampung setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian...


(SJSD)

Piring Ceper Dan Segelas Teh Panas



Hari masih pagi, Suasana hening menyelimuti Paroki St. Thomas. Maklum masih jam 6 pagi, apalagi hari sabtu. Tetes-tetes embun masih tampak satu dua menggelayut di daun-daun pepohonan buah jambu yang dirawat rapi di pekarangan paroki.

Romo Chandra baru saja menutup pintu depan rumah pastoran. Seperti biasa beliau bersiap-siap jalan pagi, mengelilingi kompleks sekitar paroki. Baru beberapa meter dia melangkah, seorang pemuda berusia sekitar delapan belasan tahunan terhuyung-huyung menemuinya,"Maaf Romo, pagi-pagi sudah mengganggu Romo. Aku sedang menghadapi banyak persoalan. Bahkan tadi alam diriku tidak bisa tidur, kepalaku seperti mau pecah rasanya. Bolehkah aku berbincang-bincang sebentar dengan Romo?" celoteh pemuda itu

Romo Chandra tertegun sejenak. Lalu tersenyum, seraya mengangguk-anggukan kepalanya & sambil menepuk-nepuk pundak pemuda itu, ia berkata,"Boleh...boleh..yuk, kita berbincang sambil duduk dibangku itu!" Di tempat itu memang tersedia bangku panjang dan meja kecil yang berada tepat dibawah sebatang pohon belimbing yang rindang.

"Sebentar ya.... Romo masuk dulu ambil teh panas; lebih enak kita berbincang sambil minum teh hangat. Oh ya, siapa namamu?" "Dony....," jawab pemuda itu. Beberapa saat itu Romo Chandra keluar membawa satu teko teh dan 2 gelas yang diletakkan diatas sebuah piring ceper yang sekaligus berfungsi sebagai nampan. Kini mereka duduk dengan santai dibawah pohon belimbing yang sejuk & dihadapan teko teh panas itu. Sembari tersenyum ramah, Romo Chandra mempersilahkan Dony bicara.

Dony pun bercerita, atau tepatnya berkeluh kesah tentang kemalangan-kemalangan yang berturut-turut menimpa dirinya.Ia berkeluh, " Sementara pacarku memutuskan hubungan denganku, sudah tiba pula saatnya aku harus membayar sewa kost & biaya kuliah, sedangkan kiriman dari orangtuaku tersendat karena ibuku masuk rumah sakit."

Romo. Chandra menuangkan teh panas kedalam salah satu gelas dan memberikannya kepada Dony. "Minumlah dulu, Don". Dony menyambut gelas teh itu & menikmatinya. Namun, segera saja ia memuntahkannya kembali karena kepanasan. Sambil tetap tersenyum, Romo Chandra mengambil kembali gelas berisi teh panas itu dari tangan Dony & menuangkannya kedalam piring ceper. "sekarang....,minumlah," desak Romo. Chandra.

Setelah meniup-niup sebentar, Dony segera meniupnya dan ia merasa nyaman. Ia merasakan nikmatnya teh hangat melewati kerongkongannya.

Nah..., Don..., Romo. Chandra memulai kembali pembicaraannya," tadi itu cuma fenomina fisika, makin luas permukaan zat cair, makin cepatnya terjadi penguapan sehingga temperatur teh menurun dan kamu bisa meminumnya dengan tenang. Kita bisa menggunakan peristiwa yang baru saja terjadi itu sebagai refleksi kehidupan kita. 
Teh panas tadi ibarat masalah-masalahmu dan piring itu adalah hatimu. Semakin kamu melapangkan hatimu, semakin cepat dan mudah kamu mendinginkan persoalanmu dan semakin mudah pula kamu menyelesaikannya

Sahabatku, terkadang kita harus melapangkan dada dan hati kita untuk bisa menerima dan menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi dalam hidup ini. tentunya dengan selalu bertekun didalam doa dan pengharapan dan mau menyerahkan seluruh pergumulan kita pada Tuhan.

Selain itu kita harus ingat firman Tuhan dalam 1 Korintus 10:13"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." 

Dalam firman Tuhan tersebut sudah jelas sekali bahwa setiap persoalan yang terjadi dalam hidup kita pasti kita bisa menanggungnya bersama Tuhan dan ada jalan keluar yang Tuhan persiapkan untuk kita. Jangan kita berpikiran sempit saat melihat masalah, dan malah akhirnya kalah sama masalah tersebut. Coba lihatlah betapa berkuasanya Tuhan untuk menyelesaikan setiap permasalahan kita. Percayakan seluruhnya dalam tanganNya, Dengan begitu Puji Tuhan segala hal yang tak mungkin bagi manusia akan mungkin bagi Allah, karena Allah adalah Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara yang besar, yang menurut pemikiran manusia sekalipun mustahil, tapi bagi Allah itu adalah mungkin, Amin


(Hidup dengan Iman)

Ini Pun Akan Berlalu



Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya.

Setelah harta terbagi, masih tertinggal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka. Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin didalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. 

Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu kita harus menjaganya untuk anak cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan emas dan kamu simpan yang perunggu.” Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.“ Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing- masing dan berpisah. 

Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu : INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah..,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.

Kakak beradik tersebut mengalami jatuh bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjualcincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan. 

Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa : INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetapsaja naik turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu, bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.

Inilah hidup sebagai manusia seperti rumput di padang yang mati dan berganti setiap waktu. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal, semuanya pasti akan berlalu. 

Ada waktu untuk mencintai, pasti ada waktunya. Amin.~

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1)


(Christ is the answer)

Apakah Anda Keluarga Tuhan?



"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." (Yakobus 1:22).

Pada suatu malam yang dingin di bulan Desember, seorang anak kecil yang bernama Johny, kira-kira berumur 10 thn, berdiri di depan sebuah toko sepatu dengan telanjang kaki.

Dia mengintip ke jendela toko sambil menggigil kedinginan. Tiba-tiba seorang wanita mendekati Johny, "Anak kecil, apa yang sedang kamu perhatikan di jendela itu?"

"Aku sedang meminta kepada TUHAN supaya memberiku sepasang sepatu baru."

Kemudian wanita itu memegang tangan Johny & membawanya masuk ke dalam toko.

Dia meminta pegawai toko itu untuk membawakan 1/2 lusin pasang kaus kaki untuk Johny.

Setelah itu dia bertanya kepada pegawai toko apakah dia bisa memberikan sebaskom air hangat & handuk untuknya.

Pegawai toko segera memberikan apa yang diminta oleh wanita itu.

Dia membawa Johny ke bagian belakang toko, melepaskan sarung tangannya, berlutut, membasuh kaki Johny yang kecil itu & mengeringkannya dengan handuk.

Sesaat kemudian pegawai toko datang dengan membawa beberapa kaos kaki.

Wanita itu memakaikannya pada kaki Johny, dia juga tlah membelikan Johny sepasang sepatu.

Dia mengikat sisa kaus kaki yang lain & memberikannya kepada Johny. Dia menepuk pundak Johny & berkata, "Tak usah kuatir, anak kecil, kamu akan merasa lebih nyaman sekarang."

Pada saat wanita itu hendak pergi, si Johny kecil yang masih terheran-heran itu menarik tangannya & memperhatikan wajah wanita itu.

Dengan berderai air mata karena terharu, Johny berkata, "Apakah Anda keluarga TUHAN?"

Sahabat,
Anda diciptakan serupa dengan gambar TUHAN, apakah orang lain telah melihat & merasakan bahwa ada TUHAN dalam hidup Anda?

Mungkin TUHAN ingin memakai Anda untuk menjawab doa seseorang.

Hasilkan smua yang bisa Anda hasilkan, Simpan smua yang bisa Anda simpan,  Berilah semua yang bisa Anda beri !!


(Hidup dengan Iman)