Ex Jutawan Hidup Bahagia Tanpa Kekayaan


                                                                                                       Foto : Karl Rabeder

Seorang jutawan asal Austria mendonasikan seluruh uangnya dua tahun yang lalu karena uangnya tidak membuatnya bahagia. Namun saat ini, sang jutawan tampaknya hidup lebih bahagia tanpa kekayaannya.

Karl Rabeder menjual perusahaannya, rumah dan mobil mewahnya, pesawat pribadinya, dan mendonasikan seluruh uangnya ke sebuah yayasan. Yayasan tersebut akan memberikan pinjaman dana kepada masyarakat di negara-negara miskin yang ada di belahan dunia ini.

Saat ini, Karl hidup hanya dengan penghasilan sebesar GBP1.000 atau Rp14 juta.

"Saat ini saya bahagia. Cinta, sinar matahari, dan udara segar, itulah yang saat ini membuat saya bahagia," ujar Karl, seperti dikutip Orange, Jumat (18/11/2011).

Pria berusia 49 tahun ini pun menyatakan terima kasihnya terhadap yayasan yang diberikan sumbangan olehnya karena yayasan itu sudah memberikan kebahagian bagi Karl.

"Memiliki sedikit uang merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Ketika saya melihat foto saya dahulu, saya tampak sedih," tambahnya.





sumber:international.okezone.com

Gigi Gingsul Yaeba Ngetren Di Jepang



Mode bisa mengubah sesuatu yang dulunya tampak jelek menjadi tren dan minati kalangan muda saat ini. Dulu gigi tidak rata, gingsul, bertaring dianggap merusak penampilan. Bahkan di Indonesia seperti di Bali memiliki tradisi mengikir gigi menjadi rata. Kemudian ada tren ramai-ramai memakai behel untuk mengubah tampilan gigi menjadi rata dan rapat. Sekarang ? Di Jepang berkembang tren baru yang cukup banyak di minati ABG dan wanita muda. Mereka beramai ramai membuat gigi mereka yang tadinya rapat dan rata dibuat sengaja seperti gigi gingsul atau bertaring.


Tren yang kini polpuler di Jepang juga difasilitasi oleh Salon gigi untuk membuat gigi gingsul, dan perawatan ini dilakukan oleh dokter gigi dengan biaya yang cukup besar. Gigi gingsul sehingga tampak sedikit bertaring tenar disebut Yaeba ini membutuhkan biaya sekitar $ 390 atau 3,5 juta rupiah.


Ada juga sebuah produsen kosmetik yang membuat produknya untuk menciptakan efek yaeba dengan menggunakan perekat taring mini non permanen untuk membuat gigi tampak gingsul. 

Di Indonesia sendiri siapa yang bergigi gingsul pasti merasa gigi gingsulnya adalah suatu kelebihan. Karena semua orang mengatakan gigi gingsul justru membuat senyum tampak lebih menawan dan menambah kecantikan. Demikian di Jepang, gigi gingsul atau yaeba ini dianggap membuat tampilan seseorang tampak lebih muda, imut dan menggemaskan.

Gigi gingsul yang terbentuk secara alami karena pertumbuhan gigi yang tertunda dan mendesak gigi lainnya atau karena rahang mulut yang lebih kecil sehingga tidak memberikan ruang cukup bagi pertumbuhan gigi.


Tren gigi gingsul atau yaeba sendiri berkembang karena penampilan beberapa pesohor yang bergigi gingsul membuat yaeba makin diminati. Lihat saja seperti model Lara Stone, Georgia Jagger, Jessica Hart dan si bintang film Hollywood, Kristen Dunst yang tampak menawan senyumnya dengan gigi gingsul. Yah sekarang justru ketidaksempurnaan membuat manusia menjadi lebih sempurna !





sumber:forum.vivanews.com

Penemuan Relik Kristen Kuno Di Israel



Sebuah kotak ditemukan di situs penggalian di Yerusalem. Menurut arkeolog, temuan ini menandai keyakinan Kristen telah ada dari 1.400 tahun lalu.

Kotak yang diukir dari tulang sapi, kuda atau unta ini berhiaskan salib dengan ukuran hanya 0,8x0,6 inci. Menurut Yana Tchekhanovets dari Israel Antiquities Authority, kotak ini diduga kuat dibawa para umat Kristiani pada akhir abad 16.

Saat tutup kotak dibuka, tampak dua foto masih bisa dilihat dalam cat dan daun emas. Figur pria dan wanita yang ada dalam kotak ini kemungkinan besar adalah Yesus dan Bunda Maria. Kotak ini ditemukan di luar tembok Kota Tua Daud di Yerusalem yang merupakan sisa dari era Byzantium.

Kotak ini sebenarnya sudah ditemukan dua tahun lalu dan diteliti dengan seksama oleh para ahli hingga akhirnya diungkap dalam konferensi arkeologi baru-baru ini.

Kotak ini diklaim penting karena menawarkan bukti arkeologi yang ikon semacam ini digunakan di periode Byzantium dan tak terbatas hanya pada upacara gereja, seperti dikutip foxnews.





sumber:www.inilah.com

Teh Hijau, Efektif Kikis Kolesterol


                                                                                                        straitstimes.com


Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa teh hijau mungkin sangat bagus untuk mengikis kolesterol.

Teh hijau yang dikonsumsi melalui kapsul ataupun diminum dari cangkir, mungkin berpotensi untuk mengikis kolesterol buruk dalam tubuh manusia, ungkap sebuah studi terbaru di Amerika Serikat (AS) yang melibatkan ribuan responden. Demikian seperti yang dikutip dari ST.

Penemuan yang dipublikasikan di American Dietetic Association tersebut, menunjukkan bahwa teh hijau mampu mengikis 5-6 kali dari jumlah total kolesterol dalam tubuh manusia dan juga kolesterol LDL 'buruk', ketimbang pengkonsumsian kapsul dan metode pengobatan lainnya.

"Teh hijau di dalam cangkir ternyata lebih efektif ketimbang kapsul, meski secara keseluruhan perbedaannya masih kecil," ujar Olivia Phung, peneliti senior, yang juga seorang asisten profesor farmasi di Western University of Health Science di Pomona, California.





sumber:www.inilah.com

Karena Rindu, Kim Ubah Sang Ayah Jadi Tasbih



Kim Il Nam selalu merasakan kesedihan yang luar biasa ketika ayahnya meninggal dunia 27 tahun yang lalu. Dirinya pun menggali kuburan ayahnya dan menjadikan tulang belulang ayahnya menjadi tasbih.

Pria ini menggali kuburan ayahnya dan mengkremasi tulang belulang ayahnya. Setelah tulang-tulang itu menjadi abu, Kim pun merubahnya menjadi tasbih yang tampak seperti mutiara.
"Bila saya melihat tasbih ini, saya mengingat ayah saya. Saya selalu mengingat masa-masa bahagia bersamanya," ujar pria berusia 69 tahun yang berambut kelabu, seperti dikutip Associated Press.

"Saat saya masih kecil, saya sering tertidur dalam pelukannya," ujarnya sambil menangis dan menatap tasbih berwarna biru kehijauan tersebut.

Beberapa dekade yang lalu, enam dari 10 orang warga Korsel yang meninggal dunia dikubur, sesuai dengan tradisi Kong Hu Chu. Namun, ada desakan dari Barat yang mendorong para warga Korsel agar melakukan kremasi (pembakaran jenazah) untuk menghemat lahan kuburan.
Sekira 500 orang bahkan dikabarkan sudah merubah abu yang berasal dari jenazah kerabatnya menjadi tasbih Budha di Icheon. Pembuatan tasbih dari abu mayat ini pun semakin mengalami kemajuan.

"Tasbih yang kami buat bersih, tasbih itu tidak akan jamuran dan bau," ujar CEO dari perusahaan pembuat tasbih, Bae Jae Jul.

Bae menggunakan temperatur tinggi untuk mengkristalkan abu mayat dan sekira 90 menit, abu mayat itu akan berubah menjadi tasbih. Warna tasbih itu umumnya biru kehijauan atau merah muda. Terkadang menjadi ungu atau bahkan hitam.

Bisnis pembuatan tasbih dari abu mayat ini sempat diluncurkan di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, namun bisnis ini tidak sukses karena warga setempat lebih memilih untuk menguburkan jasad orang yang sudah wafat.

Kim pun berniat untuk menjadikan abu dari jenazah ibunya menjadi tasbih pada 2012 mendatang.
"Saya juga memiliki seorang putri dan saya ingin dirinya menjadikan saya tasbih ketika saya sudah wafat," ujar Kim.





sumber: international.okezone.com

Ada-Ada Saja, Masa Ular Piton Kecanduan Rokok?



Ternyata Bukan hanya manusia saja yang doyan ngerokok,hewan melata yang satu ini juga doyan ngerokok.Ular piton yang ada di desa Beringin, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, ini,lebih senang menghisap rokok ketimbang 'maem' daging ayam.Si,empu ular ini bilang sih katanya ,dalam sehari bisa 1 bungkus rokok yang di hisap oleh ular ini.ckkckkckk.....





sumber:forum.vivanews.com

Aaliyah, Bocah 8 Tahun Peraih Medali Emas & Pecahkan Rekor Sea Games



Palembang - Sebuah rekor SEA Games baru saja dipecahkan dan yang menorehkannya pun bukan atlet biasa. Dia adalah Aaliyah, bocah perempuan berusia delapan tahun asal Malaysia yang berhasil merebut emas di cabor Ski Air.

Aaliyah itulah nama bocah cilik yang mungkin sudah menggegerkan perhelatan pesta Olahraga negara se-Asia Tenggara ini. Aaliyah yang memulai kariernya di dunia Ski Air pada usia lima tahun itu berhasil mengalahkan Sareeya Promsuntisit (Thailand) dan kakak perempuannya, Phillipa Yoong.

Tak sulit bagi Aaliyah untuk melakukan trik-trik guna mendapatkan nilai tertinggi dari juri pada nomor Water Ski Trick. Dengan pencapaian ini pun Aaliyah menjadi atlet termuda dalam sejarah SEA Games yang mampu meraih medali emas sejak tahun 1959.

Memang olahraga Ski Air sudah jadi bagian dari hidup Aaliyah sejak kecil. Ayahnya Hanifah Yoong dan ibunya Norzeela Sulaiman, sudah mengenalkannya kepada air sejak usianya masih enam bulan dan itulah yang membuat Aaliyah cepat beradaptasi dengan olahraga yang tak lazim dilakukan anak seumurannya.

"Saya tidak takut kok. Saya senang berenang dan bermain ski. Saya senang bisa memenangi medali emas ini. Saya senang," ucap Aaliyah dengan polos saat ditanyakan oleh Detiksport, Jumat (18/11/2011).

"Saya latihan ski pagi hari dan sekolah sore harinya," lanjutnya ketika ditanya bagaimana dirinya membagi waktu antara sekolah dan kariernya sebagai atlet Ski Air.

Memang dukungan orang tua tak pelak jadi kunci utama bagaimana kariernya yang baru dimulai tiga tahun lalu itu, begitu cepat berkembang hingga seperti sekarang.

"Aaliyah mencintai air. Kami mengenalkannya kepada renang pada saat ia berusia 6 bulan. Dia memilih olahraga Ski Air begitu saja. Kami terkadang harus melarangnya berlatih karena Aaliyah suka lupa waktu kalo sudah bermain Ski Air," tutur ibunya Noorzela.

"Saya rasa pendidikan dan olahraga bisa berjalan seimbang asal orang tua mendukung sepenuhnya. Saya lakukan itu pada Aaliyah dan mungkin dia akan mencapai puncak kariernya pada usia 17 tahun. Mudah-mudahan," timpal sang ayah, Hanifah.

Kini dengan munculnya Aaliyah, berarti klan keluarga Yoong berhasil mengangkat nama mereka di cabor Ski Air. Kedua kakaknya, Alexander dan Phillipa, juga berhasil meraih emas di nomor overall putra/putri.




sumber:forum.vivanews.com