BUAT SUAMI ISTRI.

Jika kita suami istri mulai belajar berkomunikasi dengan baik, maka rumah tangga pasti akan mengalami perubahan dan pemulihan.
Tidak akan pernah ada kata perceraian terjadi, untuk itu kita perlu jujur pada diri sendiri bagian mana yang perlu kita ubah.

Prinsip komunikasi yang sehat :
1.   Jadilah pendengar yang baik.
2.   Berpikir sebelum berbicara.
3.   Berbicara dengan kasih.
4.   Jangan menghukum pasangan dengan puasa bicara.
5.   Jauhi berdebat.
6.   Kendalikan amarah waktu berbicara.
7.   Mintalah maaf bila bersalah.
8.   Jangan merengek.
9.   Berhentilah mengkritik, membangunlah.
10. Hargailah pendapat orang lain.

Hal yg perlu diperhatikan saat berbicara :
1.   Volume - jangan terlalu keras.
2.   Pitch - Nada suara jangan tinggi/membentak.
3.   Moment - cari waktu yang tepat untuk membicarakan masalah.

Sembilan puluh persen gesekan yang terjadi dalam kehidupan sehari2 disebabkan oleh nada bicara yang kurang baik.
Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya !
Teman, ketika kemarahan memuncak, pikirkanlah akibat-akibatnya.
Ingatlah selalu mengapa anda memilih dia, masa-masa indah dan perjuangan kalian bersama mewujudkan hari pernikahan anda. Jangan membanding2 kan teman baru dengan pasangan kita, rumput ditetangga "keliatan" lebih hijau, itu karena nampak dari luar, kita tdk tahu didalamnya ada ular atau serangga lainnya.

SEMOGA BERMANFAAT DAN TUHAN MEMBERKATI

Ekidna Moncong Pendek



Ekidna moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), juga dikenal sebagai spiny anteater (pemakan semut berduri) karena makanannya yaitu semut dan rayap, adalah satu dari empat spesies ekidna yang masih hidup dan satu-satunya anggota dari genus Tachyglossus. Tubuh Ekidna moncong pendek tertutup bulu dan duri serta memiliki moncong yang unik dan lidah khusus sehingga bisa menangkap mangsa dengan cepat.

Seperti monotrematalainnya yang masih hidup, Ekidna moncong pendek bertelur; monotremata adalah satu-satunya kelompok mammalia yang dapat melakukannya.

Spesies ini ditemukan di setiap bagian Australia, di mana ia merupakan hewan asli yang paling tersebar, dan di daerah pantai serta wilayah dataran tinggi barat daya Papua, di mana ia dikenal sebagai Mungwe dalam bahasa Daribi danChimbu. Hewan ini tidak terancam kepunahan, tapi aktivitas manusia seperti perburuan, perusakan habitat, dan pengenalan spesies predator asing serta parasit telah mengurangi distribusi Ekidna moncong pendek di Australia.

sumber:wikipedia.com

Ikan Goliath Tigerfish, Pemangsa Buaya

Ikan Goliath Tigerfish termasuk  salah satu ikan air tawar yang paling menakutkan dan terkenal sangat buas saat sedang memburu mangsanya yang berupa hewan dengan ukuran apapun, termasuk juga buaya. Angler Jeremy Wade, seorang pemancing profesional asal Inggris merupakan satu dari sedikit orang yang berhasil menangkap ikan tersebut. Ia berhasil mengalahkan tigerfish berukuran panjang 5 kaki atau sekitar 1,5 meter berbobot 45Kg setelah berupaya menangkapnya selama 8 hari. Foto: dailymail.co.uk/ICON/bnps.co.uk


Jeremy Wade mengangkat ikan Goliath Tigerfish sepanjang 1.5 meter yang berhasil ditangkapnya di Sungai Kongo, Afrika. Foto: dailymail.co.uk/ICON/bnps.co.uk


Goliath Tigerfish memiliki gigi taring yang mampu mencabik-cabik mangsanya. Foto: dailymail.co.uk/ICON/bnps.co.uk


Jeremy Wade menghabiskan waktu delapan hari untuk menangkap ikan Goliath Tigerfish. Foto: dailymail.co.uk/ICON/bnps.co.uk


sumber:vivanews.com

Jebakan Tanaman Pemangsa

Tanaman tak selamanya menjadi mahluk lemah tak berdaya. Di beberapa tempat yang tak subur, tanaman-tanaman karnivora menyimpan marabahaya bagi serangga, hewan berbuku-buku, atau invertebrata. Di balik keindahan warna-warninya, mereka bisa dengan cepat menerkam hewan yang lengah, menjebak, dan menghisap habis nutrisi yang terkandung pada tubuh hewan itu ke pencernaannya.


Tumbuhan Venus Flytrap memiliki moncongan yang bisa bergerak menutup dengan sangat cepat sehingga bisa menyergap serangga atau bahkan mamalia kecil untuk dicernanya. Foto: Goron Miller, Dreamstime


Semut tengah merayap di dalam Venus Flytrap. Tumbuhan ini tumbuh di daerah yang tidak subur, sehingga ia mengumpulkan nutrisi ekstra dari daging serangga dan laba-laba. Foto: Christopher V. Anderson


Sundew menarik mangsanya dengan warna pink yang menarik dan batangnya yang lengket. Setelah itu ia akan menyerap nutrisi serangga-serangga buruannya. Foto: Leszek Wygachiewicz, Dreamstime


Tanaman sundew bisa menggerakan organ tubuhnya yang mirip tentakel sebagai bentuk respon dari stimulasi mangsanya. Foto: David Jennings, University of South Florida


Tanaman pemangsa yang hidup di air ini bisa menghisap spesies crustacea dan mangsa-mangsa lain dengan kekuatan hisap sampai 600 kali gaya gravitasi. Foto: Carmen Weißkopf


sumber:vivanews.com

Potensi Gempa Besar Jakarta Sedang Diriset


Kawasan Kuningan, Jakarta (VIVAnews/Tri Saputro)


Potensi Gempa Besar Jakarta Sedang Diriset
Jepang sudah punya badan riset gempa sejak tahun 1925. Indonesia baru tahun ini


Sepuluh tahun terakhir, Indonesia dilanda oleh berbagai macam bencana alam yang menelan ratusan ribu korban jiwa dan kerugian material yang sangat banyak. Belajar dari berbagai pengalaman yang ada, Indonesia tahun ini akhirnya memiliki pusat riset gempa bumi.

Namun, menurut Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, ternyata Indonesia tertinggal cukup jauh dari Jepang yang sudah memiliki pusat riset ini sejak 86 tahun lalu.

"Jepang membuat semacam pusat penelitian gempa pada 1925 setelah pada 1924 terjadi gempa besar di sana. Kita baru tahun ini punya pusat riset gempa dan S2 tentang gempa," ujar Andi Arief dalam diskusi Trijaya FM tentang "Bencana dan Sejarah Indonesia" di Cikini, Jakarta, Minggu, 15 Mei 2011.

Bukan hanya Jepang, beberapa negara lainnya seperti Jerman pun puluhan tahun lebih tanggap dari Indonesia terkait pembangunan pusat riset gempa ini. Akan tetapi, Andi mengaku optimistis, meski tertinggal cukup jauh, Indonesia bisa mengembangkan pusat riset ini dengan baik.

"Kita coba beradaptasi mengejar ketertinggalan yang ada," katanya.

Selain itu, dikatakan oleh Andi, saat ini pusat riset gempa tengah mengumpulkan data mengenai kemungkinan adanya gempa besar yang mungkin melanda ibu kota Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan yang ada karena pemerintah tak ingin kembali kecolongan seperti kejadian bencana tsunami di Aceh.

"Jakarta menyimpan potensi, berpusat di Selat Sunda. Pada tahun 1700-an ada pelepasan energi yang sangat besar di sana, sehingga diprediksi akan ada gempa 8,7 skala richter di Jakarta. Saat ini kita sedang buat modellingnya," kata Andi.

• VIVAnews

Semut Menari di Atas Satu Kaki

Seorang fotografer asal Jakarta, Robertus Agung Sudiatmoko, berhasil mengabadikan gambar seekor semut yang tengah 'menari' di atas satu kaki. Foto tersebut diambil saat Robertus dan teman-temannya sedang berburu foto makro di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Selain 'semut menari ini', Robertus juga berhasil mengabadikan semut lain yang sedang berdiri di atas bebatuan sambil menyilangkan tangannya. Semburat cahaya dari langit yang menyinari dari sisi kiri atas membuat semut ini tampak sedang berdoa. (Foto: dailymail.co.uk)


Foto semut 'menari' yang diambil Robertus Agung Sudiatmoko dengan teknik makro.


 Foto semut yang sedang berdiri di atas bebatuan karya Robertus Agung Sudiatmoko.


Foto semut yang sedang mengangkat sehelai daun yang jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya karya Robertus Agung Sudiatmoko.


sumber:vivanews.com
 

Yang Eksotis dari Borneo

Borneo telah lama dikenal dengan reputasinya sebagai mysterious secret garden. Pulau itu merupakan rumah dari berbagai flora dan fauna yang unik dan eksotis.


Siput berwarna hijau kekuningan ini bernama Ibycus rachelae. Ia memiliki buntut yang panjangnya tiga kali panjang kepalanya sendiri. Foto: Menno Schilthuizen


Semut baru berwarna coklat kemerahan ini, bernama Lordomyrma reticulate. Berasal dari Sabah, semut berbulu ini memperkaya khasanah jenis semut yang ada di Asia Tenggara. Foto: Andrea Lucky


Serangga tongkat terpanjang di dunia. Panjang binatang bernama Phobaeticus chani ini bisa mencapai setengah meter. Ia ditemukan di dekat Gunung Kinabalu Park, Sabah. Foto: www.livescience.com


Ular bernama Dendrelaphis kopsteini ini bisa memiliki panjang hingga 1,5 meter. Lehernya yang oranye menyatu dengan pola warna-warni terang yang menarik di sekujur tubuhnya. Foto: Gernot Vogel


Kodok kecil bernama Rhacoporus penanorum ini mampu melompat dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Ajaibnya lagi, kodok ini bisa berubah warna kulit seperti bunglon. Foto: Stefan Hertwig


Anggrek liar bernama Thrixpermum erythrolomum adalah salah satu dari 37 spesies anggrek baru yang ditemukan di Trus Madi, Gunung tertinggi Malaysia (2.642 m). Foto: Peter O’Byrne


sumber:vivanews.com