Pembunuh Brutal Norwegia Ternyata Pengagung Charles Darwin



 “Penelusuran atas manifesto Anders Behring Breivik yang setebal 1500 halaman memperlihatkan bahwa gambaran cepat yang diberikan oleh media massa bahwa si teroris Norwegia itu adalah seorang ‘Kristen’ sama tidak benarnya dengan mengatakan bahwa si pengebom Oklahoma City, Timothy McVeigh adalah seorang Kristen. Breivik ditangkap pada akhir pekan lalu, dituntut atas dua serangan brutal di Oslo, Norwegia, dan sekitarnya, termasuk sebuah pengeboman di ibukota negara tersebut yang membunuh 7 orang dan penembakan di sebuah retreat politik untuk anak-anak muda di pulau Utoya yang membunuh 80 korban.Merangkai kembali berbagai posting Breivik di internet, banyak laporan media yang menggambarkan sang teroris – yang mengatakan bahwa dia sangat tidak senang dengan kebijaksanaan multikultural yang berasal dari partai Buruh Norwegia – sebagai seorang ‘Kristen fundamentalis, sayap kanan.’ Sebenarnya, walaupun McVeigh menolak Allah sama sekali, Breivik menulis dalam manifestonya bahwa dia tidak religius, mempertanyakan keberadaan Allah, tidak berdoa, namun memang menekankan superioritas ‘budaya Kristen’ Eropa sekaligus juga budaya Nordic-nya yang penuh berhala. Breivik justru mengagungkan Charles Darwin, yang memiliki teori-teori evolusi yang sangat kontras dengan pernyataan-pernyataan Alkitab: ‘Mengenai Gereja dan ilmu pengetahuan, sangatlah penting bahwa ilmu pengetahuan harus mengambil tempat yang terhormat di atas pengajaran Alkitab. Eropa sejak dulu selalu adalah asal muasal ilmu pengetahuan, dan haruslah terus demikian. Mengenai hubungan pribadi saya dengan Allah, saya rasa saya bukanlah orang yang terlalu religius. Saya pertama-tama dan terutama adalah seorang yang logis. Namun demikian, saya adalah pendukung suatu Eropa yang monokultural Kristen.’ …Berulang-ulang kali Breivik dengan jelas menyatakan kepada para pembacanya bahwa dia tidak termotivasi oleh iman Kristiani. ‘Saya tidak akan berpura-pura bahwa saya orang yang sangat religius, karena itu adalah kebohongan,’ dia mengatakan. ‘Saya selalu sangatlah pragmatis dan dipengaruhi oleh lingkungan dan sekitar saya yang sekuler…’”

Doa Orang Yang Tidak Pantas



Bacaan: 2 Raja-Raja 13:1-5

Yoahas seorang raja Israel yang jahat di mata Tuhan karena ia tidak bersandar kepada Tuhan dan membawa orang Israel menyembah Tuhan, tetapi menyembah kepada patung-patung berhala. Hal ini membuat Tuhan murka kepada bangsa Israel dan diserahkannya mereka kepada tangan Hazael, raja Aram, dan ke tangan Benhadad, anak Hazael. Penindasan yang dilakukan oleh bangsa Aram kepada bangsa Israel begitu berat dan hebat sehingga hampir memunahkan bangsa tersebut.
Dalam situasi seperti itu raja Yoahas melakukan sesuatu yang tak terduga, dia berdoa kepada Tuhan. Seorang raja Israel yang jahat, yang selalu menyembah patung dewa-dewa, tiba-tiba datang berdoa kepada Tuhan dengan setulus hati. Seorang jahat di tengah krisis dan keputusasaan berseru kepada Tuhan dalam doa.
Mungkin anda berpikir tidak pantas orang seperti itu datang kepada Tuhan setelah apa yang selama ini dilakukannya menghujat nama Tuhan.
Namun apa yang terjadi adalah sebaliknya. Tuhan melihat betapa beratnya bangsa Israel ditindas sehingga timbul belas kasihanNya dan Ia mengabulkan doa Yoahas. Allah menjawab doa seorang yang sebenarnya tidak pantas untuk didengar dan ditolong.
Mengapa?
Tuhan tidak sama dengan manusia. Kasih Allah melampaui akal manusia, melampaui tingginya langit dari bumi. Ketika seorang berdoa dalam kesesakannya, Allah melihat ketulusan hatinya. Ada ketulusan hati dalam permintaan doa Yoahas yang menggerakkan hati Allah untuk menolong. Selain itu karena permohonan doa Yoahas tidak disampaikan semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi untuk kepentingan bangsanya. Hal ini mengingatkan Tuhan akan janjinya kepada Salomo bahwa walaupun bangsa ini sudah berbuat jahat kepada Tuhan, tetapi bila mereka mau datang berseru kepada Tuhan, maka Ia akan menolong mereka.
Doa dan keprihatinan Yoahas sebagai seorang raja kepada nasib bangsanya yang sangat menderita menjadi petisi kepada Allah, suatu teriakan putus asa yang naik ke hadirat Allah yang mahakuasa, dan Ia mendengar dan mengabulkannya. Allah memberikan mereka seorang penolong.
Apa yang kita pelajari dari cerita Yoahas ini? Allah memperhatikan doa orang yang dengan tulus mau datang memohon kepadaNya bahkan doa dari seorang yang sebenarnya tidak pantas untuk didengar oleh Tuhan karena selalu menghujat Dia.
Kasih Allah sangat besar. Ketika kita mau berbalik kepadaNya dan mengaku semua dosa-dosa kita, maka Ia akan mengampuni kita bahkan melupakan dosa-dosa kita sebelumnya. Ia melupakan dosa-dosa kita bagaikan kabut yang diterbangkan angin sehingga tak terlihat bekasnya sama sekali. Begitu besarnya kasih Allah kepada kita sehingga Ia rela menebus dosa-dosa kita dan membebankannya pada AnakNya Yesus Kristus melalui kematianNya. Di dalam Yesus semua dosa-dosa kita itu diampuni.
Tidak ada seorangpun yang tidak pantas untuk Tuhan. Siapapun anda, apapun dosa yang pernah anda lakukan di masa lalu, bila anda bersedia datang kepada Tuhan dan mengaku dengan tulus kepadaNya, maka anda akan diampuniNya. Anda akan menerima hidup baru dalam Kristus. Jangan segan-segan datang kepada Tuhan dan membawa permohonan doa anda kepadaNya, karena ia memperhatikan doa setiap orang. Amin

sumber: Dok. Kesatuan Gereja

Empat Jenis Kasih



Ada empat kata Yunani untuk kasih yang penting dimengerti orang Kristen. Kata-kata itu adalah agape, phileo, storge, dan eros. Tiga kata di antaranya muncul di dalam Alkitab. Jika kita hendak mengerti Alkitab dan dunia alkitabiah, penting bagi kita untuk mengerti apakah arti kata-kata ini dan di manakah perbedaannya.

Kata Yunani untuk kasih seksual atau hasrat kasih adalah eros, dan kita memperoleh kata Inggris seperti ”erotic.” Ketika eros dipakai sebagai kata benda, kata itu menunjuk kepada dewa kasih Yunani. Kata Yunani eros tidak muncul dalam teks alkitabiah, jadi kita tidak akan meluangkan waktu dalam artikel ini mengenai itu, tetapi kata ini sudah memiliki dampak terhadap bahasa Inggris dan pandangan kita tentang kasih seksual sehingga itu penting untuk disinggung.

Kata Yunani yang menunjuk kepada kasih terhadap Tuhan, salah satu jenis kasih yang harus kita miliki untuk orang lain, adalah agape. Agape adalah sifat inti Tuhan, karena Tuhan adalah kasih (1 Yoh. 4:7-12, 16b). Kunci utama untuk mengerti agape adalah menyadari bahwa itu dapat dikenal dari tindakan yang mendorongnya. Sebenarnya, kadang kala kita berbicara tentang ”teladan perbuatan” dari kasih agape. Orang-orang pada masa kini terbiasa berpikir tentang kasih sebagai suatu perasaan, tetapi tidak demikian halnya dengan kasih agape. Agape adalah kasih karena apa yang dilakukannya, bukan karena bagaimana perasaannya.
Tuhan sangat “mengasihi” (agape) sehingga Dia memberikan Anak-Nya. Tuhan tidak merasa nyaman untuk melakukan itu, tetapi itu adalah perbuatan yang penuh kasih. Kristus sangat mengasihi (agape) sehingga Dia memberikan hidup-Nya. Dia tidak mau mati, tetapi Dia mengasihi, jadi Dia melakukan apa yang diminta oleh Tuhan. Seorang ibu yang mengasihi bayinya yang sakit akan jaga semalaman untuk merawatnya, yang merupakan sesuatu yang tidak mau dilakukannya, tetapi ini adalah suatu tindakan kasih agape yang sesungguhnya.
Pada dasarnya kasih agape bukan sekadar sebuah gerakan hati yang lahir dari perasaan. Sebaliknya kasih agape adalah gerakan kehendak, pilihan yang sengaja dilakukan. Itulah sebabnya Tuhan dapat memerintahkan kita untuk mengasihi musuh kita (Mat. 5:44; Kel. 23:1-5). Dia tidak memerintahkan kita untuk ”memiliki perasaan yang baik” terhadap musuh kita, tetapi untuk bertindak di dalam cara yang penuh kasih terhadap mereka. Kasih agape berhubungan dengan ketaatan dan komitmen, dan tidak selalu perasaan dan emosi. ”Mengasihi” seseorang adalah mentaati Tuhan demi kebaikan orang lain, mengupayakan berkat dan keuntungan orang lain untuk jangka panjang.
Cara untuk mengetahui bahwa kita mengasihi (agape) Tuhan adalah bahwa kita melakukan perintah-perintah-Nya. Yesus berkata, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku...” (Yoh. 14:21a). Ada orang-orang Kristen yang berkata bahwa mereka mengasihi Tuhan, tetapi gaya hidup mereka bertentangan dengan kehendak Tuhan. Orang-orang ini salah mengerti perasaan kasih mereka kepada Tuhan dengan kasih agape yang sesungguhnya. Yesus memperjelas ini: ”Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku ...” (Yoh. 14:24a).

Kasih adalah karakter khusus dari kehidupan Kristen dalam hubungan dengan orang-orang Kristen lain dan kepada semua umat manusia. ”Mengasihi” mungkin tidak selalu mudah, dan kasih yang sesungguhnya bukanlah ”sentimentalisme yang lembut.” Sering kali terdapat harga yang dibayar untuk kasih yang sejati. Misalnya, menghukum penjahat untuk menjaga keamanan masyarakat adalah tindakan mengasihi tetapi hal itu tidak mudah atau menyenangkan, dan meminta seseorang meninggalkan persekutuan Kristen Anda karena dia bertahan di dalam dosa yang keji adalah sikap yang baik tetapi tidak mudah (1 Kor. 5:1-5). Itu tidak berarti kasih agape tidak menyangkut perasaan di dalamnya, dan situasi ideal yang muncul ketika hal yang baik dilakukan juga adalah apa yang ingin kita perbuat. Orang-orang Kristen dikenal karena saling mengasihi (Yoh. 13:35).

Kata ketiga untuk “kasih” yang perlu diteliti adalah phileo, yang berarti “memiliki minat yang spesial kepada seseorang atau sesuatu, sering kali dengan fokus kepada kerja sama yang dekat; memiliki kasih sayang terhadap, seperti memandang seseorang sebagai sahabat.” Mungkin menolong jika phileo tidak pernah diterjemahkan sebagai “kasih” dalam Perjanjian Baru, karena kata ini menunjuk kepada perasaan suka yang kuat atau persahabatan yang kuat. Tentu saja, kita melihat bagaimana phileo diterjemahkan sebagai “kasih,” karena di dalam budaya modern kita berkata kita “mengasihi” hal-hal yang kita sangat gemari: “Saya suka (love) es krim,” “Saya suka (love) mobil saya,” “Saya suka (love) model rambutmu,” dsb. Kata phileo menyiratkan hubungan emosional yang kuat, oleh sebab itu dipakai sebagai “kasih,” atau persahabatan yang dalam, antara sahabat. Anda dapat agape musuh Anda, tetapi Anda tidak dapat phileo mereka.

Perbedaan antara agape dan phileo menjadi sangat jelas dalam Yohanes 21:15 dst, tetapi sayang itu kabur dalam hampir semua terjemahan Inggris. Setelah bangkit dari antara orang mati, Yesus bertemu Petrus. Berikut ini versi singkat tentang apa yang mereka percakapkan.
Yesus: Simon ... apakah engkau mengasihi (agape) Aku lebih dari ini [ikan?]
Petrus: Ya, Tuhan; Engkau tahu saya mengasihi (phileo) Engkau.
Yesus: Simon ... apakah engkau .... mengasihi (agape) Aku?
Petrus: Ya, Tuhan, Engkau tahu saya mengasihi (phileo) Engkau.
Yesus: Simon ... apakah engkau mengasihi (phileo) Aku?
Petrus: [Menangis] ”Tuhan ... Engkau tahu saya mengasihi (phileo) Engkau.”

Mengapa ada perbedaan dalam kata “kasih” dalam percakapan ini? Mengapa Yesus memakai kata agape dan Petrus memakai phileo? Yesus bertanya kepada Petrus apakah dia mengasihi Yesus dengan kasih Tuhan, kasih yang menuntut pengorbanan. Bagaimana pun juga, Yesus baru saja melewati siksaan yang menakutkan demi Petrus (dan kita), sesuatu yang tidak mau dilakukan-Nya tetapi tetap diperbuat-Nya karena kasih agape-Nya. Sebaliknya, Petrus menghindari siksaan yang mungkin diterima melalui menyangkali Yesus.

Dua kali Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau agape Aku? [Yaitu, apakah engkau bersedia melakukan hal-hal demi Aku yang tidak mau engkau perbuat?] Sebaliknya, Petrus, tetap merasa kepedihan karena menyangkali Yesus, dan berharap persahabatan mereka kembali utuh. Apakah Yesus menyimpan penyangkalan Petrus terhadap Diri-Nya? Apakah Dia tetap memperlakukan Petrus sebagai sahabat karib dan teman? Petrus tidak yakin di manakah posisinya di hadapan Yesus, jadi dia berusaha memberitahukan Yesus bahwa dia masih sahabat sejati, dan memiliki kasih persahabatan terhadap Yesus.

Setelah tiga kali Yesus berbicara kepada Petrus, Dia turun kepada tingkat Petrus dan bertanya apakah Petrus benar seorang sahabat sejati (phileo), yang menyedihkan hati Petrus. Akan tetapi, ini penting, karena Yesus tahu apa yang tidak diketahui Petrus – bahwa Yesus akan naik ke surga, dan Petrus dan yang lain akan ditinggalkan untuk meneruskan pekerjaan-Nya di bumi, yang akan menuntut bahwa mereka sekalian menjadi sahabat karib-Nya dan melakukan kehendak-Nya meskipun menghadapi penderitaan.

Kata Yunani keempat yang perlu dimengerti adalah storge, yaitu kasih dan sayang yang muncul secara alamiah antara orang tua dan anak-anak, dapat muncul di antara saudara kandung, dan muncul di antara suami dan istri dalam pernikahan yang baik. Kata itu muncul dalam Roma 12:10 dengan kata, philostorgos, yang merupakan gabungan kata philos (bentuk kata benda dari phileo) dan storge. Roma 12:10 adalah ayat yang sangat penting, mengarahkan kita untuk sangat mengasihi dan saling berbuat baik.

Roma 12:10
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
(Sehubungan dengan kasih persaudaraan, biarlah ada persahabatan yang dalam dan kasih keluarga terhadap satu dengan yang lain – terjemahan bebas)
Jika seseorang ingin memiliki kehidupan Kristen yang sangat baik, taat kepada suara Tuhan dan memiliki persekutuan yang kuat dengan orang Kristen lain, dia perlu melatih ketiga jenis kasih ini.

Kita membutuhkan kasih agape karena beberapa hal yang dituntut dari Tuhan tidaklah menyenangkan atau mudah dilakukan, tetapi harus diperbuat. Kita memerlukan kasih phileo karena kita membutuhkan sahabat sejati untuk berdiri bersama kita, orang yang berhubungan dengan kita secara emosi dan kita dapat berbagi perasaan serta pikiran kita yang terdalam bersamanya. Yang terakhir, kita sebagai orang Kristen perlu memiliki kasih storge di antara kita, sebuah kasih sayang persaudaraan yang menghibur dan menolong kita merasa terikat dengan semua keluarga rohani kita.

Tuhan memberkati

dok Dalam Tuhan Kita Bersaudara

Apa Kata Alkitab Mengenai Merajah Tubuh?



Perjanjian Lama memerintahkan orang-orang Israel, “Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu; Akulah TUHAN” (Imamat 19:28). Jadi walaupun orang Kristen pada zaman sekarang tidak berada di bawah hukum Perjanjian Lama (Roma 10:4; Galatia 3:23-25; Efesus 2:15), kenyataan adanya larangan mengenai tato seharusnya menimbulkan pertanyaan bagi kita. Perjanjian Baru tidak berbicara apa-apa mengenai boleh tidaknya orang Kristen ditato.

Dalam hubungannya dengan tato dan merajah tubuh, ujian yang paling baik adalah apakah kita dapat dengan jujur, dengan hati nurani yang tulus, minta Tuhan memberkati dan menggunakan hal tsb untuk rencanaNya yang indah. “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31). Alkitab tidak melarang tato atau rajah tubuh, namun juga tidak memberikan alasan untuk kita percaya bahwa Allah menghendaki kita mendapatkan tato atau merajah badan kita.

Isu lain yang perlu dipertimbangkan adalah soal sopan santun. Alkitab memerintahkan kita untuk berpakaian dengan sopan (1 Timotius 2:9). Salah satu aspek dari kesopan-santunan adalah memastikan bahwa bagian tubuh yang harus ditutupi oleh pakaian ditutup dengan pantas. Namun demikian, makna dasar dari sopan santu adalah tidak menarik perhatian. Orang yang berpakaian dengan sopan berpakaian sedemikian rupa sehingga tidak menarik perhatian orang terhadap diri mereka. Tato dan rajah tubuh jelas menarik perhatian. Dalam pengertian ini, tato dan rajah tubuh tidak sopan.

Prinsip Alkitabiah yang penting dalam isu-isu yang tidak secara khusus dibicarakan adalah kalau ada keragu-raguan apakah itu menyenangkan Tuhan atau tidak, lebih baik jangan lakukan. “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Roma 14:23). Kita perlu mengingat bahwa tubuh kita, sebagaimana jiwa kita, telah ditebus dan merupakan milik Allah. Sekalipun 1 Korintus 6:19-20 tidak secara khusus diterapkan pada tato dan merajah badan, ayat-ayat ini memberikan sebuah prinsip kepada kita. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20). Kebenaran yang agung ini seharusnya mempengaruhi apa dan bagaimana kita memperlakukan tubuh kita. Kalau tubuh kita adalah milik Tuhan, kita perlu mendapatkan “izin” yang jelas sebelum “menandainya” dengan tato dan rajah.

dok: dalam Tuhan kita bersaudara

Siapakah ke 144.000 Itu?



Kitab Wahyu selalu menyajikan tantangan kepada penafsir. Kitab ini penuh dengan gambaran dan simbolisme yang tajam, yang ditafsirkan orang secara berbeda-beda tergantung pada prakonsepsi mereka terhadap kitab tsb. secara keseluruhan. Ada empat pendekatan utama dalam menafsirkan kitab Wahyu: 1) Preterist (melihat semua atau sebagian besar dari kejadian dalam kitab Wahyu sebagai sudah terjadi pada akhir dari abad pertama); 2) Historicist (melihat kitab Wahyu sebagai survei sejarah Gereja dari zaman para rasul hingga saat ini); 3) Idealist (melihat kitab Wahyu sebagai gambaran pergumulan antara kebaikan dan kejahatan); 4) Futurist (melihat kitab Wahyu sebagai nubuatan dari kejadian-kejadian yang akan datang). Dari keempatnya hanya pendekatan futurist yang menafsirkan kitab Wahyu dengan metode grammatical-historical (tata bahasa dan sejarah) sebagaimana bagian Kitab Suci lainnya. Pendekatan ini juga lebih sesuai dengan klaim dari kitab Wahyu sendiri sebagai nubuat (Wahyu 1:3; 22:7, 10, 18, 19).

Jadi, menjawab pertanyaan, “siapakah ke144.000 itu?” akan tergantung pada pendekatan penafsiran apa yang Anda lakukan untuk kitab Wahyu. Kecuali pendekatan futurist, semua pendekatan lain menafsirkan ke144.000 itu secara simbolis, sebagai wakil dari Gereja, dan angka “144.000” adalah simbol dari totalitas – i.e., angka sempurna – dari gereja. Namun ketika melihat bagian tsb. secara apa adanya, ““Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (Wahyu 7:4), tidak ada sesuatupun dalam bagian Alkitab ini yang mengharuskan kita menafsirkan 144.000 ini bukan sebagai secara harafiah 144.000 orang-orang Yahudi, masing-masing 12.000 diambil dari segenap suku “keturunan Israel.” Perjanjian Baru tidak menawarkan teks yang jelas untuk menggantikan Israel dengan gereja.

Para orang Yahudi ini “dimeteraikan,” yang berarti mereka mendapatkan perlindungan khusus dari Allah terhadap semua penghakiman illahi dan dari Anti Kristus untuk menjalankan misi mereka pada masa Penganiayaan Besar (lihat Wahyu 6:17, di mana orang-orang akan ingin tahu siapa yang dapat bertahan dari murka yang akan datang). Masa Penganiayaan Besar adalah masa tujuh tahun yang akan datang di mana Allah akan melaksanakan penghakiman illahi terhadap mereka yang menolak Dia dan menggenapi rencana keselamatanNya bagi bangsa Israel. Semua ini adalah seturut dengan wahyu Allah kepada nabi Daniel (Daniel 9:24-27). Ke 144.000 orang Yahudi adalah semacam “buah pertama” (Wahyu 14:4) dari bangsa Israel yang ditebus yang sebelumnya telah dinubuatkan (Zakharia 12:10; Roma 11:25-27), dan misi mereka adalah menginjili dunia setelah Pengangkatan (Rapture) dan mengabarkan Injil selama masa Penganiayaan Besar. Sebagai hasil pelayanan mereka jutaan (“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.”) akan beriman kepada Kristus (Wahyu 7:9).

Banyaknya kebingungan mengenai ke 144.000 itu dikarenakan oleh doktrin yang salah dari para Saksi Yehovah. Saksi-Saksi Yehovah mengklaim bahwa 144.000 adalah batas jumlah orang-orang yang akan memerintah bersama Kristus di surga dan menikmati kekekalan bersama dengan Kristus. Ke 144.000 itu memiliki apa yang oleh pada Saksi Yehovah katakan sebagai pengharapan surgawi. Mereka yang tidak lahir kembali akan menikmati apa yang mereka sebut sebagai pengharapan duniawi – surga di atas bumi yang di bawah pemerintahan Kristus dan ke 144.000 itu. Kita melihat dengan jelas bahwa pengajaran dari Saksi-Saksi Yehovah mendirikan kasta dalam masyarakat dengan kelompok penguasa (144.000) dan mereka yang diperintah. Alkitab tidak mengajarkan doktrin “kelas ganda” semacam ini. Adalah benar menurut Wahyu 20:4 bahwa ada orang-orang yang akan memerintah dalam Kerajaan Seribu Tahun bersama dengan Kristus. Orang-orang ini akan terdiri dari Gereja (orang-orang percaya dalam Yesus Kristus), orang-orang suci Perjanjian Lama (orang-orang percaya yang mati sebelum kedatangan Kristus yang pertama kali), dan orang-orang suci zaman Penganiayaan Besar (mereka yang menerima Kristus pada masa Penganiyaan Besar). Namun Alkitab tidak membatasi jumlah dari kelompok ini. Lebih lanjut lagi, Kerajaan Seribu Tahun berbeda dari Kekekalan yang akan ada pada akhir dari masa Seribu Tahun. Pada waktu itu Allah akan berdiam bersama kita di Yerusalem Baru. Dia akan menjadi Allah kita dan kita akan menjadi umatNya (Wahyu 21:3). Warisan yang dijanjikan kepada kita di dalam Kristus dan yang dimeteraikan oleh Roh Kudus (Efesus 1:13-14) akan menjadi milik kita dan kita akan menjadi pewaris bersama dengan Kristus (Roma 8:17)...semoga bermanfaat...GBU

dok: dalam Tuhan kita bersaudara

Terungkap, Fakta-Fakta Pembunuh Brutal Di Norwegia



Anders Behring Breivik mengklaim diri anggota Freemason dan menyebut agama sebagai “tongkat bantuan bagi orang-orang lemah.” Dia menyerukan agar paus dan para kardinalnya melawan dekonstruksi kekristenan Eropa dan islamisasi Eropa dan agar anggota-anggota gereja Protestan “bergabung kembali dengan Katolik,” menyerukan suatu “Gereja bersatu” dipimpin oleh paus. Dia bangga dengan garis keturunan Viking-nya. Dia meletakkan imannya pada ilmu pengetahuan. Dia mendukung “meluasnya pikiran kolektif yang rasional.” Dia telah putus hubungan dengan ayahnya sejak usia 15 tahun, memiliki masa kecil dalam keluarga yang “super-liberal dan matriarkis,” dan menyebut ayah tirinya seorang binatang seksual yang primitif . Dia menyukai musik trance, film-film yang mengerikan, drama vampire, video game, komputer game World of Warcraft, dan pertunjukan televisi favoritnya adalah Dexter, yang memiliki seorang pembunuh serial sebagai tokoh utama. Dia bermaksud untuk mempersiapkan dirinya melakukan pembantaiannya yang pengecut itu dengan cara menyewa pelacur dan minum anggur yang mahal. Dia mendengarkan lagu Lord of the Rings di iPod-nya agar tidak mendengar jeritan pada korbannya Norwegia memiliki undang-undang tentang senjata yang paling ketat di dunia Tidak ada satu orang pun di pulau Utoya yang bersenjata selain pembunuh tersebut, dan polisi memerlukan 90 menit untuk tiba di lokasi Hukuman maksimal yang dapat diterima oleh Breivik di pengadilan Norwegia adalah 21 tahun.


Pria Vietnam, 5 Tahun Tidur Dengan Mayat Istrinya


Seorang pria Vietnam menggali mayat istrinya yang telah meninggal dunia, lalu ia membentuk sosok tubuh istrinya dengan tanah liat sehingga ia bisa memeluknya setiap malam selama lima tahun terakhir.


Pria, 55 tahun Le Van tinggal di daerah Lam Ha di provinsi Quang Nam, is hidup dirumah itu dengan jasad istrinya dan seorang putranya.


Menurut laporan, Van mulai dengan tidur dengan jasad istrinya setelah istrinya itu meninggal pada tahun 2003 lalu. Dia mengatakan bahwa satu setengah tahun kemudian dia memutuskan untuk menggali terowongan di sebelah kuburan istrinya sehingga ia bisa tidur di sampingnya jauh dari hujan dan angin.


Namun, tetangga dan pihak berwenang setempat mengetahui tentang praktek itu dan membujuk Van untuk menghentikan perbuatannya itu. Selanjutnya pada bulan November 2004 Van kembali ke kuburan, menggali mayat istrinya dan membawanya pulang, hingga sampai sekarang ini.


Ayahnya Le Van mengatakan kepada surat kabar Lao Dong, bahwa tetangganya tidak berani mengunjunginya selama bertahun-tahun, namun lama kelamaan mereka terbiasa dengan hal itu, hingg akhirnya justru malah Le Van mendapatkan uang dari setiap orang yang berkunjung dan bersimpati padanya.


Mereka yang prihatin itu mengatakan bahwa Van adalah orang yang melakukan hal-hal unik. Ia tidak seperti orang normal. Ia mengatakan bahwa hanya tubuh istriku saja meninggal dunia, tapi semangat masih menyertai kita. Aku takut ketika ia datang aku sedang tidak tidur dengannya.
Pemerintah setempat dikatakan akan menyelidiki atas hal itu. Ini terkait masalah sanitasi lingkungan dan hukum yang berlaku di negara itu bahwa mayat harus dikremasi atau dikuburkan. Juga, penguburan mayat tidak dapat dilakukan di area perumahan.


sumber: yesboleh.blogspot.com