Tips Menjadi MC (Pembawa Acara) Yang Benar

Memberikan beberapa tips yang menarik & bermutu buat kamu2 yang baru mau jadi mc atau pembawa acara blm terlampau menguasai profesi ini. beginilah kira2 tips itu :


1. kenali peranmu peran seorang mc adalah untuk mempertahankan sebuah acara supaya berjalan lancar, mempertahankan energi para peserta/penonton supaya semangat, membantu para peserta supaya merasa disambut dgn baik & membuat para pembicara/pengisi acara merasa dihargai, & masi banyak lagi. jadi gak cuma hanya memberikan informasi & gak cuma seseperti timekeeper aja.


2. kenali kelompok-kelompok peserta artinya adalah menyambut para penonton/peserta yang tidak berasal dari wilayah tempat acara berlangsung. mc harus memastikan bahwa semua penonton adalah sama, tidak memberikan perlakuan khusus pada mereka yang merupakan “tuan rumah”.


3. ringkaslah apa yang dikatakan dari pembicara poin ini penting bgt buat diperhatikan. jadi setiap seorang pembicara berakhir bicara, mc harus bissa mengambil intisari dari apa yang dibicarakan dari pembicara tersebut, atau setidaknya untukan penting dari isinya, untuk disampaikan kepada penonton/mc service.


4. pertahankan waktu yang ditentukan dalam sebuah acara, tidak dipungkiri bakal ada alokasi waktu yang kurang sesuai dengan rundown acara, entah itu molor atau kecepatan. untuk itulah mc (training mc) harus bissa mengatur supaya waktu tetap berjalan sesuai dengan rundown.


5. buat penonton bersemangat kadangkala pada suatu acara pasti ada penonton yang merasa bosen atau ngantuk kgelanggang isinya kurang menarik atau apa/mc service.


6. jangan bicara terlampau cepat, ucapkan setiap kata dengan intonasi yang jelas (training mc)


7. usahakan untuk rileks, kalo gugup tarik nafas yang panjang & dalam kemudian bergeraklah untuk melemaskan otot.


8. buat catatan mungil untuk membantu mengingat apa yang akan dikatakan, entah itu joke, cerita atau memberikan informasi huff..dah banyak kan?gimana, kira2 dah siap blm kl dgosipruh jadi mc? kl saia sie jelas…gak siap!! huahahahaha… emank kl menulis tu gampang ya, coba aja kl di lapangan langsung, pasti semua teori bakal buyarrrrr..tp semoga itu ga terjadi buat kamu2 yang baca ini..selamat mencoba jadi mc!! ***

Mie Terpanjang Di Dunia



Unik Terbaru Mie Terpanjang di Dunia – Dibutuhkan waktu 25 menit untuk merentangkan 1.704 meter mie buatan para koki di china. mie tersebut pun akhirnya memecahkan rekor dunia & didaulat seseperti mie terpanjang di dunia.

Metro.co.uk melaporkan, bahwa diperlukan sebanyak 15 kilogram tepung & 2,5 kg minyak yang digunakan dalam pembuatan mie. produksi berlangsung di bawah pengawasan koki, bermarga Su, & ribuan peserta yang ikut dalam pengolahan mie, menglezatan pakaian tradisional selama proses pembuatan mie di alun-dali bai, propinsi yunnan di china tenggara ini.

Rekor baru ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya. tahun lampau seorang koki asal italia membuat mie hanya sepanjang 100 meter. kepala koki antonio zazzerini pada festival tahun lampau mengatakan: “dibutuhkan waktu seharian untuk menciptakan adonan mie, hanya dibutuhkan waktu lima menit saja untuk melahapnya sampai habis.” ***

Alkitab & Ilmu Pengetahuan

 Ir. Stanley I. Sethiadi 

"Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala binatang yang merayap dibumi".(Kejadian 1:28b). 

ALKITAB DAN ENUMA ELISH

PENDAHULUAN

Pada tahun 1798 Napoleon membawa 100 orang seniman dan sarjana ke-Mesir untuk mengadakan studi disana. Itulah asalmula beberapa sarjana arkeologi mengadakan penggalian-penggalian untuk mempelajari kebudayaan Mesir kuno, kemudian juga Babilonia, Asiria dll. Pada tahun 1853 Rassam menemukan sebuah perpustakaan kuno di-Niniveh, yang diduga berasal dari raja Asyur yang diduga memerintah pada tahun 668-626 sebelum Kristus. Perpustakaan itu terdiri atas lempengan- lempengan tanah liat yang ada tulisannya. Salah satu kisah ialah yang disebut Enuma Elish. Enuma Elish adalah kisah orang Babilonia kuno mengenai penciptaan. Kisah Enuma Elish didapat dari lempengan- lem pengan yang terdapat dalam perpustakaan itu, dan terdiri atas 7 lempeng an berbentuk sajak. Kisah itu ada persamaan-persamaannya, tetapi ada juga perbedaan-perbedaannya dengan kisah penciptaan dalam Alkitab. Disamping Enuma Elish ada kisah lain ialah Gilgamesh yang mirip kisah Nuh dalam perjanjian lama. Tetapi banyak juga perbedaan-perbedaannya. Apa hubungan Alkitab dengan kisah-kisah dari Babilonia kuno ini? Ini menjadi bahan perdebatan yang berkepanjangan antar para "akhli". Studi seperti ini dapat menguatkan iman, tetapi juga dapat melemahkan iman kalau tidak hati-hati atau kurang pengertian apa itu yang disebut ilmiah. Ingat bahwa sebuah teori ilmiah tidak pernah dapat dibuktikan benar, maksimal dapat dikatakan belum terbukti salah. (Lihat artikel "Alkitab, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan"). Tetapi dengan iman yang teguh bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan pengertian yang benar apa itu yang disebut studi ilmiah, studi seperti ini dapat menguatkan iman.

Menurut Enuma Elish, pada mulanya ada satu dewa bernama Apsu, yang merupakan jelmaan air laut yang tawar, dan satu dewi bernama Tiamat, yang merupakan jelmaan sari pati garam laut. Mereka kemudian melahir kan atau menciptakan banyak dewa-dewa dan dewi-dewi lain. Enuma Elish mengatakan bahwa dewa Apsu melihat bahwa dewa-dewi itu jadi semakin jahat. Maka Apsu memutuskan untuk memusnahkan dewa-dewi itu. Tetapi dewa Ea, dewa hikmat mengetahui rencana Apsu. Maka Ea membunuh Apsu. Ea kemudian mengangkat Marduk jadi panglima ten tara. 

Dewi Tiamat menjadi marah dan menciptakan banyak makhluk-makhluk aneh dan buas untuk membunuh Ea. Tiamat mengangkat Kingu untuk jadi panglima tentara. Terjadilah peperangan yang dahsyat antara Kingu dan Marduk. Marduk menang dan kemudian membunuh Tiamat dan Kingu. Badan Tiamat dibelah dua, satu bagian dijadikan Marduk bumi dan bagian lainnya jadi langit. Kemudian Marduk menciptakan bulan untuk menerangi malam dan matahari untuk menerangi siang. Dari darah Kingu diciptakan lah manusia. Pada lempengan ketujuh, Marduk diangkat menjadi kepala dewa-dewi Babilon.


PERSAMAAN-PERSAMAAN DAN PERBEDAAN-PERBEDAAN. 

1. Alam Semesta.

Baik Alkitab maupun Enuma Elish, keduanya mengatakan bahwa alam semesta ini tidak selamanya ada, tetapi ada mulanya. Pada mulanya diciptakan (jadi bukan berevolusi), oleh suatu kuasa diluar alam semesta itu sendiri (jadi bukan panteisme). 

Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan alam semesta ini ex-nihilio. Tanpa ada zat sebelumnya, Allah menciptakan semua ini hanya dengan FirmanNya yang berkuasa, kuasa yang tak terbatas.

Enuma Elish mengatakan bahwa alam semesta ini diciptakan dewa Marduk dari zat yang telah ada sebelumnya, ialah badan dewi Tiamat yang telah dibunuhnya. Kuasa Marduk terbatas. Marduk mengalahkan Tiamat dan Kingu setelah berjuang mati-matian. Tetapi akhirnya ia menang. Tidak diterangkan darimana datangnya Tiamat, Kingu dan Marduk.

2. Sungai-sungai.

Keduanya mengatakan bahwa didalam bumi pada mulanya, ada dua sungai ialah Eufrat dan Tigris.
Tetapi menurut Alkitab kedua sungai itu diciptakan Allah ex-nihilio ditaman Eden.
Enuma Elish mengatakan bahwa dewa Marduk menciptakan kedua sungai itu dari kedua mata Tiamat.

3. Manusia.

Keduanya mengatakan bahwa manusia diciptakan dari zat yang telah ada sebelumnya.

Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan dari debu tanah menurut peta dan teladan Allah. Allah sendiri yang menghembuskan kehidupan pada manusia pertama. Karena Allah Maha Kudus, maka manusia sewak tu diciptakan adalah juga makhluk yang kudus.

Enuma Elish mengatakan bahwa dewa Marduk menciptakan manusia dari darah Kingu yang telah dibunuh Marduk sebelumnya dan dicampur dengan tanah. Darah Kingu ini dianggap kotor dan jahat. Jadi manusia juga dianggap kotor dan jahat.

4. Kejahatan.

Kuasa yang menciptakan itu melihat bahwa ciptaannya makin jahat dan kemudian memutuskan untuk membinasakannya. 

Alkitab mengatakan bahwa Allah melihat bahwa manusia makin lama makin jahat, lalu memutuskan untuk memusnahkannya kecuali Nuh dan keluarganya, serta binatang-binatang darat yang turut dalam Bahtera Nuh yang telah dibuat Nuh sebelumnya. Rencana Allah terlaksana dengan sempurna.

Enuma Elish mengisahkan bahwa dewa Apsu melihat bahwa dewa-dewa jadi semakin jahat. Maka Apsu memutuskan untuk memusnahkan dewa-dewa itu. Tetapi dewa Ea, dewa hikmat mengetahui rencana Apsu dan membunuh Apsu. 


KISAH-KISAH PENCIPTAAN LAIN.

Sangat menarik adalah kisah-kisah penciptaan dari suku-suku lain seperti Mesir, India, Yunani, Iran, Cina, Jepang dan Indonesia. Semuanya berlain an satu dengan lainnya, tetapi ada juga persamaan-persamaannya. Praktis semua kisah itu menyatakan bahwa alam semesta ini ada asal- mulanya, bukan selamanya ada. Tetapi kisah asli sudah banyak dirubah, ditambah dan dikurangi oleh suku-suku itu. Kisah penciptaan dan kisah banjir Nuh dari suku Miao di-Cina masih mirip sekali dengan Alkitab. Kisah itu berupa sajak dan dibacakan waktu ada pesta perkawinan suku Miao sampai sekarang.

Pada abad ke-1 A.D. Philo, di-Yunani kuno menekankan bahwa pada mulanya yang ada ialah Allah yang Esa. Ini memang mengherankan, tetapi Philo adalah orang Yunani keturunan Yahudi. Jadi kemungkinan besar ia memang terpengaruh Kitab Kejadian. Demikian Juga pada abad ke-6 A.D. Muhamad, pendiri agama Islam menekankan bahwa pada mulanya yang ada hanyalah Allah yang Esa. Allah menciptakan langit dan bumi dalam waktu 6 hari. Tetapi Islampun pada prinsipnya memang mengakui Kitab Kejadian.


KESIMPULAN-KESIMPULAN.

Membandingkan persamaan dan perbedaan seperti tersebut diatas, timbul dugaan saya bahwa sumber dari kedua kisah itu pada mulanya adalah sama. Adam dan Hawa telah menceritakan apa yang ia tahu dan apa yang ia dengar dari Allah kepada anak cucunya. Mereka cerita lagi kepa da anak-anak mereka dan seterusnya, sampai Nuh. Kisah-kisah ini diceritakan entah hanya secara lisan, entah juga secara tertulis. 

Nuh dan keluarganya menceritakan lagi kepada anak-cucu mereka. Anak cucu mereka mengisahkannya lagi kepada anak-cucu mereka dan sete rusnya. Setelah banjir Nuh, keturunan Nuh menyebar keseluruh bumi. Ada yang tinggal di-benua Asia, Afrika, Eropah, Amerika dan Australia. Ada keturunan Nuh yang tinggal di-Mesopotamia. Mereka inilah yang disebut suku Akkadia. Salah seorang dari orang Babilonia itu menulis kisah yang dia dengar dalam lempengan-lempengan yang kemudian dikenal sebagai Enuma Elish. Kisah yang dituturkan Adam dan kemudian Nuh, sudah mengalami berbagai tambahan-tambahan dan pengurangan-pengurangan. Fantasi-fantasi, ketakutan-ketakutan dsb dari penulis Enuma Elish tentu masuk dalam kisah-kisah itu. 

Sebagian dari keturunan Nuh ialah orang-orang Yahudi. Salah seorang dari orang Yahudi ini menulis kisah penciptaan dalam bentuk kitab Kejadian. Penulis Kitab Kejadian secara tradisionil dianggap adalah Musa. Memang pemuka-pemuka "Kritik Atas" menyangsikan bahwa Musa adalah penulis nya. Tetapi dalam paper ini, kami terima saja anggapan tradisionil ini.

Penulis Kitab Kejadian (Musa), mendapat Wahyu langsung dari Allah. Kalaupun ia pernah dengar dan/atau baca dari sumber lain sebelumnya, maka Allah telah memurnikan itu dengan Wahyu Khusus. Ia menulis kitab Kejadian dalam bahasa manusia. Ia memang dibatasi oleh bahasa manu sia dan pengetahuannya yang serba terbatas. Tetapi saya percaya bahwa intisarinya adalah benar-benar dari Allah. Allah sendiri yang memberi Wahyu pada Musa. Dan Allah sendiri yang memimpin panitia yang menga nonkan Perjanjian lama. Jadi isi kitab Kejadian dipelihara oleh Allah sendiri akan kebenarannya, sampai sekarang. Jadi kisah yang dituturkan dalam Kitab Kejadian 1-11 adalah yang paling akurat. Dijaga ketelitiannya oleh Allah sendiri, melalui manusia-manusia yang dipilihnya. Terbuka kemungkinan bahwa suatu saat akan didapat tulisan yang lebih tua dari Kitab Kejadian, bahkan mungkin lebih tua dari Enuma Elish. 

Kesimpulan akhir :

KITAB KEJADIAN DITULIS OLEH MUSA BERDASARKAN WAHYU ALLAH. KEBENARANNYA DAN KETELITIANNYA DAPAT DIPERCAYA PENUH. SEDANGKAN ENUMA ELISH DAN KISAH-KISAH LAIN DITULIS BERDASARKAN CERITA-CERITA DARI ZAMAN ADAM, HAWA DAN KEMUDIAN NUH, TETAPI SUDAH DITAMBAH-TAMBAH DIKURANG- KURANGI DAN SANGAT TIDAK TELITI. 

DISKUSI. 

Dari artikel-artikel saya yang terdahulu a.l "Pengaruh iman pada ilmu pengetahuan dan pengaruh ilmu pengetahuan pada iman" telah kita lihat pengaruh yang sangat besar dari asumsi-asumsi mula seseorang pada kesimpulan-kesimpulannya pada suatu studi apapun. Ini berlaku bagi kaum awam, tetapi berlaku juga pada mereka yang disebut "Akhli". Kalau seorang "akhli" mempunyai asumsi mula Alkitab adalah Firman Allah maka kesimpulannya akan mirip dengan kesimpulan saya. Tetapi kalau seorang "Akhli" lain hanya menerima Alkitab sebagai tulisan-tulisan manusia primitip, maka kesimpulannya akan mirip dengan kesimpulan teolog liberal.

Ulasan seperti diatas (dan ulasan-ulasan lain seperti diatas) ada untung nya bagi iman Kristen, tetapi ada juga bahayanya. Ulasan diatas jelas berdasarkan asumsi mula bahwa Alkitab benar dan lainnya salah. Bagi orang yang berasumsi mula bahwa Alkitab juga hanyalah dongeng, maka dengan logika yang sama ia dapat "buktikan" bahwa semua kisah-kisah penciptaan, termasuk kisah penciptaan Kitab Kejadian itu hanya legenda- legenda manusia primitip. Sesungguhnya ulasan diatas dan ulasan-ulasan seperti diatas hanyalah spekulasi-spekulasi metafisis, yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah dalam artikata pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan yang dapat diulangi dan diselidiki dengan cermat. Memang menarik, tetapi ada bahayanya juga. Sebaiknya orang Kristen jangan terlalu menggantungkan imannya pada spekulasi-spekulasi demikian. Berpegang teguhlah pada Alkitab, jangan terlalu terpengaruh sumber-sumber sekuler. Informasi sekuler yang tidak bertentangan dengan Alkitab boleh dipercaya (kalau mau). Informasi sekuler yang bertentangan dengan Alkitab menunjukkan ada yang salah, kurang akurat, atau akan ada informasi lain yang lebih tinggi, lebih luas dan lebih dalam yang akan menghapuskan pertentangan itu. Jangan dibalik ! 

REFERENSI.

1. "Encyclopedia Americana" , international edition, 1975 :Volume 3, pp 6,9, 10 "Babel" & "Babylon". Volume 8, page 163 "Creation". 

2. "Documents from old testament times " edited by D. Winton Thomas, Harper & Row publishers, New York, U.S.A. Pp 3 to 16 : "The Epic of Creation". 

3. "The Pentateuch in its cultural environment " by Herbert Livingston, Baker book house, Grand Rapids, Michigan, U.S.A. 

4. "The Genesis Record" by Dr H.M. Morris, Baker book house, Grand Rapids, Michigan, U.S.A.

5. "The Genesis Flood" by John C. Whitcomb and Henry M. Morris, Presbyterian and Reformed Publishing Co, New Jersey, U.S.A.

6. " Kitab Kejadian dan Arkeologi " oleh Howard F. Vos, diterjemahkan oleh Jimmy Pasagi dan Johan C. Pandelaki, Penerbit Yayasan Andi, Yogyakarta.

7. Buletin "Acts and Facts" April 1991.


(Sumber : Sahabatsurgawi.net)  

Alkitab dan Ilmu Pengetahuan Modern

(THE BIBLE AND MODERN SCIENCE)

Oleh Dr. W.A. Criswell
Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto


“Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang [secara salah] disebut pengetahuan: karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman.” (I Timotius 6:20-21).

 Dalam KJV diterjemahkan dengan tepat: The oppositions of science falsely so called (pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang secara salah disebut pengetahuan).  Kata Yunani untuk “false” atau “palsu” di sini adalah “pseudo.” Dan kita tuliskan dalam bahasa Inggris dengan ejaan yang sama seperti dalam bahasa Yunaninya, yaitu ‘psudo.”
Dan kemudian kata “numos” adalah untuk kata “nama” atau “sebutan.” Jadi “pseudo numos” diterjemahkan menjadi  “falsely named“ (yang secara salah dinamakan) atau “falsely called”  (yang secara salah disebut), dan kemudian kata Yunani untuk pengetahuan adalah “gnosis.” Sedangkan kata “gonostik” adalah orang yang berminat akan pengetahuan.  Jadi kata “pseudonumou gnoseos” adalah frase yang digunakan Paulus dalam teks kita ini berarti apa “yang secara salah dinamakan” atau “yang secara salah disebut” dengan pengetahuan dan ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpangkan iman.
Saya kira ini sudah menjadi sesuatu yang sangat umum bila banyak mahasiswa dan banyak orang telah membaca pernyataan bahwa Alkitab penuh dengan kesalahan-kesalahan dalam bidang sains. Salah satu komentar yang tidak seperti umumnya adalah apa yang pernah saya baca dan yang ditulis oleh Dr. Samuel Elder. Ia adalah seorang ahli peneliti bidang fisika di John Hopkins University, Baltimore, Maryland. 
Dan ini adalah kutipan yang berasal dari pernyataannya: “Jika Anda memiliki ‘masalah-masalah intelektual’ tentang Alkitab atau tentang pribadi Yesus Kristus, mungkin itu adalah karena Anda berpikir terlalu sedikit tentang Firman Allah dan bukan karena Anda tahu terlalu banyak tentang ilmu pengetahuan.”
Orang yang berpikir tentang adanya pertentangan antara ilmu pengetahuan yang sejati atau pengetahuan yang sejati dengan wahyu Firman Allah memiliki kesulitan untuk membuktikannya. Sementara di sisi lain, orang yang berkata bahwa Alkitab menguatkan semua penemuan sains yang sejati, dan bahwa sains ini menguatkan wahyu Allah, maka orang itu sebenarnya memiliki tugas yang mudah untuk menjelaskannya. Itu sama seperti mempertahankan sesuatu yang sudah terbukti kebenarannya.
Jadi kebenarannya adalah bahwa Alkitab menguatkan sains yang sejati, dan sains yang sejati itu menguatkan Alkitab, bukankah itu mudah. Namun jika Anda pernah memutuskan bagi diri Anda sendiri untuk menunjukkan atau membuktikan atau mendemonstrasikan bahwa ada kesalahan di dalam Alkitab atau ada pertentangan antara penemuan-penemuan ilmu pengetahuan yang benar dan wahyu Allah, Anda mempunyai tugas yang sangat berat.
Pada 31 Oktober 1939, catatan seperti berikut ini nampak dalam Herald Tribune, sebuah surat kabar harian pada waktu itu  di kota New York. Yaitu sebuah iklan yang menuliskan: “Pendeta Harry Remmer berbicara malam  minggu ini di Central Baptist Church, 92nd Street and Amsterdam Avenue, tentang harmonisasi antara sains dan Kitab Suci. Ia menawarkan $ 1,000.00 jika ada yang menemukan kesalahan sainstifik di dalam Alkitab.”
Di New York, seseorang yang bernama William Floyd membaca iklan itu dan tertarik dengan tawaran sejumlah uang itu, dan kemudian datang serta berusaha menunjukkan sejumlah kesalahan sainstifik di dalam Alkitab. Ia tidak dapat membuktikan pendapatnya itu dengan memuaskan baik bagi pengkhotbah itu maupun jemaat Baptis di situ, sehingga ia membawa masalah itu ke pengadilan New York untuk menggugat baik kepada penginjil Harry Remmer maupun Central Baptist Church.
Kemudian, pengadilan itu dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 1940, di pengadilan Kota New York. Mr. William Floyd, sebagai penggugat, membawa empat orang saksi untuk mendampinginya dalam menyelesaikan kasusnya ini. Mereka adalah para tokoh terkemuka, di antaranya ialah:

(1)    Rabbi Baruk  Brawnstein  dari ultra-liberal sinagog Ibrani (Hebrew temple). 
(2)    Rev. John Hanes  Holmes, gembala dari First Community Church.
(3)    Rev. Charles Francis Potter, yang menggembalakan First Humanist Church.
(4)    Mr. Woolsley  Teller, yang adalah vice president of the American Association for the Advancement of Atheism. 

Mereka semua berasal dari kota New York. 

Selanjutnya pengadilan itu di buka, dan yang pertama tampil di sana adalah William Floyd, sang penggugat. Ia menegaskan bahwa Alkitab membuat pernyataan yang absurd tentang banyaknya burung puyuh yang dicatat dalam Bilangan 11:31-32: “Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi. Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu--setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer--,kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan” (Ulangan 11:31-32). Namun ia gagal untuk membuktikan bahwa ada kesalahan dalam pernyataan Alkitab di sini.
 Saksi kedua adalah Rabbi Brawnstein. Ia  mulai dengan pengakuan bahwa secara praktis ia tidak tahu apa-apa tentang ilmu pengetahuan, namun ia adalah anggota sayap liberal dari sarjana Ibrani. Dan ia menuduh bahwa Alkitab bertentangan dengan dirinya sendiri ketika berbicara tentang binatang-binatang dalam bahtera, dengan berkata bahwa kadang dicatat masing-masing jenis ada satu pasang dan di bagian lain mengatakan bahwa ada tujuh pasang untuk setiap jenisnya.
Kemudian, ketika penasehat pembela, Yang Mulia James E. Bennett mengajukan pertanyaan dengan teliti kepada rabi itu, ia mengubah kesaksiannya ketika diminta untuk membaca Kejadian 7:1-2, yang berbunyi: “Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya.” Dan kemudian rabi ini menyatakan ia percaya bahwa Alkitab benar. Sehingga ia berbalik dari sebagai saksi menjadi pembela.
Saksi berikutnya adalah seorang yang sangat terkenal Rev. John Hanes  Holmes  yang adalah Pendeta dari First Community Church. Ia mengakui bahwa ia tidak qualified untuk berbicara sebagai seorang ahli di bidang cabang sains apapun, dan idenya berhubungan dengan sejumlah catatan Alkitab tentang penciptaan semata-mata adalah pendapatnya sendiri dan ia tidak dapat memenuhi persyaratan untuk berbicara atas nama siapa pun. Oleh sebab itu, semua kesaksiannya tidak dapat menjadi dasar bukti pengadilan yang dapat diterima oleh hakim, sehingga ia dikeluarkan dari kasus ini.
Selanjutnya, satu saksi lagi yaitu Rev. Charles Francis Potter, yang adalah seorang Pendeta dari First Humanist Church.  Ia mengaku bahwa ia memiliki kuwalitas dalam menjelaskan berbagai macam cabang sains yang harus dipertimbangkan oleh hakim untuk menjadi saksi, sehingga ia tidak perlu berbicara dengan otoritas orang lain.
Namun ia maju ke depan dan bersaksi, dan menyatakan kasusnya; yaitu, bahwa tidak ada air bah seperti yang dijelaskan dalam Kejadian. Dan kemudian sang hakim bertanya kepadanya, apakah ia ada di sana pada waktu itu, dan jika tidak, dari mana ia memperoleh informasi yang mendasari kesaksiannya itu?
Pendeta itu berkata bahwa ia memperoleh informasi itu dari membaca dan studi, dan akhirnya ia mengakui bahwa pemikirannya itu semata-mata hanyalah pemikirannya sendiri.
Kemudian ketika yang Mulia James E. Bennett, sebagai pembela, menanyai dengan teliti kesaksian orang itu. Dan pendeta dari First Humanist Church itu mengaku bahwa ia tidak tahu apapun tentang Tuhan, sejak ia adalah seorang agnostik dan meragukan subyek ini. Ia mengaku bahwa ia tidak pernah berdoa, dan bahwa ia berpikir bahwa Allah hanyalah sebuah ide semata.
Hari berikutnya, hari Jum’at, 16 Februari 1940, vice president of the American Association for the Advancement of Atheism dihadirkan sebagai saksi, ia adalah  Woolsley  Teller. Ia  dengan percaya diri mengulangi gaya atheistik untuk melawan Alkitab yang sudah umum dipakai oleh garis atheistik mulai dari Selfsist  ke Voltaire sampai Ingersoll. Ia mengklaim didukung oleh ilmuwan, namun mengaku bahwa tidak pernah tamat dari Perguruan Tinggi mana pun dan  sepenuhnya hanya melalui belajar sendiri dari membaca buku-buku, majalah, dan surat kabar, terutama semua literatur yang diterbitkan oleh kaum atheis.
Ketika sang pembela, yang Mulia James E. Bennett bertanya dengan teliti kepada orang atheis yang sedang bersaksi itu, ia membuatnya mengakui bahwa ia salah memahami dan salah mengerti tentang Darwin.
Secara praktis setiap orang melakukan kesalahan yang sama. Darwin sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang ia katakan berhubungan dengan “origin of the species” seperti yang mungkin Anda pikirkan.
James E. Bennett memaksa atheis itu untuk mengakui bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang bahasa Ibrani atau Yunani atau Latin, kemudian ia juga memaksa dia untuk mengakui bahwa para ilmuwan yang ia kutip telah membuat kesalahan yang menyedihkan dan telah membuat kesalahan-kesalahan sainstifik.
Dalam persidangan yang diceritakan di sini. Anda tidak dapat membayangkan betapa bangganya saya ketika membaca kasus ini dan ketika saya menemukan bahwa salah satu dari kesalahan-kesalahan sainstifik yang mereka perdebatkan dalam persidangan itu ada dalam buku kecil saya  yang berjudul “Did Man Just Happen?” dalam bab yang berjudul “The Hoaxes of Anthropology.
Para ilmuwan yang telah banyak mengutip dan mengacu pada Dr. Henry Fairfield Osborn, ahli paleontologi terkemuka di Amerika. Kata Yunani untuk “tua” (old) atau “kuno” (ancient) adalah “paleos” dan “ontos” berarti “being” (keberadaan), dan “logos” berhubungan dengan kata “studi.” Sehingga orang-orang yang mempelajari bidang studi benda-benda kuno atau ancient things disebut peleontologist (paleontolog).
Dia (Osborn) adalah pemimpin dari American Museum of Natural History di kota New York dan juga Kepala Departemen Research Zoology di Columbia University.
Selanjutnya, orang ini, bersama dengan para anthropolog yang lainnya yang bersama dengan dia, pernah mengidentifikasi sebuah gigi yang pernah ditemukan oleh Mr. Harold Cook di Nebraska yang diperkirakan milik seseorang yang pernah hidup di benua itu sekitar satu juta tahun yang lalu.
Mereka disebut dengan manusia anthropoid, ini adalah makhluk setengah manusia dan  setengah monyet, dan mereka menyebut manusia anthropoid ini “Hespero Pithecus -Haroldcookii” untuk memonumenkan nama Harold Cook yang menemukannya.
Hesperos. Kata Yunani untuk “petang” atau “evening” adalah “hesperos” dan dari sini sering mengacu kepada segala sesuatu berhubungan dengan “barat”. Pithecus adalah kata Yunani untuk “monyet.” Oleh sebab itu, Hespero Pithecus adalah manusia-kera Barat yang hidup di benua ini, yang mana menurut paleontolog tersohor itu, mereka telah hidup di benua itu satu juta tahun yang lalu. 
Saya telah melihat demonstrasi dari literatur yang berbicara panjang lebar tentang manusia Nebraska ini, termasuk dalam bentuk gambar-gambar, maupun penjelasan tentang habitat, kebiasaan-kebiasaan mereka, baik kaum laki-lakinya, atau pun kaum perempuannya dan semuanya ini dapat dilihat di Field Museum ketika saya masih muda. Di sana, saya melihat gambar lengkap tentang manusia-kera ini, dan seluruh ras yang diduga telah mendiami benua Amerika Utara itu lebih dari satu juta tahun yang lalu. Dan semua itu hanya dibangun di atas penemuan sebuah gigi! Keseluruhan teori evolusi yang telah Anda baca kira-kira dibangun  di atas penemuan rahang atau gigi atau pecahan tengkorak saja.   
Di Scopes Evolution Trial di Dayton, Tennessee, walaupun saya sudah cukup tua untuk mengingat itu. Namun saya mengingat satu hal, yaitu tentang bagaimana William Jennings Bryan ditanya berhubungan dengan bukti dari sebuah gigi itu, yaitu “Hespero Pithecus -Haroldcookii” itu. Dan ketika  ia ditanya berhubungan dengan bukti untuk itu, maka Dr. Harry Fairfield Osborn adalah satu-satunya otoritas yang ada yang dapat dikutip untuk membuktikan keistimewaan manusia-kera yang hidup satu juta tahun yang lalu di benua Amerika Utara.
Kemudian, jawaban dari William Jennings Bryan pada waktu itu adalah, “Saya tidak memiliki jawaban selain berkata bahwa bukti untuk itu terlalu sedikit untuk membangun sebuah kesimpulan penelitian yang besar.” Dan Bryan memerlukan waktu dan data yang lebih lengkap. Atau akan menjadi tertawaan.
Tidak pernah ada paleontolog tersohor di dunia. Jika Anda ingin tahu Anda dapat  membaca penjelasan panjang lebar tentang dia dalam Encyclopedia Britannica.  Tidak pernah ada paleontolog terbesar di dunia ini. Dr. Fairfield Osborn, bersama dengan anthropolog yang lainnya, memberikan penanggalan manusia “Hespero Pithecus” lebih dari satu juta tahun?
Beberapa tahun kemudian sejak pengujian bidang ini, kerangka binatang yang masih memiliki gigi ditemukan. Dan ternyata gigi itu adalah milik seekor binatang liar, salah satu spesies babi yang sudah punah di Amerika Serikat, namun pernah hidup di seluruh benua ini dalam jumlah yang banyak. Dan dengan itu, hakim melempar kasus ini keluar pengadilan dan menghentikan sidang pengadilan.
Saya ulangi: setiap kali Anda mencoba untuk menunjukkan bukti tentang adanya kesalahan dalam catatan Alkitab tentang sainstifik atau ilmu pengetahuan, Anda akan menghadapi kesulitan yang sangat besar.
Namun sebaliknya, setiap kali seseorang berdiri untuk menunjukkan, seperti yang saya lakukan sekarang ini, menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan sejati tidak akan bertentangan dengan Firman Allah dan bahwa Firman Allah selalu sesuai dengan semua ilmu pengetahuan yang sejati, Anda tidak akan masuk dalam kesulitan itu.
Saya pikir ini sangat mudah, karena tangan yang menuliskan sejarah atau menciptakan langit dan bumi adalah tangan dari sang Mahakuasa yang sama yang menuliskan Alkitab yang sekarang ada di tangan saya ini. Penulis yang sama yang menuliskan keduanya.
Selanjutnya, marilah kita melihat beberapa hal lain berhubungan dengan apa yang ditemukan dalam penemuan dan observasi ilmu pengetahuan dan yang dituliskan di sini, yaitu di dalam Alkitab.


ARKEOLOGIA

Pertama, kita akan berbicara tentang arkeologi.  Bagi saya, tidak ada mujizat yang lebih besar yang ditemukan di bumi dibandingkan dengan ini, yaitu yang belum pernah digali oleh arkeolog namun telah dikonfirmasi oleh Alkitab.  Mereka telah mengadakan penggalian pada setiap gundukan tanah dan kemudian menjelaskan tentang situs kuno di dataran Fertile Crescentmulai dari Babel turun ke Mesir. Dan setiap artifact yang pernah mereka gali dan temukan, setiap potsherd (misalnya buli-buli), setiap inskripsi, setiap cuneiform, setiap pecahan hieroglyphic, semuanya itu  tanpa terkecuali justru mendukung kebenaran Alkitab.
Sebelumnya mereka pernah berkata, “Ketika Alkitab berkata: Musa menulis, itu adalah sesuatu yang impossible, tidak mungkin, karena pada saat itu belum ada tulisan yang ditemukan, atau pada zaman itu orang belum bisa menulis.”
Kemudian arkeolog mulai menggali, gundukan pasir di Mesir, mereka menggali dan menemukan lempengan-lempengan Tel El-Amarna Tablets. Kemudian di Syria bagian barat daya mereka menggali dan menemukan literatur Ugaritic di Ras Shamra. Kemudian akhirnya mereka menemukan perpustakaan yang berisi banyak Cuneiform Tablets di Ebla.
Dan sekarang kita tahu bahwa tulisan yang sudah ditemukan itu menunjukkan bahwa lebih dari seribu tahun sebelum Musa, banyak orang sudah mulai menulis. Bahkan saya dapat mengingat ketika mereka berbicara tentang suku “Het.” Seluruh Perjanjian Lama sering menyebut suku “Het” ini.  Dan mereka berkata, “Tidak pernah ada orang atau suku atau ras atau bangsa Het ini.” Itu lah kata-kata para pengritik Alkitab. Menurut mereka itu hanya imajinasi yang dituliskan dalam Alkitab.
Kemudian para arkeolog mulai menggali, dan mereka menemukan reruntuhan kerajaan Het ini. Kerajaan besar sebelum Mesir adalah kerajaan Het, baru kemudian kerajaan Mesir, kemudian kerajaan Babel, kemudian Asyur, kemudian Babel lagi, kemudian Persia, kemudian kerajaan Alexander atau Yunani, dan kemudian Romawi.
Namun kerajaan besar pertama yang pernah ada adalah kerajaan Het. Saya dapat mengingat, ketika mereka mengejek dan mentertawakan Kitab Daniel yang mencatat bahwa raja terakhir Babel adalah Belsyazar.
Mereka yakin telah memiliki bukti yang kuat bahwa catatan sejarah dalam Alkitab ini salah. Karena tidak pernah ada nama Belsyazar yang pernah hidup menjadi raja terakhir Babel.
Dan mereka memiliki silinder Koresi yang mereka temukan dalam penggalian mereka. Mereka menjadikan itu sebagai bukti. Dalam daftar nama semua raja Babel yang dicatat oleh Koresy, raja terakhirnya adalah Nabonidus.
Kemudian mereka mulai menggali gundukan tanah di Babel, dan mereka menemukan semua tablet yang ditulis dalamcuneiform. Dan Anda tahu, bahkan saya sekarang bisa menulis biografi tentang Belsyazar. Ayahnya, Nabonidus, tidak suka berada di istana, dan ia hidup di sumber air di padang gurun Arab, dan anaknya yang bernama Belsyazar yang memerintah menjadi raja di kerajaannya. Alkitab telah membuktikan kebenarannya sendiri lagi!
Mari kita berbicara tentang yang lain lagi. Ketika saya di perguruan tinggi, semua sarjana mengejek dan berkata bahwa Yohanes tidak mungkin menulis Injil keempat. Pemikiran teologinya terlalu maju bila itu ditulis pada abad pertama.
Itu tidak mungkin ditulis sebelum dua ratus lima puluh tahun setelah zaman Kristus. Dan ketika hampir semua akademisi yang tidak memiliki iman dan teolog palsu berkoar-koar, di suatu gundukan tanah di Mesir ditemukan papyrus yang ditulis kira-kira tahun 95 A.D. dan papyrus ini mengutip Injil Yohanes pasal 18.
Ilmu arkelogia akan selalu membuktikan kebenaran Firman Allah. Dan ketika para arkeolog menggali, mereka akhirnya mengetahui bahwa itu justru menguatkan kebenaran Firman Allah, yaitu Alkitab ini.


COSMOGONY

Kedua, kita akan berbicara tentang ilmu cosmogony. Dalam Kisah Rasul 7, kita diberitahu bahwa Musa belajar berbagai ilmu pengetahuan dan seni di Mesir. Dan lagi-lagi, para arkeolog menemukan textbooks yang Musa pelajari. Dan kita dapat membaca ilmu pengetahuan pada zaman itu. Ya, ilmu pengetahuan yang sudah ada pada zaman Musa hidup. Mereka memiliki ilmucosmogony, yaitu ilmu yang mempelajari dari mana dunia ini berasal, atau tentang penciptaan alam semesta.
Dan menurut ilmu cosmogony orang-orang Mesir kuno, segala sesuatu dimulai dengan sebuah telor raksasa yang terbang berputar-putar. Dan ketika proses mitosis telah selesai, maka telur itu retak dan terbuka dan lahirlah bumi ini. Itu adalah pelajaran ilmu pengetahuan yang pernah dipelajari oleh Musa. Sehingga saya mengambil Alkitab dan saya membaca tujuh kata teragung dari bagian yang paling pertama dari Alkitab. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Itulah yang dikatakan Alkitab!
Dalam dunia cosmogony, salah satu hal yang mengherankan bagi saya adalah apa yang ada dalam buku Sir James Jeans yang berjudul   “The Wider Aspects of Cosmogony. “ Dan dalam buku ini, ia dengan terus terang berkata bahwa alam semesta   ini bagaikan jam besar yang sedang bergoyang, dan lama kelamaan akan runtuh atau jatuh.
Dalam buku itu ia berkata, “penyusutan energi adalah penghancuran berbagai unit ke dalam unit-unit yang lebih sederhana, dan itu menyusutkan energi dan sedang hancur ke dalam komponen-komponen yang lebih sederhana seperti gasoline, atauuranium atau radium." 
Itu adalah ilmu pengetahuan terbaik yang dikatakan pada hari ini. Dan itu identik dengan apa yang telah dikatakan dalam Mazmur 102:25-26, yang dikutip dalam Ibrani 1:10-12: "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan”   Itu lah apa yang dikatakan oleh Alkitab.

ANTHROPOLOGI

Ketiga, dalam anthropologi, segala sesuatu yang kita pelajari adalah tentang asal usul manusia yang persis sama dengan yang telah dituliskan dalam Alkitab. Allah menjadikan berbagai spesies yang berbeda, dan mereka tidak bisa saling menyeberang ke spesies lainnya. 
Anda tidak akan pernah melihat semak duri berubah menjadi pohon jeruk. Anda tidak akan pernah melihatnya. Dan Anda tidak akan pernah melihat kuda berubah menjadi sapi, atau kucing menjadi anjing.
Setiap makluk dijadikan menurut spesiesnya masing-masing, dan tidak pernah ada bukti, atau bahkan tidak akan pernah ada, bahwa mereka bisa berubah menjadi jenis mahkluk yang lain. Menurut Alkitab, mereka semua tetap menjadi menurut jenisnya masing-masing,  dan salah satunya adalah manusia.
Dalam setiap pelayanan pemberkatan nikah, saya selalu melakukan hal yang sama. Ketika Allah menjadikan yang pertama seorang laki-laki dan menempatkannya di Taman Eden, Ia berkata: “Tidak baik manusia hidup sendiri.”
Ketika Ia menciptakan cakrawala yang penuh dengan bintang bertebaran, Ia berfirman: “Semua itu baik.” Ketika Ia menjadikan bumi yang indah dengan tumbuh-tumbuhan menghijau, Ia berfirman: “Semua itu sangat baik.” Namun ketika ia melihat manusia itu sendirian, bahkan di Taman Eden itu, Ia berfirman: “Tidak baik.”
Dan Ia menciptakan baginya seorang perempuan, dan ini adalah ciptaan terakhir Allah. Dan Ia membawa perempuan itu kepada manusia dan berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” karena ia diambil dari tulang rusuknya. Dan Tuhan Allah berfirman: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”


ASTRONOMI

Keempat, saya ingin berbicara tentang bidang astronomi. Ketika saya membaca Alkitab dan membandingkan dengan penemuan-penemuan ilmu pengetahuan belakangan, saya menjadi semakin jelas.
Ayub 26:7 berkata:  “Allah menggantungkan bumi pada kehampaan.”
Sebelumnya, Ayub menulis, Oh, Tuhan hanya Engkau yang tahu berabad-abad sebelum Kristus. Dan itu dikatakan disini: “Allah menggantungkan bumi pada kehampaan.”
Selama beribu-ribu tahun, manusia percaya bahwa bumi bertumpu di atas sesuatu. Orang-orang Mesir berkata bahwa bumi di topang oleh empat pilar.
Dalam mitos Yunani diajarkan bahwa bumi bertumpu di atas raksasa yang disebut dengan Atlas. Itu menurut orang Yunani. Dalam Hindu diajarkan bahwa bumi bertumpu di atas pundak gajah raksasa yang berenang di lautan kosmik. Itu adalah yang dikatakan oleh para ilmuwan selama ribuan tahun. Namun Firman Allah berkata, “Ia menggantungkan bumi pada kehampaan!”
Manusia di abad-abad yang lalu merasa bahwa bumi ini berbentuk datar (flat). Namun Yesaya 40:22 berkata bahwa Allah bertahta di atas bulatan bumi. Manusia tidak percaya bahwa bumi ini bulat sampai abad-abad terakhir ini, namun berabad-abad sebelumnya Alkitab sudah mengajarkan bahwa bumi itu bulat. Yesaya 11:12 berbicara tentang empat penjuru bumi. Sehingga orang-orang yang melihat itu kemudian berkata bahwa Alkitab mengajarkan bahwa bumi ini datar dan memiliki empat sudut. Yesaya tidak menulis dalam bahasa Inggris, namun ia menulis dalam bahasa Ibrani. Empat penjuru bumi adalah idiom atau ungkapan dalam bahasa Inggris. Misalnya orang berkata bahwa “anggota Marinir Amerika Serikat bertugas di empat penjuru bumi.” Dan kata Ibrani kanaph berhubungan dengan keseluruhan bumi. Misalnya Allah mengumpulkan Israel dari seluruh bumi.


ILMU FISIKA

Orang muda dari Italia yang luar biasa adalah EvangelistaTorricelli. Ia meninggal pada umur dua puluh tahun. Ia pergi kepada Galileo di Florence dan Gelileo sangat terkesan dengan anak muda ini. Tahun 1643 Torricelli menemukan barometer untuk mengukur kekuatan udara. Tidak ada seorangpun yang memikirkan bahwa udara memiliki berat atau kekuatan sampai Torricelli menemukan barometer ini, kecuali Alkitab. Dalam Ayub 28:25 dijelaskan bahwa udara memiliki berat atau kekuatan.

CYTOLOGY

Paulus adalah ahli cytology. Dalam 1 Korintus 15:39, ia berkata, “Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.”

Kesimpulan dari editor: Dr. W.A. Criswell akhirnya benar-benar membuktikan dalam khotbahnya atau dalam bab ini, bahwa jika Anda mencoba untuk memikirkan bahwa Alkitab penuh kesalahan berhubungan dengan ilmu pengetahuan, maka Anda akan memiliki tugas atau pekerjaan rumah yang berat untuk membuktikannya. Namun jika Anda berpikir bahwa ilmu pengetahuan yang sejati tidak bertentangan, dan bahkan menguatkan kebenaran Alkitab, Anda didukung oleh banyak pihak, bahkan dukungan dari ilmu pengetahuan itu sendiri untuk membuktikan kebenarannya. Jadi Anda memiliki tugas atau pekerjaan yang jauh amat ringan.***

Alkitab dan Ilmu Pengetahuan

Oleh: Changdeb

Banyak orang berpendapat bahwa Alkitab dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang saling bertentangan. Dan karena ilmu pengetahuan sangat mengandalkan logika, maka logika pun dianggap sebagai hal yang tidak sejalan dengan Alkitab: iman pasti bertentangan dengan logika. Pikiran sampingan dari pernyataan ini adalah, orang yang percaya kepada Alkitab tidak mudah menerima ilmu pengetahuan, dan orang yang mengandalkan ilmu pengetahuan tidak bisa menerima kebenaran Alkitab.
  
Memang tak bisa dipungkiri, sepanjang sejarah umat manusia, telah terjadi banyak perdebatan dan pertentangan antara pihak “gereja” dan ilmuwan. Gereja menuduh ilmuwan menentang Tuhan dan menyebarkan ajaran “sesat” serta membuat orang tidak percaya pada Tuhan, sedangkan ilmuwan menganggap gereja percaya kepada hal-hal “mistis” yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.
    
Waktu terus berjalan, zaman terus berkembang, ilmu pengetahuan terus berubah sesuai dengan penemuan-penemuan terbaru, tetapi Alkitab tetap sama, dulu maupun sekarang. Pertentangan antara “gereja” dan ilmuwan tidak lagi setajam dahulu, tapi secara pribadi, masih banyak orang yang berpendirian serupa: memihak Alkitab dan iman, atau memihak ilmu pengetahuan dan logika.
    
Tetapi mari kita lihat permasalahan ini dari sudut pandang lain. Kalau kita pendukung Alkitab, mari kita tanyakan: apakah Tuhan Yang Maha Esa, yang kita percaya menciptakan bumi dan segala isinya, menjadikan alam semesta ini tanpa pengetahuan? Mungkinkah Sang Sumber segala ilmu, Bapa segala pengetahuan, Allah Yang Mahatahu ini menciptakan segala sesuatu tanpa perhitungan yang akurat, tanpa perencanaan yang matang?
       
Kita tahu bahwa jawabnya adalah tidak mungkin. Allah kita adalah Arsitek Agung, Ilmuwan Agung, Dokter Agung, yang kepandaian, pengetahuan, kemampuan, dan kekuasaan-Nya tak terhingga dan tiada taranya, jauh melampaui makhluk mana pun di dunia ini. Pengetahuan-Nya begitu luas tak terselami, tapi Dia tidak membuatnya sebagai rahasia yang tak mungkin dipahami oleh manusia.
      
Dia memberi manusia otak yang mampu berpikir, meneliti, menimbang, menganalisa, dan mengenali mekanisme kerja sebagian karya cipta-Nya. Mekanisme-mekanisme kerja inilah yang kemudian ditemukan dan dirumuskan oleh Einstein, Newton, Pascal, Edison, dan masih banyak lagi nama yang tak mungkin disebutkan di sini.
     
Dan kalau kita pendukung ilmu pengetahuan, pernahkah kita memikirkan, tangan siapa yang ada di balik semua hukum alam di semesta ini? Kita tahu ada hukum gravitasi, tapi bisakah kita menjawab, siapa yang menjadikan hukum itu ada, siapa yang membuat setiap benda memiliki bobotnya masing-masing? Siapa yang membuat sinar inframerah berbeda panjang gelombangnya dengan sinar ultraviolet? Apakah kita bisa jujur menjawab, dan setulus hati percaya, bahwa itu terjadi dengan sendirinya? Kalau kita yakin bahwa semua makhluk di bumi ini pada awal mulanya berasal dari satu sel yang berevolusi, bisakah kita menjawab mengapa sampai hari ini pun masih ada mahkluk bersel tunggal? Mengapa ada mahkluk yang berevolusi menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda tetapi ada yang sejak zaman purba sampai sekarang masih tetap sama? Mengapa ada makhluk yang punah?
      
Ilmu pengetahuan, dengan segala kecanggihannya menjelaskan bagaimana bumi berputar, tak akan pernah bisa menjawab pertanyaan siapa dan mengapa ini. Ilmu pengetahuan menjawab pertanyaan apa dan bagaimana isi dunia ini, sedangkan Alkitab menjawab siapa dan mengapanya. Bersama-sama, apabila diletakkan pada sudut pandang yang tepat, keduanya membawa kita lebih dekat pada pengenalan akan Sang Pencipta alam semesta.***

Paku Salib Yesus Ditemukan?



Dua paku yang digunakan untuk menyalib Yesus ditemukan di sebuah makam berusia 2.000 tahun. Hal tersebut terungkap dalam sebuah film baru berjudul "The Nails of the Cross" karya sutradara keturunan Israel-Kanada, Simcha Jacobovici.

Film itu merupakan hasil penelitian tiga tahun yang dilakukan Jacobovici. Kesimpulan itu dibuahkan Jacobovici berdasarkan data-data empiris dan imajinasi serta kepercayaannya.

Jacobovici mengklaim penemuan tersebut sebagai sesuatu yang bersejarah. Namun sebagian ilmuwan menepis klaim Jacobovici. Beberapa ilmuwan bahkan menganggap itu hanya upaya mencari popularitas.

Berbagai benda bersejarah termasuk paku-paku yang diklaim berasal dari penyaliban Yesus muncul dalam beberapa dekade terakhir. Paku-paku tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan Yesus. Namun, beberapa dianggap tipuan, sementara sebagian lainnya dianggap sebagai penemuan suci.

Jacobovici adalah juga pembawa acara serial "Naked Archaeologist" dan pernah berkolaborasi dengan sutradara James Cameron membuat sebuah film dokumenter kontroversial, "The Lost Tomb of Jesus". 

Kini, Jacobovici mengatakan penemuan paku yang dipakai untuk menyalib Yesus berbeda dengan paku-paku sebelumnya karena konteks sejarah dan arkeologis yang ada di dalamnya.

“Yang kami ungkapkan ke dunia adalah argumen arkeologi terbaik yang disuguhkan bahwa dua dari paku-paku salib Yesus telah ditemukan,” ujarnya.

Film itu sendiri diawali dengan kisah kunjungan ke sebuah makam purba di Yerusalem pada 1990. Para ilmuwan menilai itu merupakan makam imam besar Kayafas, yang dalam Perjanjian Baru mendahului persidangan Yesus.

Makam itu beserta kotak tulang ditemukan saat sebuah proyek konstruksi di dekat bukit beberapa mil sebelah selatan Kota Lama. Makam itu kini sudah ditutup kembali.

Kayafas adalah yang menyerahkan Yesus ke tentara Romawi, yang berakhir ke penyaliban. Inilah yang jadi dasar argumen Jacobovici. "Ada konsensus umum yang mengatakan, makam di mana paku itu ditemukan adalah milik Kayafas. Kala itu ada lusinan paku yang ada, namun menemukannya di dalam makam adalah hal yang jarang terjadi," kata dia di Kota Lama, di mana Yesus menghabiskan hari-hari terakhirnya, seperti dimuat Huffington Post, Selasa, 12 April 2011. 

Dua paku besi ditemukan di dalam makam itu. Satu paku ditemukan di dasar dan satu lagi di dalam sebuah kuburan yang hilang secara misterius. Jacobovici mengaku melacak paku itu sampai ke sebuah laboratorium di Tel Aviv. 

Jacobovici juga menunjukkan mengapa paku tersebut digunakan dalam salib, yang memang lazim 2.000 tahun lalu. Jacobovici mengajukan teori mengenai penyebab paku-paku itu digunakan di penyaliban Yesus.

“Jika Anda melihat seluruh ceritanya, secara historis, tekstual, arkeologis, semua menunjuk kedua paku ini dipakai dalam penyaliban,” ujar Jacobovici. “Dan karena Kayafas merupakan satu-satunya yang diasosiasikan dengan penyaliban Yesus, Anda menaruh dua (paku) dan dua (paku) bersama, itu menunjukkan paku-paku itu adalah paku yang digunakan untuk menyalib Yesus.”

Menanggapi film itu, Otoritas Benda Antik Israel mengatakan belum ada pembuktian yang sahih bahwa makam itu merupakan tempat mengubur Caiaphas. Mereka juga mengatakan paku-paku biasa ditemukan di makam.

“Tidak dapat diragukan lagi bahwa sutradara berbakat Simcha Jacobovici membuat film menarik dengan penemuan arkeolog sebagai pusat cerita. Tetapi tafsiran yang disuguhkan tidak memiliki dasar dalam penemuan atau penelitian arkeologi,” ujar Otoritas Benda Antik Israel. (Telegraph/Tempo/Vivanews)

Arkeolog Israel Temukan Gereja Berusia 1500 tahun



Para arkeolog Israel telah menemukan sebuah gereja kuno berusia 1.500 tahun di bukit Judean, Israel. Gereja yang ditemukan oleh para arkeolog Israel tersebut sudah termasuk lantai bermotifkan mosaik dengan gambar singa, musang, ikan dan burung. Demikian seperti yang dikutip dari Associated Press, Minggu (20/3/2011).

Situs temuan tersebut berlokasi di barat daya Yerusalem, digali sejak dua bulan silam. Gereja kuno tersebut hanya bisa dilihat sampai pekan depan, sebelum para arkeolog menutupnya kembali dengan tanah dengan alasan untuk perlindungan dari para penjarah dan pencuri.

"Bangunan dengan lantai berdesain unik tersebut aktif antara abda ke lima dan tujuh sesudah masehi," ujar Amir Ganor dari Israel Antiquities Authority, yang juga merupakan pemimpin dari penggalian tersebut. 

Ganor mengatakan kalau lantai di gereja tersebut merupakan salah satu mosaik kuno terindah yang ditemukan di Israel dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Para arkeolog mulai menggali situs yang dikenal dengan nama Hirbet Madras, pada bulan Desember silam. Pihak Israel Antiquities Authority mengetahui bahwa beberapa bulan lebih awal, para pencuri telah terlebih dahulu mencuri beberapa bagian dari situs tersebut.

Ganor mengatakan kalau gereja tersebut akan tetap dikubur, sampai mereka mendapat dana agar tempat tersebut dijadikan objek pariwisata. (Okezone)