Beberapa Makanan Yang Pantang Dimakan Secara Bersamaan



Hati-hati saat mengkonsumsi beberapa jenis makanan sekaligus. Bukan manfaat maksimal yang didapat, tapi justru gangguan metabolisme tubuh.

Memilih makanan tentu tak sembarangan. Jangan karena makanan kegemaran, maka makanan tersebut Anda konsumsi. Orang bijak berkata, memilih makanan pun ada aturannya. Harus tepat bagi kebutuhan dan bijaksana. Tujuannya agar tubuh mampu mencernanya dengan baik, sehingga zat-zat yang diperlukan tubuh diserap sempurna.
Untuk kepentingan ini ada beberapa makanan yang disarabkan tidak dikonsumsi secara bersamaan, karena beberapa sebab. Antara lain akan mengganggu metabolisme tubuh dan mungkin akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan tubuh.


Berikut beberapa makanan yang pantang dimakan bersamaan:

Susu kedelai dengan telur

Susu kedelai bisa mengurangi aktivitas dari enzim protease, yang digunakan oleh tubuh untuk membantu memetabolisme protein. Sementara diketahui bahwa telur merupakan makanan yang kaya akan protein. Kalau keduanya dimakan bersamaan, maka protein dalam telur tak akan bisa diolah oleh protease.

Susu dengan cokelat

Susu kaya akan protein dan kalsium sementara cokelat kaya akan asam oksalik. Jika dikonsumsi bersama-sama, kalsium dari susu dan asam oksalik dari cokelat bisa bergabung dan membentuk kalsium oksalat yang tidak dapat larut dalam tubuh. Akibatnya bukan hanya tidak bisa dicerna oleh tubuh tapi bisa menyebabkan diare.

Buah kesemek dengan kentang manis

Kentang menghasilkan asam hidroklorik di dalam perut. Asam ini bisa menyebabkan buah kesemek yang dikonsumsi mengendap dalam tubuh. Endapan tersebut bisa menjadi batu yang tidak bisa larut, sehingga bisa mengganggu pencernaan.

Anggur dengan makanan laut

Anggur, delima dan kesemek tidak boleh digabung dengan makanan laut, karena bisa menyebabkan mual dan perut kembung serta rasa sakit pada perut dan diare. Buah-buahan tersebut mengandung tanin yang jika digabungkan dengan protein bisa menghasilkan zat yang tidak larut dan tidak bisa dicerna. Kalau mau, sebaiknya konsumsi buah-buahan tersebut 4 jam setelah makan seafood.

Produk susu dengan brokoli, kacang kedelai dan bayam

Zat kimia yang terkandung di dalam sayuran ini bisa memberikan efek negatif terhadap proses metabolisme kalsium dari produk susu. Beberapa produk susu antara lain yoghurt, es krim, dan makanan kecil mengandung susu.


sumber:id.msn.com

Mimik Kesedihan, Ketika Sebuah Keinginan Tak Tercapai


Sudah biasa kalau anak-anak kecil sangat suka dengan yang namanya permen, gula-gula, dan makanan yang manis lainnya. Tapi, mereka yang hidup di negara "ketiga" dan dalam kehidupan yang susah, barang-barang yang bagi kita dianggap sangat murah pun tidak sanggup mereka beli. Bagi mereka, tidur di tempat yang mempunyai atap nya saja sudah sangat beruntung. Perhatikan kesedihan yang terlihat dimimik muka mereka, hanya tarikan nafas dan kesedihan yang terpancar dari wajah mereka. Betapa luka batin mereka ketika sebuah keinginan tak tercapai, padahal yang diinginkan bukanlah barang mewah, barang mahal, melainkan hanya gula-gula unik yang berbentuk ukiran. Harganya pasti tidak seberapa, namun apa daya ....... mereka tidak memiliki uang, kalau pun ada sangat tidak mencukupi ! Miris bukan?






Imam Masjid Minta Izin Pendeta Sholat Tarawih di Gereja



Indahnya Keharmonisan Antar Umat Beragama di Negara Bagian Tennessee, AS


Beberapa tahun belakangan, terutama sejak peristiwa serangan teroris 11 September 2001, muncul berita-berita yang secara umum menggambarkan kurangnya pemahaman mengenai Islam di Amerika.

Tahun lalu, salah satu peristiwa yang cukup ramai menjadi sorotan media adalah rencana pembakaran kitab suci Alquran oleh Terry Jones, seorang pendeta yang memimpin sebuah gereja kecil di Florida.

Aksi Terry Jones ini dikaitkan dengan rencana pembangunan masjid di dekat bekas gedung kembar World Trade Center di New York. Meski media-media utama Amerika tidak menurunkan pemberitaannya secara besar-besaran, tidak sedikit kisah-kisah yang menunjukkan kerukunan antara umat Islam dan umat agama lainnya di Amerika Serikat.

Mahmoud el-Yousseph, imigran Muslim asal Palestina yang telah bermukim 33 tahun di Amerika, berbagi salah satu cerita mengenai hal tersebut. Memasuki Ramadhan tahun lalu, masjid Memphis Islamic Center di kota kecil Cordova, Tennessee, belum juga selesai direnovasi.

Imam masjid itu kemudian meminta izin kepada pendeta gereja Heartsong, yang berlokasi di seberang masjid itu, untuk melakukan shalat tarawih di sana. Bila kita ingat, Ramadhan tahun lalu bertepatan dengan berbagai peristiwa menjelang peringatan tragedi 11 September.

El-Yousseph menyatakan sungguh ironis kejadian tahun lalu, pada saat pendeta radikal Terry Jones berusaha merebut perhatian media internasional untuk aksi provokatifnya (membakar kitab suci Alquran).

Sementara di lain pihak, gereja Heartsong justru memasang spanduk untuk menyampaikan ucapan selamat datang kepada tetangga-tetangga Muslimnya yang menjalankan ibadah tarawih di gereja mereka. El-Yousseph kemudian menuliskan tentang kisah ini di beberapa media online.

"Setelah saya menulis cerita itu, saya mendapat pesan dari teman yang juga tinggal di Tennessee, ada seorang lelaki Muslim di Bangladesh yang setelah menonton kisah yang sama di CNN kemudian menelepon pendeta itu, dan menyampaikan terima kasih dan mengatakan ia mencintai Amerika. Ia bersama teman-temannya kemudian berniat akan membantu membersihkan gereja di sekitar lingkungan mereka," beber El-Yousseph.

El Yousseph, yang juga kerap menulis pandangan dan pengamatannya mengenai hubungan antarumat beragama di berbagai media online, mengatakan, kisah-kisah kerukunan antar umat beragama dapat menimbulkan perasaan positif dan mendorong saling pengertian yang lebih baik di antara umat Kristen dan Muslim.

"Sekarang ini, banyak gereja yang mengundang masyarakat Muslim setempat untuk berbagi dan bertemu untuk saling mengenal secara pribadi. Menyenangkan sekali melihat non-Muslim memperhatikan hari-hari besar Muslim, berbagi kebahagiaan dan menjamu makan malam," ujarnya lagi.

El-Yousseph, pensiunan anggota Angkatan Udara Amerika, juga menghargai contoh yang dilakukan para pejabat tinggi Amerika, mulai dari presiden hingga pimpinan cabang-cabang pemerintahan dan militer untuk menjadikan jamuan buka puasa bersama umat Islam sebagai tradisi tahunan mereka.

Menurutnya, itikad baik seperti inilah yang dapat meningkatkan kerukunan di kalangan umat beragama.



sumber:kaskus.us

Yu Yan, Gadis Kecil Berhati Mulia



Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.

Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak lebih dari 540.000 US yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.
Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.
Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu
pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar $ 300.000. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.
Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”. Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,….. .. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa
membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar
kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita
dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ……… ….” demikian kata-kata dari seorang pemuda
tersebut.
Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa.

Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.
Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.
Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.



"Dari pada hidup 1000 tahun dengan melakukan perbuatan yang tidak benar, lebih baik hidup 1 hari tetapi telah melakukan hal yang baik dan berguna buat semua makhluk." Dan Yu Yuan telah melakukan hal tersebut. ***

sumber:kaskus.us

Menakjubkan, Karya Seni Lukis Detail Menggunakan Pena 0,5



Ini adalah sebuah karya seni luar biasa yang diciptakan dengan pena sederhana oleh seorang artis.


Joe Fenton bekerja sepuluh jam sehari, tujuh hari seminggu selama sepuluh bulan, bersusah payah membuat karyanya yang sangat detail ini.



Pria Inggris yang tinggal di Brooklyn, New York ini, menggambar lukisan yang rumit yang diberinya judul ‘Solitude, dengan pena 0,5 pada selembar kertas setinggi lima meter dan lebar 2,5 meter.



Diketahui, untuk menciptakan karya seninya, Joe menggambar karakter dan tokoh-tokoh imajinasinya dalam skala kecil kemudian menggabungkan mereka pada selembar kertas raksasa.
Namun karena ini merupakan karya super-detil, ia harus menghabiskan berjam-jam dengan pena di tangan untuk menyelesaikan karyanya ini.



“Butuh keberanian untuk memulainya karena saya tidak pernah melakukan apa pun dengan ukuran ini sebelumnya. Seperti yang dapat Anda bayangkan, harus menginvestasikan banyak waktu untuk menyelesaikan sesuatu seperti ini.” tutur Joe.

Joe mengatakan bahwa gambarnya ini menggambarkan rasa takut tentang kematian, dan juga membuat referensi dari berbagai agama dari Buddha sampai ke penyaliban Yesus.



“Ini mungkin tampak aneh, karena saya bukan orang yang religius dan saya tidak sepenuhnya yakin apakah saya mengejek suatu agama dengan memiliki referensi seperti itu dalam karya saya.” ungkap Joe.

Ia terinspirasi membuat gambar ini berasal dari Surealis awal ‘Hieronymus Bosch and Bruegel. Ia juga dipengaruhi oleh buku-buku Surealis yang lebih gelap dari masa kecilnya, seperti ‘Ratsmagic’ oleh Wayne Anderson.

sumber:detikforum

Menakjubkan, Unik & Langka Panda Merah



















Masa Kesengsaraan Besar Di Akhir Zaman



"Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti  yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi."  (Matius 24:21).

Mulai dengan (Mat 24:15) Yesus berbicara mengenai tanda-tanda khusus yang akan terjadi selama masa kesengsaraan besar (Wahyu 7:14; bd. istilah "siksaan yang dahsyat" dalam Mat 24:21), tanda-tanda yang menunjukkan bahwa akhir zaman sudah dekat sekali (Mat 24:15-29). Tanda ini akan mengarah kepada dan menandakan kedatangan Kristus ke bumi setelah masa kesengsaraan ini (Mat 24:30-31; bd. Mat 19:11-20:4). Tanda yang utama ialah apa yang dikenal sebagai "pembinasa keji" (Mat 24:15), yaitu suatu peristiwa khusus yang tampak dan memberitahukan orang setia yang masih hidup selama masa kesengsaraan itu bahwa kedatangan Kristus pada akhir zaman akan segera terjadi. Peristiwa yang menjadi tanda ini terutama menunjuk kepada penajisan Bait Suci Yahudi di Yerusalem oleh antikristus

Antikristus atau manusia durhaka, akan mendirikan sebuah patung dari dirinya sendiri di bait Allah, sambil menyatakan dirinya sebagai Allah (2 Tes 2:3-4; Wahyu 13:14-15). Hal-hal berikut merupakan fakta-fakta penting mengenai peristiwa yang sangat penting di masa depan ini.

1) "Pembinasa keji" itu akan menandai permulaan tahap terakhir dari masa kesengsaraan besar, yang akan memuncak dalam kedatangan Kristus ke bumi untuk menghukum orang yang berdosa di Harmagedon (Mat 24:21,29-30; lih. Daniel 9:27; Wahyu 19:11-21).

2) Dengan memperhatikan saat terjadinya peristiwa ini ("jadi apabila kamu melihat" (Mat 24:15), orang kudus yang mengalami masakesengsaraan itu dapat mengetahui dengan kepastian masa kesengsaraan besar akan berakhir dan Kristus akan datang untuk memerintah bumi.
                
Jangka waktu di antara peristiwa ini dan akhir zaman disebutkan empat kali dalam Alkitab sebagai tiga setengah tahun atau 1.260 hari (Daniel 9:25-27; Wahyu 11:1-2; 12:6; 13:5-7.

3) Karena pengharapan besar akan kedatangan Kristus ini (Mat 24:33), orang setia harus mengetahui bahwa setiap berita yang menyatakan Kristus sudah kembali adalah berita bohong (Mat 24:23-27). "Kedatangan Anak Manusia" setelah masa kesengsaraan besar ini akan kelihatan dan diketahui oleh semua orang yang hidup di dunia (Mat 24:27-30).
   
Tanda lain adalah munculnya nabi-nabi palsu, sebagai hamba-hamba Iblis, akan mengadakan "tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat (Mat 24:24).

1) Yesus mengingatkan semua orang percaya agar berjaga-jaga secara khusus terhadap orang yang mengaku dirinya sebagai nabi, guru, dan pengkhotbah Kristen tetapi yang sebenarnya palsu, namun mereka mengadakan mukjizat, penyembuhan, dan tanda-tanda ajaib serta tampaknya sangat berhasil dalam pelayanan mereka. Pada saat yang bersamaan, nabi-nabi palsu ini akan memutarbalikkan dan menolak kebenaran dalam Firman Allah.

2) Pada bagian yang lain, Alkitab menasihati orang percaya untuk terus-menerus menguji roh-roh yang ada di balik semua guru, pemimpin dan pengkhotbah.

Allah membiarkan penyesat itu disertai mukjizat untuk menguji orang percaya dalam hal kasih mereka kepada-Nya dari kesetiaan mereka pada kebenaran Alkitab (Ul 13:3). Masa penyesatan ini tidak akan mudah, karena Yesus sendiri menyatakan dalam (Mat 24:24) bahwa pada hari-hari terakhir kesesatan agama akan begitu luas sehingga akan sulit bagi "orang-orang pilihan" (yaitu, orang yang sungguh-sungguh Kristen) sekalipun untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

 3) Umat Allah yang tidak mengasihi kebenaran akan mudah tertipu. Mereka tidak akan memperoleh kesempatan lagi untuk percaya kepada kebenaran Injil setelah antikristus datang.
               
Akhirnya, masa kesengsaraan besar ini akan menjadi masa penderitaan dan kesesakan yang amat sangat bagi semua orang di bumi. Perhatikan:
  
 (1) Kesengsaraan ini akan meliputi seluruh dunia

(2) Ini akan menjadi masa penderitaan dan kesukaran yang terburukyang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia (Daniel 12:1; Mat 24:21).
   
(3) Masa tersebut akan merupakan masa penderitaan yang dahsyat bagi orang Yahudi (Yer 30:5-7).
   
(4) Masa ini akan dikuasai oleh si "manusia durhaka" (yaitu, antikristus; bd. Daniel 9:27; Wahyu 13:12;
       
(5) Orang setia dalam gereja Kristus dijanjikan pembebasan dan pelepasan dari masa kesengsaraan itu (1Tes 5:8-10).

(6) Sepanjang masa ini akan ada orang Yahudi dan bukan Yahudi yang percaya kepada Yesus Kristus dan diselamatkan (Ul 4:30-31; Hosea 5:15; Wahy 7:9-17; 14:6-7).
   
(7) Masa ini akan menjadi masa penderitaan yang luar biasa dan penganiayaan yang dahsyat bagi semua orang yang tetap setia kepada Allah (Wahy 12:17; 13:15).
   
(8) Kemurkaan dan hukuman Allah akan menimpa orang yang tidak percaya Tuhan (1 Tes 5:1-11; Wahy 6:16-17).
   
(9) Pernyataan Yesus bahwa waktu itu akan dipersingkat (Mat 24:22) jangan diartikan sebagai mengurangi tiga setengah atau 1.260 hari itu. Sebaliknya, kata itu tampaknya menunjuk kepada fakta bahwa masa itu begitu dahsyat sehingga jika tidak dibatasi pada waktu 1.260 hari itu maka seluruh umat manusia akan musnah.
  
(10) Masa kesengsaraan besar ini akan berakhir dengan kedatangan Yesus Kristus dalam kemuliaan-Nya bersama dengan mempelai perempuan-Nya (Wahy 19:7-8,14) untuk membebaskan mereka yang setia dan menghukum dan membinasakan orang fasik (Yeh 20:34-38; Mat 24:29-31; Luk 19:11-27; Wahyu 19:11-21).
 
(11) Kita tidak boleh mengacaukan kedatangan Kristus pada akhir masa kesengsaraan besar dengan masa kedatangan-Nya secara tidak terduga dari sorga dalam (Mat 24:42,44) (lih. cat. mengenai kedua ayat itu yang menunjukkan bahwa kedatangan Kristus ini untuk mengangkat jemaat-Nya terjadi pada saat yang berbeda dari kedatangan Kristus yang terakhir pada akhir masa kesengsaraan besar ini).
  
(12) Bagian Alkitab yang terutama mengenai masa kesengsaraan besarselama 7 tahun ini terdapat dalam pasal-pasal (Wahyu 6:1-18:24). *** (sabda)